Motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar.
motivasi berasal dari kata dasar motif, yang artinya segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Menurut Sartain, motif adalah suatu pernyataan di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan suatu tujuan atau perangsang. Misalnya seorang petani yang menyangkul sawahnya dari pagi sampai petang tanpa henti.
drive atau dorongan terkadang digunakan untuk mengartikan motivasi. karena mengarahkan sebuah tingkah laku terhadap suatu tujuan /goal.
motivasi juga mempunyai arti need /kebutuhan. arena keduanya mempunyai arti untuk menginginkan sesuatu yang harus dicapai.
Jadi, motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk mencapai segala sesuatu yang dia inginkan.
Sartain membagi motivasi menjadi 2;
a. physiologicak drive, yaitu dorongan dorongan yang bersifat fisiologis, atau jasmaniah, seperti lapar dan haus.
b. social motives, yaitu dorongan yang ada hubunganya dengan manusia yang lain dalam masyarakat. misalnya dorongan ingin berbuat baik.
Sedangkan Woodworth membagi motivasi menjadi dua, yaitu;
a. unlearned motives/pokok pokok yang yang tidak dipelajari, yang berupa dorongan yang disebabkan oleh kekurangan atau kebutuhan, dan
b. learned motives/pokok pokok yang dipelajari
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Desember 2015
MOTIVASI
Selasa, 26 Maret 2013
Pertanyaan Psikologi Perkembangan 1
Pertanyaan
1. Jelaskan
tentang genetika, kromosom dan DNA serta pewarisan sifat pada manusia itu?
2. Jelaskan
tentang proses pembuahan (konsepsi) serta jelaskan pula bagaimana ovum dan sel
seperma dapat mati?
3. Bagaimana
proses terjadinya jenis kelamin pada janin?
4. Bagaimana
proses terjadinya bayi kembar?
5. Faktor
apa saja yang menyebabkan terjadinya bayi kembar?
Jawaban
1. GENETIKA
adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala
seluk beluknya secara ilmiah.
KROMOSOM
adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik
dalam sel disimpan. Kata kromosom berasal dari kata khroma yang berarti warna
dan soma yang berarti badan Kromosom terdiri atas dua bagian, yaitu sentromer /
kinekthor yang merupakan pusat kromosom berbentuk bulat dan lengan kromosom
yang mengandung kromonema & gen berjumlah dua buah (sepasang).
DNA
adalah rantai doble heliks berpilin yang terdiri atas polinukleotida. Berfungsi
sebagi pewaris sifat dan sintesis protein.
PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA terbagi atas 2 yaitu :
pewarisan sifat autosomal dan gonosomal. pewarisan sifat autosomal adalah sifat
keturunan yang ditentukan oleh gen pada autosom. Gen ini ada yang dominan
dan ada yang resesif. Karena laki-laki dan perempuan mempunyai autosom
yang sama, jadi sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal dapat
dijumpai pada keturunan laki-laki maupun perempuan.
2. Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan
satu sel ovum yang sudah matang. Proses
pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Sebelum
terjadi poses pembuahan, terjadi beberapa proses sebagai berikut.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.
Hasil pembuahan
adalah zigot. Kemudian mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai berikut:
-
Zigot membelah
menjadi 2 sel, 4 sel, dan seterusnya.
-
Dalam waktu
bersamaan lapisan dinding dalam uterus menjadi tebal seperti spons, penuh
dengan pembuluh darah, dan siap menerima zigot.
-
Karena
kontraksi oto dan gerak silia diding saluran Fallopii, zigot menuju ke uterus
dan menempel di dinding uterus untuk tumbuh dan berkembang.
-
Terbentuk
plsenta dan tali pusat yang merupakan penghubung antara embrio dan jaringan ibunya.
Fungsi plasenta dan tali pusat adalah mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan
dari ibu ke embrio, serta menglirkan sisa-sisa metabolisme dari embrio ke
peredana darah ibunya.
-
Embrio
dikelilingi cairan amnion yang berfungsi melindungi embrio dari bahaya benturan
yang mungkin terjadi.
-
Embrio berusaha
empat minggu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan mata, tangan, dan kaki.
-
Setelah berusia
enam minggu, embrio sudah berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga, dan jantung
sudah berkembang. Tangan dan kaki, serta jari-jarinya mulai terbentuk.
-
Setelah berusia
delapan minggu, embrio sudah tampak sebagai manusia dengan organ-organ tubuh
lengkap. Kaki, tangan, serta jari-jariny telah berkembang. Mulai tahap ini
sampai lahir, embrio disebut fetus (janin).
-
Setelah mencapai
usia kehamilan kira-kira sembilan bulan sepuluh hari, bayi siap dilahirkan.
3.
Jenis
kelamin sendiri sudah terbentuk sejak terjadinya penggabungan sel (fertilisasi)
antara sel sperma dengan sel telur di saluran telur. Jadi, proses terjadinya
manusia bukan di rahim, melainkan di ujung saluran telur yang disebut ampula
tuba fallopi.
Setelah itu, sel yang sudah bergabung tadi masuk
kembali dan menempel di rahim menjadi embrio. Atau sebaliknya, keluar lagi
sebagai menstruasi. Apabila terjadi penggabungan antara sperma Y dengan sel
telur X , maka akan menjadi janin laki-laki. Perempuan hanya membawa satu jenis
kromosom (X), sedangkan laki-laki memiliki 2 jenis sperma yang membawa kromosom
X dan Y.
Terkadang terjadi kegagalan pembentukan sperma.
Misalnya, pada kejadian XO atau hanya membawa sperma X, sedangkan Y tidak
terbentuk. Akhirnya, yang terjadi adalah anak perempuan yang tidak sempurna.
Ada juga kelainan di mana kromosomnya berlebih atau kurang. Kelainan ini bisa
memengaruhi pola penampilan seks. Misalnya, jika yang terjadi adalah XYY, bisa
jadi yang muncul adalah anak yang sangat agresif. Di Amerika, penelitian
biasanya dilakukan ke para bandit. “Ternyata ditemukan kromosom Y-nya
berlebihan, sehingga mereka menjadi sangat agresif dan menimbulkan permasalahan
sosial,” kata Prima melanjutkan.
Faktor yang sangat memengaruhi jenis kelamin bayi
adalah faktor genetik. Sebagai contoh, di Amerika, ditemukan sebuah keluarga
yang memiliki kecenderungan selalu melahirkan bayi laki-laki. Selama 200 tahun,
keturunan keluarga tadi laki-laki semua. “Ini tergantung kekuatan atau jumlah
sel sperma yang ada. Tapi secara umum, probabilitas jenis kelamin bayi adalah
50-50.”
4.
Proses terjadinya kembar identik yaitu karena pada
masa pembuahan sebuah sel telur matang di buahi oleh sebuah sperma yang
membantuk zygote, kemudian zygote ini akan membelah.
Proses terjadinya kembar
fraternal yaitu karena pada masa pembuahan terdapat dua buah sel telur matang
yang masing- masing di buahi oleh sperma yang berbeda. Karena berasal dari dua
telur dan sperma yang berbeda maka masing- masing mempunyai kantung ketuban dan
plasenta sendiri. Jadi kembar fraternal, adalah terjadinya 2 proses pembuahan
dalam satu kehamilan.
5. Menurut para ahli ada 6 faktor yang dapat menyebabkan
kehamilan bayi kembar.
a.
Faktor
Keturunan. Jika memilki saudara khususnya dari ibu yang kembar maka anda
memiliki kemungkinan untuk memiliki anak kembar.
b. Faktor Ras, Myrianthopoulus ( 1970 )
mengidentifikasi kehamilan kembar terjadi 1 diantara 100 kehamilan pada orang
kulit putih dan pada orang kulit hitam terjadi 1 diantara 80 kehamilan.
c. Faktor umur dan Riwayat jumlah persalinan
d. Faktor Nutrisi yang berkaitan dengan berat badan ibu
e. Faktor terapi infertilitas ( pemberian hormon
kesuburan )
f. Faktor assisted reproductive technology ( ART )
Selasa, 09 Oktober 2012
PEMIKIRAN KEARAH APLIKASI PSIKOLOGIS BELAJAR (IMPLIKASI TEORI-TEORI BELAJAR PSIKOLOGIS BEHAVIORISTIK)
PEMIKIRAN KEARAH APLIKASI PSIKOLOGIS BELAJAR
(IMPLIKASI TEORI-TEORI BELAJAR PSIKOLOGIS BEHAVIORISTIK)
I.
A. Teori Behaviorisme Dalam
Pembelajaran
Behaviorisme adalah teori
belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Teori ini memandang
individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan.
Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.
Salah satu ciri dari teori
behaviorisme adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat
mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau
respon, sehingga hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang
diinginkan.
Pada teori belajar ini sering
disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh
ganjaran atau reward dan penguatan
atau reinforcement dari lingkungan.
Sehingga teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena
seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar
Prinsip-prinsip teori
behaviorisme adalah :
a.
Obyek psikologi
adalah tingkah laku
b.
Semua bentuk
tingkah laku dikembalikan pada reflek
c.
Mementingkan
pembentukan kebiasaan
Aristoteles berpendapat
bahwa pada waktu lahir jiwa manusia tidak memiliki apa-apa, seperti sebuah meja
lilin yang siap dilukis oleh pengalaman[1].
Menurut John Locke(1632-1704), salah satu tokoh empiris, pada waktu lahir
manusia tidak mempunyai “warna mental”. Warna ini didapat dari pengalaman.
Pengalaman adalah satu-satunya
jalan ke pemilikan pengetahuan. Idea dan pengetahuan adalah produk dari
pengalaman. Secara psikologis, seluruh perilaku manusia, kepribadian, dan
tempramen ditentukan oleh pengalaman inderawi (sensory experience). Pikiran dan perasaan disebabkan oleh perilaku
masa lalu.
Kesulitan empirisme dalam menjelaskan gejala
psikologi timbul ketika orang membicarakan apa yang mendorong manusia
berperilaku tertentu. Hedonisme,
memandang manusia sebagai makhluk yang bergerak untuk memenuhi kepentingan
dirinya, mencari kesenangan, dan menghindari penderitaan. Dalam utilitarianisme perilaku anusia tunduk
pada prinsip ganjaran dan hukuman. Bila empirisme
digabung dengan hedonisme dan utilitariansisme, maka itulah yang
disebut dengan behaviorisme.
Thorndike dan Watson, kaum
behaviorisme berpendirian bahwa organisme
dilahirkan tanpa sifat-sifat sosial atau psikologis;
perilaku adalah hasil pengalaman dan prilaku digerakan atau dimotivasi oleh
kebutuhan untuk memperbanyak kesenangan dan mengurangi penderitaan. Aliran
behavioristik yang lebih bersifat elementaristik
memandang manusia sebagai organisme yang pasif, yang dikuasai oleh
stimulus-stimulus yang ada di lingkungannya. Pada dasarnya, manusia dapat
dimanipulasi, tingkah lakunya dapat dikontrol dengan jalan mengontrol stimulus-stimulus
yang ada dalam lingkungannya[2].
B.
Tokoh-tokoh
dalam Behaviorisme
1.
Edward Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Menurut Thorndike belajar
merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi anatara peristiwa yang
disebut stimulus dan respon. Teori belajar ini disebut teori “connectionism”. Eksperimen yang
dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang
apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar
disentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Thorndike
menemukan hukum-hukum, yaitu:
a.
Hukum kesiapan (Law
of Readiness)
Jika suatu organisme
didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan
tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung
diperkuat.
b.
Hukum latihan
Semakin sering suatu tingkah
laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat.
c.
Hukum akibat
Hubungan stimulus dan respon
cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika
akibanya tidak memuaskan.
2.
Ivan Petrovich Pavlo[3]
(1849-1936)
Teori pelaziman klasik
Adalah memasangkan stimuli yang netral atau stimuli yang terkondisi dengan
stimuli tertentu yang tidak terkondisikan, yang melahirkan perilaku tertentu.
Setelah pemasangan ini terjadi berulang-ulang, stimuli yang netral melahirkan
respons terkondisikan.
Pavlo mengadakan percobaan
laboratories terhadap anjing. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus
bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Contoh situasi percobaan
tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa
disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang
berbeda dari pedagang makan, bel masuk, dan antri di bank. Dari contoh tersebut
diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara
mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan
respon yang diinginkan. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh
stimulus dari luar.
Belajar menurut teori ini
adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang
menimbulkan reaksi.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah
adanya latihan dan pengulangan. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah
terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan.
3.
Edwin Guthrie
Azas belajar Guthrie yang
utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai
suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan
yang sama[4]. Guthrie
juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan
terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang
dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat
terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak
hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara
stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar
peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan
respon bersifat lebih kuat dan menetap.
Guthrie juga percaya bahwa
hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman
yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
4.
Skinner
Menurut Skinner hubungan
antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya,
yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku.
C.
Kelebihan dan kekurangan Menurut B.F. Skinner
1.
Kelebihan
Pada teori ini, pendidik
diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini ditunjukkan dengan
dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan
lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya
kesalahan.
2.
Kekurangan
Beberapa kelemahan
dari teori ini berdasarkan analisa teknologi[5]
adalah bahwa:
1)
teknologi untuk
situasi yang kompleks tidak bisa lengkap; analisa yang berhasil bergantung pada
keterampilan teknologis,
2)
keseringan
respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian.
Disamping itu pula, tanpa
adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi
kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebut akan menyulitkan
lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning, tugas
guru akan menjadi semakin berat.
Beberapa Kekeliruan dalam
penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk
mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan
sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri
kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun
fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk
pada siswa.
D.
Implikasi Teori Behaviorisme dalam
Pembelajaran
Berangkat dari asumsi bahwa belajar merupakan
perubahan perilaku sebagai akibat interaksi antara stimulus dengan respons,
maka pembelajaran kemudian dipandang sebagai sebuah aktivitas alih pengetahuan (transfer of knowledge) oleh guru kepada
siswa. Dalam perspektif semacam ini, terlihat bahwa peran guru dipandang
sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.
Kedudukan siswa dalam konteks pembelajaran behaviorisme menjadi “orang yang tidak tahu apa-apa” dan karena itu perlu diberitahu oleh guru. Dengan demikian perubahan perilaku siswa mesti bersesuaian dengan apa yang dikehendaki oleh guru. Jika terjadi perubahan perilaku yang tidak sesuai maka hal tersebut dipandang sebagai error behavior yang perlu diberikan ganjaran.
Kedudukan siswa dalam konteks pembelajaran behaviorisme menjadi “orang yang tidak tahu apa-apa” dan karena itu perlu diberitahu oleh guru. Dengan demikian perubahan perilaku siswa mesti bersesuaian dengan apa yang dikehendaki oleh guru. Jika terjadi perubahan perilaku yang tidak sesuai maka hal tersebut dipandang sebagai error behavior yang perlu diberikan ganjaran.
Pembelajaran dengan demikian dirancang secara
seragam dan berlaku untuk semua konteks, tanpa mempersoalkan perbedaan
karakteristik siswa maupun konteks sosial dimana siswa hidup. Kontrol belajar
dalam pembelajaran behavioristik tidak memberi peluang bagi siswa untuk berekspresi
menurut potensi yang dimilikinya melainkan menurut apa yang ditentukan.
Mengacu pada berbagai argumentasi yang telah
dipaparkan, maka secara ringkas implikasi teori behavioristik dalam
pembelajaran dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Pembelajaran
adalah upaya alih pengetahuan dari guru kepada siswa
b. Tujuan
pembelajaran lebih ditekankan pada bagaimana menambah pengetahuan.
c. Strategi
pembelajaran lebih ditekankan pada perolehan keterampilan yang terisolasi
dengan akumulasi fakta yang berbasis pada logika liner.
d. Pembelajaran
mengikuti aturan kurikulum secara ketat dan belah lebih ditekankan pada
keterampilan mengungkapkan kembali apa yang dipelajari.
e. Kegagalan
dalam belajar atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan
sebagai kesalahan yang perlu dihukum, dan keberhasilan atau kemampuan
dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah.
f. Evaluasi
lebih ditekankan pada respons pasif melalui sistem paper and pencil test dan
menuntut hanya ada satu jawaban yang benar. Dengan demikian, evaluasi lebih
ditekankan pada hasil dan bukan pada proses, atau sintesis antara keduanya
III.
Langganan:
Postingan (Atom)
Tentang hebatnya mengaji
Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...
-
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ألحمد للّه ربّ العالمين والصلاة والسلام علىا شرف الانبياء والمرسلين سيدنا مح...
-
Biografi Syeikh Mustafa Al-galayaini dan Sosio-Kulturnya Nama lengkap Syeikh Mustafa Al-galayaini adalah Mushthafa bin Muhammad Salim al-...