Jumat, 16 Desember 2016

Hukum Memakai Minyak Wangi

Memakai minyak wangi dalam Islam sangat dianjurkan, sebab hal tersebut bagian dari usaha menjaga kebersihan dan keindahan:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

”Sesungguhnya Allah swt menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai  orang-orang yang menyucikan diri.”(al-Baqarah ayat: :222)

Pada satu kesempatan, Nabi juga pernah bersabda:

«حُبِّبَ إِلَيَّ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ»

Artinya, ”Aku diberi kesenangan di dunia ini, yaitu wanita, harum-haruman, dan kesejukan mata dalam sembahyang (Sunan an-Nasaiy, hadits no: 3940).

Bayangkan, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sendiri menganggap harum-haruman (minyak wangi) sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan. Karena itu hendaklah kita berlomba-lomba mengharumkan diri dengan aroma  minyak wangi dan jangan menolak bila orang lain memberikannya kepada kita:
Imam Muslim menyebutkan hadits:

«مَنْ عُرِضَ عَلَيْهِ رَيْحَانٌ فَلَا يَرُدُّهُ، فَإِنَّهُ خَفِيفُ الْمَحْمِلِ طَيِّبُ الرِّيحِ»

Siapa saja diberikan minyak wangi, maka ia jangan menolak lantaran miyak wangi ringan dibawa dan harum baunya. (Shahih Muslim hadits no: 2253)”.

Imam at-Thabarani meriwayatkan hadits:

" ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ: اللَّبَنُ، وَلَا الْوِسَادَةُ وَلَا الدُّهْنُ "

Ada 3 pemberian yang tidak boleh ditolak: Pertama susu, kedua karfet atau bantal yang digunakan untuk duduk atau senderan, ketiga minyak wangi. (Mu’jam al-Kabir no: 13279)”

Imam Ismail Bin Muhammad al-Ajluniy ad-Dimasyqiy (wafat tahun 1162 Hijriyah) mengatakan ada sebagian ulama menambahkan jadi empat hal yaitu daging. dalam sebuah bait disebutkan:

قد كان من سيرة خير الورى ... -صلى عليه الله- طول الزمن
أن لا يرد الطيب, والمتكا ... واللحم أيضا, يا أخي, واللبن

Hal yang sangat sering dilakukan oleh Rasulullah semoga Allah memberikan sholawat kepada beliau sepanjang masa. Ketahuilah wahai saudaraku bahwa beliau tidak pernah menolak hadiah berupa minyak wangi, bantal bakal senderan, daging dan juga susu.

sholawat minyak wangi:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ الطيب ﺍﻟﻤُﻄَﻴِّﺐ، ﺍﻟﺤَﺒِﻴﺐِ ﺍﻟﻤُﺼﻄَﻔَﻰ المقرب، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤﺒِﻪِ ﺻِﻼَﺓً ﺗُﻨِﻴﻠُﻨَﺎ ﺑِﻬَﺎ ﻛُﻞَ ﻣَﻘﺼَﺪ ﻭَﻣَﻄﻠَﺏ

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammadin thoyyibil muthoyyab al-habibil musthofa muqorrob wa'ala alihi washohbihi sholatan tuniluna biha kulla maqshod wa mathlab.

Minggu, 11 Desember 2016

CAHAYA ITU AKAN TURUN KEBUMI

"CAHAYA ITU AKAN TURUN KEBUMI
menyabut kelahiran baginda ROSULULLOH SAW.

Waktuku memberi kalian kefahamman untuk lebih dalam memberi kefahamman siapa beliau yg kau cintai dialah manusia CAHAYA DIATAS CAHYA, dalam maulid syimthuduror habib ali bin muhammad bin husen alhabsyi menjulukinya NURON FAUKO KULLANUR, habib hasan bin jafar assegaf menerangkan dari Imam Shihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i di dalam kitabnya “An-ni’matul Kubraa’alal Aalam” di halaman 61. Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Rabiul Awwal) saat hari-hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw sudah semakin mendekati, Allah swt semakin melimpahkan bermacam anugerahNya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Rabiul Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw..

Pada Malam Pertama (ke 1) :
Allah swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga beliau (ibunda Nabi Muhammad saw), Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :
Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Allah swt.

Pada malam ke 3 :
Datang seruan memanggil “Wahai Aminah… sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rasulullah saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah swt.”

Pada malam ke 4 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :
Sayyidah Aminah bermimpi dengan Nabi Allah Ibrahim as.

Pada malam ke 6 :
Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :
Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan “Bahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Allah swt Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9 :
Allah swt semakin mencurahkan rahmat belas kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah, sakit, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10 :
Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw.

Pada malam ke 11 :
Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.

Malam detik-detik kelahiran Rasulullah, tepat tanggal 12 Rabiul Awwal jam 2 pagi. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Allah swt di sekitar Ka’bah. Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorangpun yang menemaninya.

Tiba-tiba beliau, Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan Perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat anggun, cantik, dan jelita diliputi dengan cahaya yang memancar berkemilau serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan. Wanita pertama datang berkata,”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam as, ibunda seluruh umat manusia., aku diperintahakan Allah untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira, “Aku adalah istri Nabi Allah Ibrahim as diperintahkan Allah swt untuk menemanimu.” Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga,”Aku adalah Asiyah binti Muzahim, diperintahkan Allah untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat,”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.” Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puji- pujian kepada Allah swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa yang sangat indah berkilau saling beterbangan.

Detik berikutnya Allah memerintahkan kepada Malaikat Ridwan agar mengomandokan seluruh bidadari syurga agar berdandan cantik dan rapi, memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutra dengan bermahkota emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian syurga yang harum semerbak ke segala arah. lalu trilyunan bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari itu gembira. Lalu Allah swt memanggil : “Yaa Jibril… serukanlah kepada seluruh arwah para nabi, para rasul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasihku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridwan untuk membuka pintu-pintu syurga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasihKu Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… bawalah trilyunan malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah KekasihKu Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan trilyunan malaikat. Lalu ibunda Rasulullah saw dibumi, beliau melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih berkilau cahaya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Muhammad Rasulullah saw dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada Allah seraya mengucapkan, “Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walhamdulillahi katsiro, wasubhanallahibukrotan wa asiilaa.”

Semakin memuncaklah kegembiraan seluruh alam dunia dan semesta dan terucaplah:
“Yaa Nabi Salam Alaika…
Yaa Rasul Salam Alaika…
Yaa Habib Salam Alaika…
Sholawatullah Alaika.. ”
Matanya bagaikan telah dipakaikan sifat mata, senyum indah terpancar dari wajahnya dan hancurlah berhala-berhala dan bergembiralah semua alam semesta menyambut kelahiran Nabi yang mulia…

Selasa, 06 Desember 2016

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

indah nya saling mengingatkan (takut lupa) MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL .��
. ⚪ Muslim: "Halo David. Bagaimana natalmu? "
⚫ David: "halo juga... Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku??" .
. ⚪ Muslim: "Tidak. Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya..!!"
⚫ David: "Tapi kenapa?? Bukankah hanya sekedar kata2? Teman2 muslimku yg lain mengucapkannya padaku??" .
⚪ Muslim: "Mungkin mereka belum mengetahuinya, David. Bisakah kau mengucapkan dua kalimat Syahadat?"
⚫ David: "Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya... Itu akan mengganggu kepercayaan saya..!"
. ⚪ Muslim: "Kenapa?? Bukankah hanya kata2? Ayo, ucapkanlah..!!"
⚫ David: "Sekarang, saya mengerti.." .
. . .
.
. ♻ Inilah yg menyebabkan Buya Hamka memilih meninggalkan jabatan dunia sebagai Ketua MUI ketika didesak pemerintah utk mengucapkan "Selamat Natal" yang meskipun anggapan HANYA BERUPA kata2 keakraban/toleransi namun disisi Allah nilainya justru menunjukkan kerendahan aqidah seorang hamba yg tdk faham / tdk mau mengerti akan konsep ilmu agama yg disisi lain faham akan ilmu2 umum yg sifatnya tiada kekal, tak berimbas akan keselamatan akheratnya yg abadi. .
.
�� In memoriam Buya Hamka. Bila Pesan ini bisa ditularkan ke yg lain, berarti kita sdh dak'wah kpd org bnyk. .

�� Selamatkan akidah saudara kita yg lain sbgmana kita ingin diselamatkan jika ada yg salah. Silakan disebarkan...
.
��lakumdinukum waliyadiin, Agamamu untuk agamamu dan Agamaku untuk agamaku (Qs.109 :6)
.
inilah toleransi dlm beragama.

Senin, 05 Desember 2016

UKURAN KEHEBATAN SESEORANG

*TIGA UKURAN KEHEBATAN SESEORANG*

��قال الإمام الشافعي رحمه الله :
جوهر المرء في ثلاث :

Imam Syafi'i berkata:
_Kehebatan seseorang terdapat pd tiga perkara_

● كتمان الفقر:
حتى يظن الناس من عفتك أنك غني

1. _Kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta._

● وكتمان الغضب:
حتى يظن الناس أنك راض

2. _Kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa ridha_

● وكتمان الشدة:
حتى يظن الناس أنك متنعم .

3. _Kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang_

*(Kitab Manaqib Imam Syafi'i, Karya Al Baihaqi, 2/188)*

Selasa, 29 November 2016

Dibalik Musibah

NIKMAT DIBALIK KEHILANGAN
*ONE DAY ONE HADITH*

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda :
مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai pelebur dosa-dosanya. [HR. Bukhari]

Catatan Alvers

Pernahkah anda kehilangan? Kehilangan sesuatu yang kita miliki adalah bagian musibah yang dalam QS Al-Baqarah 155 diistilahkan dengan “Wa Naqshin Minal Amwal” (berkurangnya harta). Musibah kehilangan adalah hal yang bisa menimpa kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Merupakan sunnatullah, ada awal ada akhir, siang – malang, ada dan tiada, nikmat dan musibah yang silih berganti terjadi dan menimpa seseorang. Namun demikian berbeda-bedanya kondisi tersebut tidaklah berpengaruh pada keadaan seorang mukmin karena ia selalu dalam top condition. Rasul SAW bersabda :
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
Sungguh mengagumkan keadaan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya baik, dan karakter itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan demikian itu lebih baik baginya.” [HR. Muslim]

Dengan demikian, seorang mukmin tidak akan sombong ketika mendapat nikmat dan sabar serta tidak menggerutu ketika menghadapi bala' musibah. Oleh karena itu Sayyidina Umar bin khattab RA berkata :
لو كان الصبر والشكر بعيرين ما باليت أيهما ركبت
Seandainya sabar dan syukur itu layaknya dua unta maka aku tidak peduli mana unta yang akan aku naiki! [Faidlul Qadir] Bahkan boleh jadi lebih dari itu, seseorang mukmin tidak hanya bersabar atas musibah kehilangan namun malah ia bersyukur sebagaimana kisah Kyai Arwani kudus, kiblat para hafidz Jawa Tengah. Ketika beliau kecopetan saat turun dari bus di terminal Terboyo Semarang. santri pendamping beliau langsung mengejar pelakunya namun sayang, ia tidak berhasil mengejar sang pencopet. Namun yang mengherankan adalah sikap Kyai Arwani, beliau tidak perduli dengan apa yang terjadi, seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada dirinya bahkan ia masih sibuk dengan dzikirnya. Dengan susah payah santri memberitahukan bahwa dompet beliau baru saja dicopet. Beliau berkata : "Alhamdulillah, Sudahlah kalian tidak perlu ribut-ribut. Saya bersyukur, yang dicopet itu saya!". Santri ini menjadi bingung, Sang kyai kecopetan kok malah mengucap Alhamdulillah. Ia pun meminta penjelasannya. Kyai menjawab : "Syukur syukur Alhamdulillah. Karena saya yang dicopet, bukan saya yang jadi pencopetnya!". Sekarang apa jawab kalian jika aku tanya, lebih baik mana, menjadi orang yang dicopet atau menjadi tukang copetnya?". Subhanallah sungguh nalar yang luar biasa.

Bagaimanakah seseorang bisa sabar menghadapi musibahnya, sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu yang menyusahkan? Jawabnya adalah ia berkeyakinan bahwa musibah yang menimpanya adalah menjadi pelebur dosanya sebagaimana hadits di atas. Dari perspektif inilah sebuah musibah akan menjadi nikmat. Bahkan Sayyidina Umar  RA melihat musibah lebih dari itu, Ia berkata:
ما ابتليت ببلية إلا كان لله علي فيها أربع نعم إذ لم تكن في ديني وإذ لم أحرم الرضا وإذ لم تكن أعظم وإذ رجوت الثواب عليها
Tidaklah aku tertimpa suatu musibah melainkan aku mendapatkan empat nikmat dari Allah. 1. Karena musibah itu tidak terjadi pada agamaku, 2. Aku tidak terhalang dari ridlo (kepada taqdir-Nya), 3. Musibah yang terjadi tidaklah lebih besar dari yang semestinya, 4. Aku mengharap pahala atas musibah tersebut. [Faidlul Qadir]

Kendati kehilangan adalah merupakan suatu nikmat di satu sisi, di sisi lain kita tidak dilarang untuk ikhtiyar mencari barang yang hilang. Bahkan Sahabat Ibnu Umar RA mengajarkan doa ketika kehilangan barang, yaitu hendahlah orang yang kehilangan berwudhu, kemudian shalat dua rakaat, setelah salam lalu mengucapkan syahadat, kemudian berdoa,
يَا هَادِيَ الضَّال، وَرَادَّ الضَّالَة ارْدُدْ عَلَيَّ ضَالَتِي بِعِزَّتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهاَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ
Ya Allah, Dzat yang menunjukkan jalan kepada orang yang sesat, Dzat yang mengembalikan barang yang hilang. Mohon kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugrah dan pemberian-Mu. [Mushannaf  Ibnu Abi Syaibah] Wallahu A’lam. Semoga Allah selalu menjaga harta dan keluarga kita dan mengembalikan barang hilang kita bahkan menggantinya dengan yang lebih baik.

Untukmu Ibu


Muliakan IBU KITA

Sdr & sahabatku, jika dalam hidup kita sering mengalami kesulitan, kegagalan dan kita sudah hampir menyerah mencari solusinya. mungkin salah satu penyebabnya bisa jadi hubungan kita dengan IBU tercinta "bermasalah".

Karena salah satu yang membuat Alloh memberikan kemudahan atas segala solusi kehidupan jika ridho orang tua terutama IBU kita selalu menyertai kita.

Berikut tips bagaimana cara memuliakan IBU kita :

1. Berikan "dunia" kita pada IBU tercinta niscaya kemudahan dunia akhirat Alloh berikan kepada kita. Tanyakanlah selalu keinginan IBU kita, dan usahakanlah dengan sungguh2 mewujudkannya.

2. Upayakan membuat IBU kita selalu tersenyum dan bahagia. percayalah bukan harta yang berlimpah yang bisa membuat IBU kita tersenyum tapi cukuplah perhatian2 kecil yang kita berikan kepada beliau setiap harinya.

3. Nikmati dengan kegembiraan waktu bersama IBU kita, jika sedang sehat temani IBU kita dengan ngobrol bersama, jika sedang sakit rawat & hiburlah IBU kita dengan penuh kasih sayang, jika sdh meninggal peliharalah silaturahim dengan sanak saudaranya & doakan terus IBU kita. Mohon ampunan & kebahagiaan IBU kita kpd Alloh.

4. Ajari pasangan hidup dan anak- anak kita untuk menghormati, menyayangi dan membahagiakan IBU kita, karena teladan yang baik ketika anak kita mengetahui bagaimana kita menyayangi IBU kita, dan sikap itu akan ditiru pula oleh Anak2 kita terhadap kita orangtuanya.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Jadimuslim yg kaffah bisa

Semoga Bermanfaat.

Rabu Wekasan

AMALAN SUNNAH DI AKHIR RABU DI BULAN SHAFAR

Dalam kitab “Kanzum Najah” disebutkan bahwa turun disetiap tahun 320ribu bala' & semua bala' tersebut turunnya di hari Rabu akhir bulan Shafar.
Dalam kitab “Fawaidul Ukhrawiyah” disebutkan bahwa diturunkan bala' dalam setiap tahun 320 bala' & semuanya turun pada hari Rabu terakhir bulan Shafar.
Barang siapa Sholat dengan cara seperti dibawah ini InsyaAllah ia akan selamat dari bala' - bala' tersebut.
Menurut kitab “Ta'liqah” sebelum Sholat kita diSunnahkan mandi, memotong kuku, memotong rambut & memakai celak mata.

Tanggal 09 Desember 2015 M / 27 Shafar 1437 H (besok) adalah hari Rabu terakhir diBulan Shafar ;

Niat mandi : “Saya niat mandi Sunnah di bulan Shafar ini agar dijauhkan dari segala bala' & fitnah dajjal”

Setelah berwudhu' sempurna, lalu Sholat 4 rakaat dengan 1 salam (tanpa tahiyat awal). Waktunya setelah mengerjakan Sholat Dhuha, dengan niat memohon Kepada ALLAH SWT agar terhindar dari segala macam musibah.

Niat Sholat :
أُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالٰى

Setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca : 
Inna A'toyna Kalkautsar ; 17x
Al-Ikhlas ; 5x
Al-Falaq ; 1x
Annas ; 1x
disetiap rakaatnya.

Setelah salam, membaca Do'a ini :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
و صلّى الله تعالى علٰى سيّدنا محمّد و علٰى آله و صحبه و سلّم، الّلهمّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَ يَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا إِلٰه إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
الّلهمّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَ أَخِيْهِ وَ جَدِّهِ وَ أَبِيْهِ، اِكْفِنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ، فَسَيَكْفِيْكَهُمُ الّٰلهُ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَ حَسْبُنَا الّلهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ وَ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ  وَ صلّى الله تعالى علٰى سيّدنا محمّدٍ و علٰى آله و صحبه و سلَّم

Setelah Sholat, diSunnahkan membaca surat Yasiin, sampai pada ayat :

(313x) سَلَامُ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيْمٍ
“SALAMUN QOWLAN MIN ROBBIR ROHIM”

Diulang sampai 313x lalu membaca Do'a dibawah ini sampai selesai. Setelah itu melanjutkan bacaan surat Yasiinnya sampai habis.

Do'anya sebagai berikut :

الّٰلهمّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَ تَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَ تُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَ تَرْفَعُنَا بِهَا أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَ تُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ

Setelah membaca surat Yasiin, membaca Do'a :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَعُوْذُبِا اللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ.
وَأَعُوذُبِجَلاَلِكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلاَلِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِيْ وَأَهْلِي وَأَحِبَّائِي. وَمَا تُحِيْطُ شَفَقَّهُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ فِيْهَا. وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ. يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ وَاخْتِمْ لِيْ فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِاالسَّلاَمَةِ وَالعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِيْ وَلِلأَهْلِيْ. وَمَا تُحُوْطُهُ شَفَقَّهُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّمْ.

InsyaAllah dihindarkan dari bala', fitnah, penyakit & bencana sampai tahun ke depan
امين ياربّ آمين يا كريم

Semoga bermanfaat

Selasa, 25 Oktober 2016

Nasehat imam abdi 2

Manusia..tidak tahu akan diterima/di tolaknya suatu taubatnya...akan tetapi bisa diketahui lewat tanda tandanya...ANTARA LAIN: dirinya akan dijaga dri maksiat yg tlh diperbuat,..selalu didekatkan dgn orang sholih,..hatinya merasa tenang,..merasa haus berbuat baik,..menerima akan ketentuan ALLOH swt...menyesali....

Sewaktu engkau sholat...maka sholatlah spt sholat yg terakhir kalinya(perpisahan...)...tidak semua sholat seseorang di terima Alloh swt...akan tetapi sholatnya orang yg mengagungkan Alloh swt, tdk sombong kpd makhluq alloh,dan org yg memberi makan org faqir yg lapar karena Alloh swt.

Rizky

"bagaimana kamu merasa takut miskin(kelaparan)...sedang Kamu telah dijamin akan rizqimu oleh ROBB mu yang maha kaya lagi Adil..
KETAHUILAH...!!bahwasannya RIZQI sudah dibagi dan ditentukan ukurannya sesuai ajal seseorang...yang tak mungkin berubah dan tertukar...bilamana ajal tiba ..maka rizqipun habis..bgitulah sebaliknya.....dan..APA faedahnya..engkau memikirkan/mencari rizqi sampai menghinakan diri,harga diri,dan..mencelakakan diri di akhirat nanti....SEDANG...RIZQIMU...sudah di tetapkan dan tidak akan TERTUKAR...?????..(salafussholih)

Kisah Syeh Abi Said

sebuah kisah seorang alim syekh abi said alkhorroz saat beribadah,tanpa makan selama 3 hari,kemudian makan,,,setelah itu beliau masuk suatu perkampungan yg tak ada penghuninya dan tdk makan apapun selma 3 hari,menginjak hari yg ke 4,beliau mulai lemas dan hmpir tak berdaya,,kmudian dia duduk,,,kemudian terdengar suara tanpa rupa..yg mengatakan:wahai aba said,,mana yg kamu lbh sukai"sebab(butuh makan) atau kuat(tanpa makan)..kmudian beliau menjawab:aku butuh kuat dan tdk butuh sebab...kemudian beliau berdiri dan beribadah kpd Alloh swt lbh dari 12 hari,tanpa makanan yg ia makan.......dan tdk merasakan kelaparan bahkan sakit....tetapi..KENIKMATAN yg ia dptkn.....SUBHANALLOH....(fa'tabiruu ya ulil abshor)

Rohani Pagi

Menu rohani pagi:

Barang siapa membaca "Laa ilaaha illalloh"
(memanjangkan bacaan madnya) karana memuliakannya(Alloh swt)maka...orang itu akan di ampuni 4000 dosa...sedang blmana tdk pnya bginya 4000 dosa...maka keluarga dan tetangganyalah...yg akan mndpt Ampunan berkat bacaan org tsb.....subhanalloh...beruntunglah orang2 yg sll berdzikir atau orang yg ounya tetangga ahlidzikir.

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...