Tampilkan postingan dengan label Ahmadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahmadi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2023

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji

Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang mengamalkan ilmunya tapi tidak mengajar lebih baik daripada orang yang mengajarkannya tapi tak mengamalkannya.

Orang yang tak mampu menangkap ilmu laksana tanah berbatu. Orang yang tak hafal dan tidak mengamalkannya ibarat tanah padas berlimbah, bisa merusak tanah lainnya. 

Penyebab ilmu kurang manfaat:
1. Kurang sowan kepada ulama, auliyah baik masih hidup atau sudah wafat
2. Kurang hormat ta'dim kepada guru
3. Kurang hormat ta'dim kepada keluarga Rosulullah saw
4. Kurang mengenal kepada para ulama'

Tiap tingkatan ada metode khusus untuk mengajar menghadapi orang awam jangan membuka pertanyaan karena pertanyaan mereka tanpa dasar menyalahi aturan
Jangan mudah mengajarkan tanpa orang tuanya sendiri yang pasrah bangko'an karena tanpa itu bila engkau bersikap tegas kepada anak didik dilaprkan ke orang tuanya kamu akan terjepit, padahal niatmu baik
Diantara kesalahan besar orang tua mendidik anak dengan memanjakannya, khawatir nasibnya seperti yang dialami orang tua. Justru anak dilatih sengsara, lihat didikan Rosulullah kepada putri - putrinya 

Jumat, 13 Mei 2022

Dawuh Pinisepuh

Sekapur sirih
Allah berfirman;
وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا
Artinya: " barang siapa diberi kata-kata hikmah, niscahya diberi kebaikan tiada tara" (Qs Al baqoroh 269)
Rasulullah saw juga bersabda;
"Kalam hikmah laksana harta berharga orang mu'minyang hilang, dimanapun ia menemukan akan ditulis diambil sebagai pedoman" 
Al Imam Abdullah Al Hadad ra. pernah berkata; "Jika kata-kataku ini ditulis dan dibukukan, niscahya akan menjadi rebutan orang-orang berakal walau harus menukarnya dengan ratusan ribu dinar" .

Kyai dan guru ngaji adalah sesepuh dalam agama. Dawuh-dawuh Beliau hasil dari ilmu dan kejernihan jiwa. Dalam dunia santri, kalam hikmah namanya atau disebut juga kata-kata mutiara yang hanya dipunyai orang-orang berilmu lebih-lebih yang ahli tirakat mengekang hawa. 

Tidak semua kiayi, atau guru ngaji yang mampu memercikkan butir-butir mutiara lewat kata dan gerak geriknya. Karena tidak semua orang berilmu mampu menjadikan ilmunya untuk memerangi hawa nafsu menjernihkan jiwa.

Begitu halnya dengan para santri, tak semua santri mampu menangkap lalu mencatat kata-kata mutiara dari gurunya. Karena tidak semua santri yang jernih hati dan stabil fikirannya. Air yang keruh tak akan mampu memantulkan cahaya apalagi buat berkaca, begitu juga fikiran. Hati dan jiwa yang keruh oleh urusan duniawi, ia bahkan tak mengakui kemuliaan kyai, maupun guru ngaji.

Hanya beberapa gelintir santri yang mempunyai i'tiqod baik dan menjaga adab kepada sang guru yang tahu kehebatan, kemuliaan gurunya, menangkap ilmu dan dawuh-dawuh seraya diabadikan dalam tulisan disebarkan kepada generasi berikutnya. Orang-orang yang demikianlah yang layak mewarisi ilmu dan syi'ir kiayi, dan ulama'. Tiada kebahagiaan seorang guru melebihi mempunyai murid yang demikian sifatnya.

Jika menulis biografi orang mu'min saja sama dengan ia menghidupkannya kembali, maka membaca sejarahnya sama seperti berziarah kepusarannya. Lalu bagaimana jika yang ditulis "dawuh-dawuh" yang bergelimang butiran mutiara untuk pegangan hidup di dunia fana? Apalagi yang dawuh adalah orang-orang yang berilmu bahkan ahli mengekang hawa nafsu?.

Apa yang ada ditangan anda ini hanyalah secuil dari butiran-butiran mutiara hikmah para Kiayi, dan pinisepuh yang sempat penulis catat ketika sowan dan berguru kepada Beliau. Semoga dapat dimanfaatkan. Amin amin yaa robbal alamin.

Kudus, 12- 10 - 2020 (27 safar 1441 H) 

Sabtu, 02 Januari 2016

Beberapa nasehat bagi suami istri

Suatu hari Aminah taqhlibiah, seorang wanita mulia dari suku Arab menasehati putrinya yang akan melakukan pernikahan bernama Ummu lyas.
"Anakku, sesungguhnya nasehat adalah untuk mengingatkan bagi mereka yang berakal sehat, dan memberi peringatan bagi mereka yang belum sadar". Lalu sang ibu pun dengan welas asih mendekati putri tercintanya yang tengah bersimpuh di hadapannya sambil mengelus-elus rambutnya penuh kasih sayang, seraya berkata:

1. Putriku, apabila kaum wanita itu merasa cukup dengan harta warisan orang tuanya, niscaya ia akan menjadi orang yang paling kaya dan tidak butuh siapa-siapa, akan tetapi kita kaum wanita sudah menjadi takdir tercipta untuk kaum laki-laki, begitu pula sebaliknya.

2. Putriku, sudah saatnya engkau akan meninggalkan rumahmu tempat kelahiran serta engkau dibesarkan menuju suatu tempat yang belum engkau kenal, teman yang belum engkau terbiasa dengan mereka, oleh karena itu usahakan agar:
a. Engkau seolah-olah menjadi budak bagisuamimu, niscaya dia akan menjadi budakmu (menuruti keinginanmu)
b. 10 hal ini apabila engkau lakukan niscaya engkau akan senantiasa diingat suamimu, serta harum namamu kelak di akherat:
- pergauli suamimu dengan sebaik-baiknya,senantiasa menjaga adab dengan begitu akan mendapatkan ridho Allah
- bersifatlah qonaah, menerima dengan senang hati apa yang telah diberikan suamimu, karena hanya dengan qonaah hatimu akan merasa bahagia sejahtera
- senantiasalah berusaha menjaga pandangan suamimu, artinya setiap kali memandangmu, atau memandang apa saja, hatinya tidak kecewa tetapi merasa senang dan bahagia
- jangan sekali-kali mencium bau tak sedap dari badanmu, artinya sebelum ia datang, usahakan telah mandi dan berparfum
- senantiasa menyiapkan makan bila telahdatang waktunya. Karena keadaan lapar itu bisa menghilangkan kesabaran, dan akal sehat
- jaga waktu istirahat dan tidurnya, artinya persiapkan tempatnya dengan rapi, serta tawarkan tubuhmu kalau ia membutuhkannya,karena jika tidak, hal itu akan menyulut kemarahannya
- jagalah baik-baik rumah, harta, keluarga,kerabat serta kehormatan harga dirinya, artinya apabila suami baru keluar rumah jangan sekali-kali berani memberi ijin laki-laki lain memasuki rumahnya, jangan menghamburkan hartanya, turut menjaga keluarga, dan kerabat suami. Begitu juga tentang kehormatanya, jangan sekali-kalimelakukan hal-hal yang membuat kehormatannya tercoreng, atau bahkan runtuh sama sekali gara-gara ulahmu, atau ulah keluarga tanpa engkau cegah. Karenan dengan ekonomis dalam pengeluarkan merupakan kunci utama dalam mengikuti arus taqdir, atau menerima takdir dan dengan menjaga keluarga dan kehormatannya merupakan pokok dari pengaturan yang baik
- jangan sekali-kali membuka rahasianya suami kepada siapapun karena hal itu akan menyulut kemarahannya
- jangan sekali-kali membantah dan menentang perintahnya kecuali dalam kemaksiatan, karena hal itu akan menjengkelkan suami.

AHLI SASTRA MEMBERI NASEHAT

1. Dua sejoli yang ingin membangun rumah tangga laksana menggayuh bahtera di tengah samudra ombak yang kecil di tepinya tiada terasa bahkan menambah nikmatnya perjalanan

2. Perjalanan rumah tangga lama kelamaan akan menemui ombak, gelombang entah besar atau kecil, hanya dengan kebersamaan dan saling pengertian serta memahami tugasnya masing-masing akan dapat menghadapinya dengan selamat

3. Tatakrama dalam bergaul antar anggota keluarga harus dijaga dengan baik-baik agar terwujud pendidikan penghormatan dan kasih sayang yang membawa kedamaian

Selasa, 29 Desember 2015

Fatwa Yai Ahmadi

masa muda

 pergunakan masa mudamu dengan hal hal yang bermanfaat. ingat...!
!!, masa muda tak akan selamanya.

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...