Kamis, 10 Agustus 2017

Mengenal Perstisida Nabati

Ketika tanaman diserang oleh hama, langkah apa yang seharusnya dilakukan. Bisa dipastikan membuat pestisida nabati sesuai resep yang disarankan. Namun ketika salah satu bahan ternyata tidak ada. Ini menjadi masalah besar. Apakah bisa diganti dengan bahan lain?, ataukah meniadakan salah satu bahan tersebut?

Jadi tidak ada salahnya mengenal lebih dekat dengan apa itu pestisida nabati. Pestisida berasal dari kata pest dan sida. Pest berarti hama secara luas dan sida berasal dari kata ceado yang artinya membunuh. Secara bahasa pestisida berarti pembunuh hama. Sedangkan secara istilah, pestisida adalah semua zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama.

Jadi pestisida nabati adalah membunuh/memberantas hama menggunakan zat kimia yang terkandung dalam tanaman baik daun, batang, akar maupun biji. Bila dilihat dari jenis jasad pengganggu, pestisida digolongkan menjadi :

1. Insektisida,

Insektisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang bisa mematikan berbagai jenis serangga. Misalnya ulat, kutu daun, dan mealybug. Tanaman yang mengandung insektisida misalnya babandotan, akar tuba, cabai, dan biji duku.

2. Herbisida

Herbisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang digunakan untuk mematikan gulma. Tanaman yang mengandung herbisida misalnya belimbing wuluh, cermai, dan apel

3. Fungisida

Fungsida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang digunakan untuk memberantas dan mencegah fungi/jamur dan bakteri. Misalnya furasium, antraknosa, busuk batang dan alternaria. Tanaman yang mengandung fungsida misalnya mint, cengkeh, dan bawang merah

4. Akarisida

Akarisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun dan digunakan untuk mematikan tungau (sejenis laba-laba), tanaman yang mengandung akarisida misalnya cabai merah, gamal, dan kunyit.

5. Rodentisida,

Rodentisida adalah tanaman yang mengandung senyawa kimia yang digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat. Tanaman yang mengandung ridentisida misalnya jeringau, tagetes, dan kunyit.

6. Nemastisida,

Nematisida adalah bahan yang mengandung senyawa beracun dan digunakan untuk mematikan nematoda yang merusak tanaman. Misalnya tanaman yang mengandung nemastisida misalnya Kenikir, dan jahe

Dari berbagai macam pembagian hama inilah sangat penting mengetahui gejala-gejala apa saja yang mengganggu tanaman. Misalnya masalah altenaria atau bercak daun. Alternaria disebabkan danya jamur. Dari sini dibutuhkan fungsida. Melihat penyebaran altenaria dibawa oleh serangga. Oleh karena itu kita butuh juga insektisida. Jadi memadukan bahan yang mengandung insektisida dan fungsida dalam satu masalah.

Dari keterangan diatas sangat jelas bahwa dalam membasmi hama tidak terpaut pada satu resep, tapi bisa menggunakan alternatif lain sebagai pengganti bila tidak ditemukannya pestisida yang telah dianjurkan


PENGARUH PEMIKIRAN FILSAFAT TERHADAP POLA KEHIDUPAN MANUSIA


Pendahuluan
Menurut Bergson, hidup adalah suatu tenaga eksplosif yang telah ada sejak awal dunia yang berkembang dengan melawan penahanan atau pertentangan materi (gerak). Dengan perkembanganya sebafgai gerak keatas, hidup juga mempunyai penahanan gerak ke bawah. Hal ini menyebabkan hidup terbagi-bagi ke arah ayang berbeda.
Dalam latar belakang ini, ketika ada pembagian filsafat, munculah kemungkinan filsafat yang menjelaskan mengenai hidup manusia atau berupa manusia. Jadi, filsafat manusia ini sering disebut dengan antropologia.
Menurut Abbas Hamami dan Koento Wibisono,  pada saat pembangunan sedang digalakkan dengan dukungan ilmu pengengetahuan  Filsafat sebagai Perisai untuk mewujudkan suatu masyarakat yang ideal, yakni masyarakat yang damai, sejahtera, adil dan makmur, baik materi lmaupun spritual.

Rumusan Masalah
Bagaimana ikhtisar pendapat filsafat Antropologi?
Bagaimana keistimewaan manusia?
Bagaimana dengan jiwa manusia?
Bagaimana manusia dan pendidikanya?








Pembahasan
Ikhtisar pendapat filsafat antropologi
Seperti yang tertera dalam ikhtisar pendapat filsafat tersebut, ternyata mengemukakan bahwa manusia itu bukanlah pangkal seluruh sistem, manusia merupakan suatu bagian dari obyek pengendalian filsafat.
Manusia yang menyelidiki suatu permasalahan  yang sedalam-dalamnya, selalu ingin mencari liku-liku kehidupan yang terdapat dalam dirinya sendiri. Ia tentu saja mencari suatu jawaban atas pertanyaan “apakah manusia itu?”. Dengan kata lain dapat ditunjukkan bahwa setiap aliran setiap mempunyai jawaban yang berbeda.
Antara lain aliran tersebut ialah:
Materialisme
Menurut Poedjaunjatna, materialisme merupakan satu-satunya. Artinya bergetarnya sebuah benda itu karena ada yang menggerakkan dan bila itu hilang atau mati, maka benda itu tidak akan bergetar. Sebagai contoh sederhana delmanberjalan karena ada kuda, semakin kencang kuda itu berlari maka roda delman semakin laju. Namun, apabila kuda tersebut mati, maka delman tidak dapat berjalan.
Materialisme belaka
Stoa dan Epikurisme berpendapat bahwa materialisme itu tentu tak punya tempat, sebab masa itu peranan kerohanian amat besar dan hidup manusia terarah pada yang rohanian. Tetapi kemudian setelah ilmu menunjukkan kekuasaan alam dan materialnya, maka minat orang semakin terarah ke kejasmanian daan kemudian pada abad ke-19 munculah aliran materialisme belaka.
Bagi filusuf manusia tak lain dari binatang, binatng tak berjiwa tak bermateria belaka, jadi manusia bermateria belaka. Untuk membuktikannya bahwa yang disebut jiwa itu dalam tindakkanya sebenarnya bergantung kepada materia, sedangkan badan atau materia dapat bertindak tanpa jiwa. Sebagai contoh jantung katak dapat berdenyut diluar badan sedangkan jiwa tak mungkin bertindak jika badanya tak ada.
Jadi kesimpulanya, bahan bergerak sendiri, adapun yang disebut orang pikiran itupun sifat materia, terutama kinerja atau tindakan otak. Dalam segala gerak-geriknya, manusia itu seperti mesin, sekalipun mesin itu ajab, tetapi mesin tetaplah mesin.
Marxisme
Karl Marx daalam hal ini berpendapat bahwa manusia adalah seseorang yang tidak berarti apa-apa, yang berarti itu masyarakat. Artinya yang dimaksud disini ialah manusia hanya berhubungan dengan masyarakat. Adapun masyarakat ini terus berkembang maka perkembangan inilah yang disebut dengan sejarah. Yang menjadi perkembanganya tak lain dengan kekuatan materia yang terdapat pada masyarakat tersebut. Maksud dari kekuata itu ialah kekuatan yang menghasilkan. Adapun kekuatan yang mengasilkan terdorong oleh kemauan untuk hidup. Jadi, kemauan untuk hidup itu keterangan bagi gerak masyarakat.
Idealisme
Idealisme ini kebalikan dari matealisme yaitu kalau pandangan didasarkan atas materia, yang berubah-ubah dan tidak kekal, yang hilang sesudah hidup inu tetap hilang. Maka aliran ini disebut idealisme karena pandangan terhadap manusia terpusat pada umunya yang tidak berubah-ubah, abadi, yang masih terus ada setelah hidup ini habis.
Dalam aliran ini, semuanya membedakan manusia dari binatang, bukanlah manusia itu materia belakang tetapi bukan materian dan bersifat lain dari materia itu. Dapat diakui bahwa manusia ada persamaan dengan dengan binatang, jadi manusia juga mempunyai kebinatangan tetapi yang membedakan bahwa manusia bukanlah dari binatang. Kelainan ini bukanlah perbedaan tingkatan saja, melainkan melainkan jenis keistimewaan manusia.
Menurut pandangan Plato, jiwa manusia itu sudah ada sebelum manusia ada di dunia. Hanya karena suatu hal jiwa itu turun ke dunia dan bersatu dengan badan. Badan dan jiwa tidak merupakan kesatuan dan keseluruhan, malahan jiwa jiwa akan melepaskan diri dari raganya.
Rasionalisme
Menurut Descartes menyatakan bahwa disebut aliran rasionalisme karena aliran ini mementingkan rasio. Dalam rasio terdapat ide-ide dan dengan ide-ide itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan saran atau masukkan dari luar.
Irrasionalisme
Pada aliran ini mengakui jiwa manusia itu di memandang manusia dari sudut kesusilaan ataupun dari keindahanya. Paragmatisme bukanlah aliran rasionalistis karena sebenarnya mengingkari kemampuan rasio, walaupun pengingkaranya tentang jiwa tidak terlalu terang. Pandangan pragmatisme ialah pandangan filsafat hidup, di situ manusia diakui rasionya tetapi pengetahuan rasionya bukanlah pengetahuan yang lengkap.
Aliran ini menaruh minat terhadap manusia yang sudah kita ketahui, bukan manusia umum atau suatu sudut pandang kemanusiaanya. Melainkan antara manusia dengan situasinya.
Keistimewaan manusia
Dari ikhtisar yang sudah di bahas di atas, banyak pemikiran terhadap manusia dalam usaha untuk menjawab pertanyaan “apakah manusia itu”? Dengan kata lain adakah rohani pada diri manusia, ataukah manusia itu hanya merupakan jasmani.
Dengan tidak memutuskan terlebih dahulu aliran mana yang harus kita ikuti, terlebih dahulu kita selidiki gejala-gejala yang nampak pada manusia.
Kita dapat mengetahui semua itu dari kelainan manusia, melalui:
Tertawa
Manusia maupun binatang pasti mengeluarkan bunyi dari alat-alat  yang di miiki masing-masing karena pengaruh dari luar. Binatang pun semacam itu. Jika pada diri manusia, ia  dapat tersenyum, tertawa ketika ia melihat dan mendengar sesuatu. Manusia tertawa karena ia mengerti dan memahami tentang semua yang di lihatnya misalnya manusia melihat lelucon secara tak sadar ia akan tertawa. Namun yang merasakan hal tersebut bukanlah indera saja melaikan hati sanubari juga bisa merasakan.
Begitu pulakah binatang? Binatang tidak memaparkan pengalaman tertawanya. Yang dapat dikatakan dengan tegas ialah bahwa pada diri manusia ada hubungan antara tertawa dan mengerti, namun pada diri binatang tidak semacam itu.
Bahasa
Seperti yang kita ketahui ada tiga macam bahasa yaitu bahasa isyarat, bahasa bahasa lisan dan bahasa tulisan.
Bahasa isyarat
Bahasa ini terjadi kalau orang memaparkan isi hatinya dengan tanda mengangguk, menggeleng-geleng, gerak tangan, dan lain-lain.
Bahasa lisan
Adapun yang disebut bahasa lisan apabila keluar dengan kata-kata, dan kata-kata itu terdiri dari bunyi. Tiap-tiap bunyi yang dikeluarkan manusia itu merupakan kata-kata dan kata-kata itu merupakan bahasa.
Yang disebut dengan kata ialah suatu bunyi yang mengandung pengertian yang ada isinya serta yang menjadi dasar pertama bagi bahasa lisan. Dengan demikian bahasa lisan akan lebih mudah di mengerti.
Selanjutnya adakah binatang mempunyai bahasa? Memang benar  binatang itu mengeluarkan bunyi, namun adakah bahasa di lingkungan binatang? Kalaupun ada semua manusia tidak akan mengerti dengan bahasa binatang bahkan pengajaranya tergolong sangat susah dan sangat lama sebagai contoh burung beo, seperti yang kita ketahui bahwa burung beo pada awalnya tidak bisa berbicara tapi setelah dilatih dan diajari oleh manusia dengan waktu yang lama maka lama kelamaan  burung beo tersebut akan berbicara. Tetapi bukti tersebut tidak menandakan kalau binatang mempunyai bahasa.

Bahasa tulisan
Bahasa tulisan merupakan cara berkomunikasi antara manusia dengan manusia yang lain melalui sebuah tulisan.
Kebudayaan
Bahasa itu memang suatu alat penting dalam pergaulan manusia satu sama lain. Selain itu manusia selalu memanfaatkan kebudayaan melalui bercocok tanam, membuat alat-alat perumahan, alat-alat peternakan serta alat-alat kesenian dengan hasil yang menakjubkan. Dalam penggunaan alat ini terlihat jelas oleh kita, bahwa manusia da hubungan antara alat dengan apa yang hendak dicapainya. Jadi dalam mempergunakan alatmanusia akan lebih mudah menaklukkan dan menguasai alam atau disebut dengan kebudayaan.
Bagaimanakah dengan halnya dengan bangsa binatang? Binatang kebanyakan menggunakan sesuatu sebagai alat , misalnya burung mempergunakan sarangnya untuk mengatasi kesukaran alam yang mengelilingi dirinya. Tetapi, mengertikah mereka itu, bahwa mereka mempergunakan alat? Mungkin alat  yang di maksud disini adalah usaha untuk melindungi diri dari pengaruh luar.
Kekuasaan manusia terhadap binatang
Diantara makhluk yang hidup di dunia ini manusia terlihat begitu lemah saat ia lahir dari kandungan ibunya. Walaupun demikian, manusia yang lemah ini jika mempergunakan kemampuan yang ada pada dirinya, ia akan ditakuti oleh binatang sekalipun binatang itu besar. Ia ditakuti oleh binatang karena alat-alatnya. Tetapi tidak karena itu saja, manusia mempunyai kekuasaan terhadap binatang namun ia juga mempunyai kewibawaan terhadap binatang yang semu itu menunjukkan suatu keistimewaan yang lain kalau dibandingkan dengan binatang.
Moralitas tanggung jawab
Suatu kelainan yang terdapat pada manusia ialah moralitas. Maksud dengan istilah ini ialah adanya perbuatan baik dan buruk pada tingkah laku manusia. Jika manusia mengerti dengan hal yang baik dan mungkin akan bertindak sesuai dengan yang dianggap baik. Tetapi, mungkin juga ia akan bertindak berlawanan atau buruk maka manusia akan berbuat jahat.
Pengetahuan manusia
Dapat disimpulkan pengetahuan manusia adalah segala sesuatu yang belum diketahui manusia dan setelah ia mencari tau, ia akan menjadi tau. Contohnya Mawar hari kemarin tidak dapat mengerjakan tugas yang di berikan kepada gurunya yakni soal IPA nomor lima, setelah ia diberitahu oleh gurunya di kelas, barulah ia dapat mengerjakan soal itu.
Pada dasarnya pengetahuan mempunyai tiga kriteria, yaitu:
Adanya suatu sistem gagasan dan pikiran.
Persesuaian antara gagasan  dengan benda-benda sebenarnya.
Adanya keyakinan antara persesuaian itu.
Sedangkan pengetahuan menurut  sumbernya ada tiga macam, antara lain:
Pengetahuan langsung
Pengetahuan langsung adalah pengetahuan y ang bersumber dari luar dan dari dalam. Contoh pengetahuan yang bersumber dari luar saat kita melihat api melalui indera kita, sedangkan dari dalam saat kita merasakan perasaan senang, sedih, gembira.
Pengetahuan konklusi
Pengetahuan konklusi ialah pengetahuan yang diperoleh melalui penarikan kesimpulan dari data empirik atau inderawi. Contoh apabila kita tahu bahwa diatas sebuah gunung yang tampak ada kebulan asap, kit tahu kalau ada asap pasti ada api yang menyala. Dengan demikian kita dapat mengambil konklusi bahwa di atas gunung itu ada api yang menyala.
Pengetahuan kesaksian
Pengetahuan kesaksian adalah pengetahuan yang diperoleh melalui kesaksian dari orang lain atau berita orang yang bisa dipercaya. Contoh kita mengetahui adanya Tuhan melalui para Rosul dan kitab-kitabNya. Kita pergi berobat kepada seorang dokter yang kita percayai, ia memberikan resep untuk dibeli di apotek, kita tidak mengetahui secara ilmiah apakah obat itu memang menyembuhkan apa tidak tetapi kita tidak ragu saat membeli dan meminumnya. Kebenaran resep dokter itu kita terima saja sebagai kebenaran dengan keyakinan bahwa obat itu menyembuhkan.
Kehendak manusia
Kehendak manusia adalah keinginan manusia yang baru puas, jika ia mencapai yang baik atau sekurang-kurangnya dianggap baik.
Disini kehendak di bedakan menjadi dua, yaitu:

Budi dan kehendak
Tindakan kehendak ini merupakan penerangan terlebih dahulu terhadap budi. Budi mengatakan bahwa sesuatu adalah baik atau setidaknya dianggap baik. Setelah ada penerangan ini barulah kehendak mencapai untuk melakukan hal yang baik.
Kemerdekaan kehendak
Manusia dengan kehendaknya tidaklah sepenuhnya taat kepada budi itu. Kehendak mungkin selalu memilih sedangkan budi tidak memaksa namun hanya menerangi jika kehendak selalu memilih untuk melakukan kebalikan dari yang diajukan oleh budi sebagai sesuatu yang baik.
Jadi, kemerdekaan kehendak ialah kemungkinan pada manusia dengan kehendaknya memilih yang tidak ditentukan dari luar melainkan pada prinsipnya ia dapat menentukan tindakanya itu sendiri.
Dari uraian mengenai pengetahuan manusia dapat disimpulkan bahwa dengan tindakan yang dilakukan dengan pilihan itu manusia ternyata mengatasi binatang dan hal-hal yang hidup selain manusia. Ia dengan kehendaknya mengatsi kejasmnian namun kehendak manusia pun harus dikatakan tidak jasmani, kehendak manusia itu rohani. Manusia berbudi rohani dan berkehendak bebas, itulah keistimewaanya.
Jiwa manusia
Jiwa manusia merupakan rohani. Badan termasuk jasmani dan apabila rusak maka akhirnya mati. jasmani memiliki bagian-bagian sedangkan jiwa tidak memiliki bagian-bagian. Jiwa tidak akan berubah atau rusak.
Dalam jiwa manusia terdapat dua macam, yaitu:
Prinsip hidup
Prinsip hidup yang rohani ini disebut dengan jiwa, sedangkan prinsip hidup jasmani disebut dengan raga. Prinsip hidup inilah yang menjadi pendukung dan pendorong semua tindakan seperti tindakan berfikir dan tindakan kehendak.
Kesatuan manusia
Kesatuan jiwa dan badan memiliki bermacam-macam tindakan dan memiiki bagian-bagian yang tersendiri. Dengan demikian manusia mempunyai jiwanya sendiri dan jiwa itu datangnya bersamaan dengan awal datangnya manusia.
Manusia dan pendidikanya
Manusia merupakan individu yang selalu ingin membutuhkan bantuan orang lain. Sedangkan pendidikan ialah pertolongan orang dewasa terhadap anak supaya anak itu mecapai kedewasaan yang sepenuhnya.
Maka dalam pendidikan diakui benar perlunya latihan untuk menguatkan kehendak. Maksudnya, kehendak yang bebas itu yang mungkin selalu memilih supaya dibiasakan memilih yang baik. Untuk mencari cara yang mana yang baik ini adalah tugas orang yang mendidik.
Begitu pula sebabnya pendidikan mengatakan bahwa ia akan mengantarkan anak-anak didik untuk mencapai kedewasaan. Maksudnya yang dimaksud dengan kedewasaan ialah dapat menanggung dan bertanggung jawab atas tindakaanya. Manusia yang bertanggung jawab ini ialah manusia yang dapat mengatakan dengan sepenuh keyakinan bahwa tindakan yang dilakukan itu adalah baik dan tindakan ini dilakukan atas pilihanya sendiri atas keyakinan tersebut.

PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL MELALUI KITAB MUNTAKHOBAT FIL MAHFUDZOT DI SMK ROHMATUL UMMAH JEKULO KUDUS


Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan juga adalah suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan, masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Pendidikan sebagai bimbingan atau didikan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan anak didik, baik jasmani maupun ruhani, menuju kepribadian yang utama.
Hal ini dapat dilihat dari undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 yang dinyatakan: “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Salah satu proses pendidikan yang ada pada saat ini ialah pembelajaran muatan lokal. Muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, serta lingkungan budaya dan kebutuhan daerah, sedangkan anak didik di daerah itu wajib mempelajarinya.
Secara keseluruhan muatan lokal memiliki fungsi sebagai berikut: pertama, fungsi penyesuaian dalam masyarakat, sekolah merupakan komponen, sebab sekolah berada dalam lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, program sekolah harus disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan daerah dan masyarakat. Demikian juga pribadi-pribadi yang ada dalam sekolah yang hidup dalam lingkungan masyarakat sehingga perlu diupayakan agar setiap pribadi dapat menyesuiakan diri dan akrab dengan daerah lingkungannya.
Kedua fungsi integrasi, peserta didik adalah bagian dari integral dari masyarakat. Karena itu, muatan lokal merupakan program pendidikan yang berfungsi mendidik pribadi-pribadi peserta didik agar dapat memberikan sumbangan kepada masyarakat dan lingkungannya atau berfungsi untuk membentuk dan mengintegrasikan pribadi peserta didik dengan masyarakat.
Ketiga fungsi perbedaan, perserta didik yang satu dengan yang lain berbeda. Pengakuan atas perbedaan berarti memberi kesempatan bagi setiap pribadi untuk memilih apa yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Muatan lokal adalah suatu program pendidikan yang bersifat luwes, yaitu program pendidikan yang pengembangannya disesuaikan dengan minat, bakat, kemampuan dan kebutuhan peserta didik, lingkungan dan daerahnya. Hal ini bukan berarti berarti muatan lokal akan mendidik setiap pribadi yang individuistik, akan tetapi muatan lokal harus dapat berfungsi untuk mendorong dan membentuk peserta didik kearah kemajuan sosialnya dalam masyarakat.
Muatan lokal juga termasuk proses pendidikan yang menanamkan pendidikan karakter. Menurut Zubaedi pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yang intinya merupakan program pengajaran yang bertujuan mengembangkan watak dan tabiat peserta didik dengan cara menghayati nilai-nilai dan keyakinan masyarakat sebagai kekuatan moral dalam hidupnya melalui kejujuran, dapat dipercaya, disiplin, dan kerja sama yang menekankan ranah afektif (perasaan/ sikap), tanpa meninggalkan ranah kognitif (berfikir rasional), dan ranah skill (keterampilan, terampil mengolah data, mengemukakan pendapat dan kerja sama). Dari salah satu nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan tersebut, telah dijelaskan dalam Al-Qur’an yakni:
وَٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ٣٣
Artinya: dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Az- Zumar: 33)
Bersikap benar (sidiq, ash-shidqu) sama dengan bersikap jujur. Jujur ialah perilaku yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Jujur merupakan salah satu sifat baik, orang yang ingin maju mutlak harus memiliki sifat jujur.
Dalam agama Islam, pendidikan karakter juga memiliki kesamaan dengan pendidikan akhlak. Istilah akhlak bahkan sudah masuk ke dalam bahasa Indonesia yaitu akhlak. Menurut Ahmad Muhammad Al-Hufy dalam “Min Akhlak al-Nabiy” ialah azimah (kemauan) yang kuat tentang sesuatu yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi adat (membudaya) yang mengarah pada kebaikan atau keburukan.
Ajaran akhlak dalam islam sangatlah penting sebagaimana ajaran tentang aqidah (keyakinan tauhid), ibadah, dan mu’amalah (kemasyarakatan). Nabi Muhammad Saw bahkan diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, “innama buitstu li- utannima makarim al-akhlak”. Menyempurnakan akhlak manusia berarti meningkatkan akhlak yang sudah baik menjadi lebih baik lagi dan mengikis akhlak yang buruk agar hilang serta digantikan oleh akhlak yang mulia. Itulah kemuliaan hidup manusia sebagai makhluk Allah yang utama. Sebagai kemuliaan akhlaknya, Nabi dimuliakan Allah dengan mengabadikan dalam Al-Qur’an yakni:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤
Artinya: dan Sesungguhnya engkau (muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam : 4).
Risalah mulia inilah yang harus menjadi komitmen dan rujukan gerakan-gerakan islam dalam membangun akhlak masyarakat. Seperti halnya, pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan internalisasi dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.
Pada dasarnya manusia itu makhluk yang berakal budi yakni memiliki hati atau jiwa suci (fitrah) yang melekat dalam dirinya sejak diciptakan. Manusia sebagai makhluk yang berfitrah suci, memiliki jiwa untuk bertuhan, sehingga dari jiwa inilah lahir sifat-sifat baik sebagaimana kehendak Tuhan dan tidak suka terhadap hal-hal buruk sebagaimana larangan Tuhan, yang memantul dalam kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya. Manusia dengan akal budi yang berbasis fitrah makhluk yang berkesadaran, yang membedakan dengan hewan dan makhluk Tuhan yang lain. Karenanya manusia itu sejatinya tahu membedakan antara yang benar dan salah, yang baik dan yang buruk, serta yang pantas dan tidak pantas.
Manusia itu pada dasarnya laksana kertas putih yang membuatnya kotor adalah lingkungan dan keadaan sekitarnya, menurut Muhammad Abduh seperti yang di kutip Syamsul Nizar, pendidikan yang berbasis fitrah dapat mengembangkan fungsi akal dan agama, melalui fitrah akal manusia akan mampu berfikir secara rasional sedangkan melalui fitrah agama akan tertanam pilar-pilar kebaikan yang kemudian akan terimplikasi dalam seluruh aktivitas hidupnya.
Menurut pandangan Ki Hajar Dewantara, bahwa syarat-syarat pendidikan yang mengajarkan keilmuan haruslah terkait dengan lima hal yaitu: ilmu hidup batin manusia (ilmu jiwa, psikologie), ilmu hidup jasmani manusia (fysiologie), ilmu keadaban atau kesopanan (etika atau moral). Ilmu keindahan atau ketertiban lahir (estetika), dan ilmu pendidikan (ikhtisar cara-cara pendidikan) karena itu Ki Hajar memaknai pendidikan sebagai “tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik bagi manusia maupun masyarakat.
Salah satu sekolah yang menanamkan pendidikan karakter melalui pembelajaran muatan lokal yakni SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus. Sekolah tersebut menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui pemelajaran muatan lokal dengan kitab Muntakobat Fil Mahfudzot dimana pembelajaran tersebut siswa-siswanya harus hafal isi dari kitab tersebut dan mengamalkan pada sesama teman maupun dalam lingkungan masyarakat.
Misalnya seorang siswa menghafalkan isi kitab Muntakobat Fil Mahfudzot, bait nomor dua yakni al wa’du dainun (janji-janji iku utang). Dalam hal ini apabila seorang siswa yang berjanji kepada temannya atau orang lain jika tidak ditepati maka ia termasuk berhutang janji kepada temannya atau orang tersebut. Maka seoarang siswa tersebut wajib menepatinya agar ia tidak berdosa.
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal bagi siswa sangatlah penting untuk menjadikan manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan  dan berakhlak mulia serta mendorong atau membentuk peserta didik kearah kemajuan sosialnya dalam masyarakat. Oleh karenanya, penulis ingin mengetahui bagaimana “Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Muatan Lokal Melalui Kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus”

Fokus Penelitian
Setelah melakukan penjelajahan umum di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus maka situasi sosial yang ditetapkan sebagai tempat penelitian adalah SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus. Dengan fokus penelitian yang diarahkan pada penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot.
Secara lugas judul dalam penelitian ini adalah “Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Muatan Lokal Melalui Kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus.
Rumusan Masalah
Dari uraian penjelasan latar belakang di atas dapat ditarik beberapa masalah yaitu:
Bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus?
Faktor apa sajakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pembelajaran di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus?
Bagaimana solusi mengatasi hambatan dan cara meningkatkan kualitas penananman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus.
Untuk mengetahui Faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pembelajaran di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus.
Untuk mengetahui solusi mengatasi hambatan dan cara meningkatkan kualitas penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus.
Manfaat Penelitian
Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat, manfaat tersebut bisa bersifat teoritis dan bersifat praktis:
Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat:
Melengkapi referensi yang telah ada, sehingga dapat memberikan pengetahuan bagi semua pihak, disamping itu hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi guru mengenai bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus.
Untuk pengembangan ilmu pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus.
Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat:
Dapat menambah wawasan guru tentang penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran muatan lokal melalui kitab Muntakhobat Fil Mahfudzot di SMK Rohmatul Ummah Jekulo Kudus.
Siswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dari bangku perkuliahan dan dapat mengaplikasikannya pada saat menjadi guru.

METODE QUANTUM TEACHING

PRINSIP, TEKNIK BESERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


Latar Belakang

Quantum Teaching merupakan konsep yang diturunkan dari Quantum Learning yang mempunyai motto membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Dari konsep Quantum Learning dalam dunia bisnis disebut Quantum Bisnis. Begitu pula konsep Quantum Learning yang akan diterapkan dalam belajar mengajar maka dibentuklah Quantum Teaching.
Quantum Teaching merupakan sebuah strategi untuk mempraktikkan Quantum Learning di ruang kelas yang pembelajaranya dapat menghemat waktu, mempertajam pemahaman dan daya ingat serta membuat belajar menjadi menyenangkan.


Rumusan Masalah
Apa pengertian  metode quantum teaching?
Bagaimana prinsip dan teknik metode quantum teaching?
Apa saja kelebihan dan kekurangan metode quantum teaching?


Pembahasan
Pengertian Metode Quantum Teaching

Quantum teaching merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan untuk menunjang keberhasilan yang berkaitan dengan perbedaan, interaksi serta aspek-aspek yang dapat memaksimalkan pembelajaran. Model pembelajaran quantum teaching terdiri dari dua tahap, antara lain:
Tahap pertama (konteks)
Tahap pertama yaitu tahap persiapan sebelum terjadi interaksi didalam kelas. Tahap pertama memiliki empat aspek, yaitu:
Suasana
Landasan
Lingkungan
Rancangan
Tahap kedua (isi)
Tahap kedua merupakan tahap pelaksanaan interaksi belajar yang meliputi:
Presentasi
Fasilitas
Keterampilan belajar
Keterampilan hidup


Prinsip dan Teknik Metode Quantung Teaching
Metode quantum teaching akan membantu siswa dalam menumbuhkan minat untuk terus belajar dengan semangat. Dalam metode quantum teaching bahasa tubuh sangat ditekankan dalam pembelajaran seperti tersenyum, bahu tegak, mengadakan kontak mata dengan siswa. Guru tidak dianjurkan duduk manis diatas kursi dengan raut muka tanpa ekspresi dan terpaku dengan buku teks yang dimiliki sehingga mengesankan suasana belajar menakutkan.
Menurut Bobbi Deporter ada lima prinsip utama dalam metode quantum teaching, yaitu:
Segalanya berbicara
Semua berawal dari lingkungan kelas sampai bahasa tubuh, kertas yang dibagikan dan bahan pelajaran lainnya harus menyampaikan pesan tentang belajar.
Segalanya bertujuan
Semua aktivitas yang dilakukan oleh guru hendaknya tidak lepas dari tujuan. Guru boleh menyampaikan tujuan yang diinginkan kepada siswa atau tidak menyampaikan tergantung situasi dan kondisi.
Pengalaman sebelum pemberian nama
Siswa dianjurkan untuk mencari sebanyak mungkin informasi mengenai materi yang akan diajarkan di kelas.
Akui setiap usaha
Guru hendaknya menghargai semua usaha yang dilakukan siswa sekecil apapun usaha itu.
Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan
Guru harus memberi pujian pada siswa yang aktif saat pembelajaran berlangsung dan selalu berprestasi. Guru hendaknya merayakan dengan memberi tepuk tangan, memberi hadiah atau dengan perkataan seperti “bagus”.
Quantum teaching memberikan teknik pembelajaran yang memberdayakan potensi siswa. Teknik tersebut antara lain:
Tenik AMBAK
AMBAK merupakan singkatan dari “apa manfaat bagiku”. Tenik ini menekankan perasaan dalam diri siswa bahwa apa yang mereka pelajari akan memberikan manfaat yang besar. Penjabaran teknik AMBAK sebagai berikut:
A: Apa manfaat bagiku
Dalam pembelajaran ini guru hanya memberikan pengarahan kemudian siswa melakukan pengamatan. Misalnya pelajaran tentang akhlak, guru hanya menjelaskan prinsip dari akhlak-akhlak tersebut kemudian siswa dibawa ke sebuah pasar dan mengamati interaksi yang ada di pasar.
M: Manfaat
Terkadang guru lupa menjelaskan manfaat yang diperoleh dari pelajaran yang diajarkan. Contohnya pelajaran tentang wundhu. Guru hanya menjelaskan syarat sah dan rukun wundhu. Dalam hal ini siswa akan tertantang untuk mempelajari semua hal dengan lebih mendalam.
BAK: Bagiku
Manfaat apa yang diperoleh siswa di kemudian hari. Misalnya pelajaran tayamum. Bagi siswa yang berada didaerah dengan pasokan air yang melimpah, pelajaran tayamum tidak begitu berarti tetapi guru harus bisa menjelaskan cara bersuci dengan tayamum karena dikemudian hari akan bermanfaat, ketika sedang sakit yang tidak diperbolehkan terkena air atau ketika dalam perjalanan.
Teknik TANDUR
TANDUR ditunjukkan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar sehingga proses penyampaian materi dapat berjalan dengan baik. Teknik TANDUR yakni:
T: Tumbuhkan
Tumbuhkan minat siswa dengan memuaskan “Apa manfaatnya bagiku” dan manfaatnya bagi kehidupan mereka. Dengan demikian seorang guru tidak hanya memposisikan dirinya sebagai pentransfer ilmu pengetahuan saja tetapi sebagai fasilitator, mediator dan motivator.
A: Alami
Masing-masing siswa memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam hal ini guru memberikan pengalaman yang dapat dipahami semua siswa. Guru harus menciptakan suasana yang alami tanpa membedakan antara siswa yang satu dengan yang lain.
N: Namai
Guru harus memberikan pengantar materi yang akan disampaikan. Selain itu, guru harus bisa memberikan kata kunci terhadap materi yang dianggap sulit. Dengan demikian semua materi yang sulit akan menjadi mudah.
D: Demostrasikan
Berikan kesempatan kepada siswa untuk “menunjukkan bahwa mereka tahu”. Hal ini dilakukan dengan memberikan mereka kesempatan untuk mempraktikkan apa yang telah mereka terima.
U: Ulangi
Pengulangan materi dalam suatu pelajaran akan membantu siswa mengingat materi yang telah diajarkan.
R: Rayakan
Rayakan dapat dilakukan dalam bentuk pujian, memberikan hadiah dan tepuk tangan. Hal ini bertujuan agar siswa termotivasi.
Kelebihan dan kekurangan Quantum Teaching
Kelebihan Quantum Teaching
Selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa.
Adanya kerjasama.
Belajar terasa menyenangkan.
Meningkatkan motivasi.
Kekurangan Quantum Teaching
Memerlukan persiapan yang matang bagi guru.
Memerlukan fasilitas yang memadai.
Model ini banyak dilakukan di luar negeri sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia.
Kurang mengontrol siswa.
Kesimpulan
Pengertian Metode Quantum Teaching
Quantum teaching merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan, untuk menunjang keberhasilan yang berkaitan dengan perbedaan, interaksi serta aspek-aspek yang dapat memaksimalkan pembelajaran.
Prinsip dan Teknik Metode Quantung Teaching
Menurut Bobbi Deporter ada lima prinsip utama dalam metode quantum teaching, yaitu:
Segalanya berbicara
Segalanya bertujuan
Pengalaman sebelum pemberian nama
Akui setiap usaha
Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan
Quantum teaching memberikan teknik pembelajaran yang memberdayakan potensi siswa. Teknik tersebut antara lain:
Tenik AMBAK
Teknik TANDUR
Kelebihan dan kekurangan Quantum Teaching
Kelebihan Quantum Teaching
Selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa.
Adanya kerjasama.
Belajar terasa menyenangkan.
Meningkatkan motivasi.
Kekurangan Quantum Teaching
Memerlukan persiapan yang matang bagi guru.
Memerlukan fasilitas yang memadai.
Model ini banyak dilakukan di luar negeri sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia.
Kurang mengontrol siswa.



DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Fathurrohman, Model-Model Pembelajaran Inovatif, Jogyakarta:  Ar-Ruzz, 2015.
Nasih, Ahmad Munjin dan Lilik Nur Kholidah, Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Bandung: Rafika Aditama, 2013.
http://www.google.com/makalah-Quantum-teaching.

Selasa, 08 Agustus 2017

BAL (bakteri asam laktat)

Dalam bercocok tanam, pemilihan media, penggunaan Pupuk dan pengendalian hama sangat penting dan tidak bisa dipisahkan. Namun sebenarnya inti dari pertanian terletak dari persiapan media dan upaya pengendalian hama.

Media tanam yang baik akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun faktor hama dapat menjadikan pertumbuhan tanaman terganggu.

Sebenarnya pengendalian hama tidaklah cukup dengan menggunakan pestisida nabati dari berbagai macam tanaman saja. Karena kultur jaringan tanaman yang pernah terserang hama sudah pernah terinfeksi oleh hama. Disadari atau tidak, hasilnya akan berbeda dengan yang sehat tak pernah terkena hama.

Nah, inti dari pokok pembahasan diatas adalah bagaimana caranya agar tanaman kita tahan terhadap serangan hama, dan keadaan cuaca yang tak menentu seperti saat ini.

Bakteri Asam Laktat (BAL)

Bakteri asam laktat adalah sekelompok bakteri yang biasanya digunakan untuk fermentasi makanan atau minuman, seperti dalam pembuatan yoguart. Bakteri ini sangat baik bila diaplikasikan pada tanaman.

Beberapa BAL yang sering digunakan dalam pengolahan pangan adalah Aerococcus, Bifidobacterium, Carnobacterium, Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Oenococcus, Pediococcus, Streptococcus, Tetragenococcus, Vagococcus, dan Weissella.

Contoh produk makanan yang dibuat menggunakan bantuan BAL adalah yogurt, keju, mentega, sour cream (susu asam), dan produk fermentasi lainnya.

Cara mendapatkan bakteri asam laktat dari Kacang Buncis

BAHAN:
1 kg Buncis
1 ons Gula merah /putih 1

ALAT:
Blender
Botol steril

CARANYA:
Kacang buncis dikukus, tambhkan sdikit gula lalu diblender.
Waktu Jus buncis hangat, tuangkan ke dalam botol.
Tutup botol lalu disimpan dalam kulkas selama 7 s/d 14 hari.
Selama disimpan cairan dan padatan dalam botol akan terpisah. Cairan dalam botol adalah Bakteri asam laktat murni.

Gunakan cairan ini untuk menyiram media tanam dan akar tanaman. Bisa juga untuk sprai pada tanaman. Dosis 50ml/lt

Senin, 07 Agustus 2017

Kiriyuh sebagai pengendali OPT

Banyak sekali tentara hama yang menyerang tanaman, baik melalui jalur udara, jalur darat, dalam tanah maupun air. Bahkan sampai ada tentara hama yang memakai baju pelindung, sehingga sulit sekali bagi petani untuk mengalahkannya.

Berbagai senjata dari ekstrak tanaman tentunya sudah digunakan, namun ketika senjata itu ditembakkan, tentara hama itu tiba-tiba sembunyi dibalik rumahnya, dan selamat dari rodal petani. Ya... dia itulah keong, siput, dan bekicot.

Namun tanaman kali ini mampu mengalahkan tentara bertopeng baja tersebut. Penasaran bukan, langsung saja;

KIRIYUH/KETEPOS

Kiriyuh merupakan tanaman tahunan berbentuk semak belukar dengan tinggi dapat mencapai 6 – 8 m. Letak daunnya berhadapan, berwarna merah kecoklatan pada waktu muda dan mengeluarkan aroma bila diremas. Bunganya seragam mempunyai jumlah 20 – 35 buah

Sasaran OPT;
Kutudaun, ulat daun kubis, keong

Bahan yang dibutuhkan;
- 400 g daun kiriyuh kering
- 10 liter air
- 10-15 ml minyak sayur
- Panci
- Ember

Cara pembuatan;
Didihkan daun kiriyuh dalam air selama 10 menit. Dinginkan, kemudian saring dan beri minyak sayur.

Cara penggunaan;
Campurkan ramuan dengan 10lt air. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang hama pada pagi atau sore hari.

Minggu, 06 Agustus 2017

Kipahit sebagai pengendali OPT

Berbagai bahan untuk pembuatan pupuk dan pestisida  telah banyak ditemukan. Tetapi, bahan-bahan tersebut banyak kekurangannya jika berdiri sendiri sebagai bahan utama. Sehingga mesti ditambah dengan bahan lain, ataupun harus dalam jumlah besar.

Diantara bahan alami tersebut, ada beberapa tanaman yang dapat menyediakan nutrisi seimbang bagi tanaman. Salah satunya adalah tanaman pengendali OPT berikut ini;

KIPAHIT/KEMBANG BULAN

Kipahit merupakan tumbuhan asli dari Meksiko dan Amerika Tengah, tumbuhan ini telah diintroduksi ke sebagian besar negara-negara tropis, dan telah beradaptasi di Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara

Sasaran OPT;
Spodoptera exigua, Liriomyza sp., Alternaria sp., dan Karat daun

Bahan yang dibutuhkan;
- 8 kg kipahit
- 6 kg Laos
- 6 kg serai wangi
- 20 lt air
- Pisau
- Alat tumbuk
- Ember
- Drum
- jerigen (20 liter)

Cara pembuatan;
Semua bahan dicincang, Ditumbuk sampai halus dan dimasukkan ke dalam ember/ drum yang telah diisi air. Setelah itu diamkan selama 24 - 48 jam, dan saring.

Cara penggunaan;
Tambahkan air sampai larutan menjadi 20 liter. Untuk penyemprotan 1 ha dicampur lagi dengan air sebanyak 580 liter. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang hama pada pagi atau sore hari

Jumat, 04 Agustus 2017

Kaliandra sebagai pengendali OPT

Segala sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan untuk bekerjasama dan saling membutuhkan, seperti matahari yang membutuhkan siang, dan bulan yang selalu menanti malam. Begitu pula hewan yang membutuhkan tanaman untuk makananya.

Banyak sekali macam tanaman yang bisa dijadikan pakan ternak, termasuk tanaman yang akan kita bahan kali ini. Dan yang paling menarik adalah tanaman tersebut bisa digunakan sebagai pengendali OPT;

KALIANDRA

Kaliandra adalah marga sekelompok tumbuhan berbuah polong (legum), dengan anggota sekitar 200 jenis. Bentuknya berupa pohon berukuran sedang dengan bunga tersusun majemuk.

Kaliandra merupakan tanaman perdu yang mempunyai batang berkayu, bertajuk lebat, dapat mencapai tinggi hingga 45 meter dan mempunyai perakaran yang dalam hingga 1,5 meter sampai 2 meter. Tanaman ini juga mampu tumbuh di semua jenis tanah, tahan pangkasan, cepat bersemi dan lebat.

Sistem perakaran tanaman kaliandra dapat membentuk bintil akar, bintil akar ini dapat menyerap nitrogen dan menjadikan tanah subur. Salah satu jenis kaliandra yang paling di kenal adalah jenis kaliandra bunga merah (calliandra calothyrsus).

Sasaran OPT;
Belalang

Bahan yang dibutuhkan;
- 500g Daun atau kulit kaliandra
- 1lt air
- alat penumbuk/blender

Cara pembuatan;
Cincang/cacah daun atau kulit kaliandra, masukan kedalam botol/drigen yang di isi air. Kemudian diamkam semalam, dan saring ambil airnya.

Cara penggunaan;
Larutan di semprotkan pada tanaman yang terserang hama pada pagi hari, atau malam hari. Dosis 50 ml/lt

Kamis, 03 Agustus 2017

Ketumbar sebagai pengendali OPT

Hidup bermasyarakat itu seperti bumbu pada masakan, dari beragam pemikiran dan latar belakang akan menjadikan masyarakat yang baik. Begitu pula dengan beragam rempah akan menghasilkan citra rasa yang sesuai dengan selera yang di inginkan.

Sebenarnya bukan hal baru jika rempah/bumbu dapur bisa dijadikan sebagai pengendali OPT, langsung saja;

KETUMBAR

Ketumbar merupakan tanaman berbentuk semak semusim dengan tinggi ± 1 m. Batang, berkayu, lunak, beralur, berlubang, percabangan dikotom, hijau. Daunnya maiernuk, berbagi
menyirip, berseludang dengan tepi daun berwarna putih, hijau keputih-putihan.

Bunganya berjenis majemuk berbentuk payung dengan tangkai panjang 5-10 cm, berwarna putih dengan kelopak yang terdiri dari 5 lembar lepas satu sama lain, panjangnya 2-3 mm, berwarna hijau. Mahkotanya terdiri dari 5 daun mahkota, putih atau merah muda. Buahnya kotak, bulat, ketika muda warnanya hijau setelah tua warnanya kuning kecoklatan. Bijinya bulat berwarna coklat.

Sasaran OPT;
Spider mites , dan Cendawan

Bahan yang dibutuhkan;
- 200 gram biji ketumbar
- 1 liter air
- Panci
- Alat penumbuk/blender
- Ember

Cara pembuatan;
Hancurkan biji ketumbar. Rebus dalam air selama 10 menit. Dinginkan, dan saring.

Cara penggunaan;
Tambahkan larutan ketumbar dengan 2 liter air. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang hama pada pagi hari.

Rabu, 02 Agustus 2017

Kenikir sebagai pengendali OPT

Bunga memiliki daya keindahan yang dapat membuat takjub orang. Oleh karena itu bunga memiliki nilai seni yakni dari segi keindahannya.

Bunga juga bisa digunakan untuk mengungkapkan perasaan seseorang, ketika dia tak mampu berkata-kata didepan orang yang dicintainya, saat itulah bunga yang berbicara seakan mengungkapkan semua perasaan cintanya.

Selain itu bunga juga bisa digunakan sebagai pengendali OPT;

KENIKIR

Kenikir merupakan tumbuhan berbentuk herba dengan tinggi 0,5-1,5 m dan merupakan tanaman semusim. Batangnya berbentuk bulat, tegak, beralur, bercabang, dan berwarna putih kehijauan.

Kenikir termasuk tumbuhan berdaun majemuk, berbentuk lanset, dengan ujung runcing, tepi bergengi, panjangnya 3-15 cm, dan berwarna hijau. Bunganya majemuk, berbentuk cawan, dengan tangkai panjang, daun pembalut berbentuk lonceng, kepala putik bercabang dua berwarna kuning. Sedangkan benang sari berwarna
kuning atau ungu, berbentuk lonceng dengan panjang 1-1,5 cm.

Biji kenikir berbentuk jarum dan berwarna hitam. Tumbuhan ini mempunyai akar tunggang dan berwarna putih kekuningan.

Sasaran OPT;
Cendawan, Nematoda, Bengkak akar, Semut, kutu daun, dan Anjing tanah (orong-orong)

Bahan yang dibutuhkan;
- Seluruh bagian tanaman yang
sedang berbunga
- Deterjen/sabun
- Alat penyaring
- Drum
- Air secukupnya

Cara pembuatan;
Isi drum dengan air sekitar  ½ - ¾ drum, kemudian masukan tanaman kenikir sampai batas dibawah air. Biarkan selama 5 – 10 hari. Aduk secara berkala.

Cara penggunaan;
Saring larutan sebelum digunakan. Kemudian campurkan larutan
dengan 1 sendok teh deterjen.
Sprai pada tanaman yang terserang hama pagi hari, dosis 50ml/lt

Selasa, 01 Agustus 2017

Kelor sebagai pengendali OPT

Sayur bening merupakan salah satu menu makanan yang kerapkali ditemukan dalam berbagai kesempatan, baik di rumah pribadi atau di restoran, sayur bening selalu tersedia dan dibuat dari berbagai jenis sayuran.

Tahukah anda bahwa salah satu sayuran yang bisa dijadikan sayur bening juga berfungsi sebagai pengendali OPT, saya yakin tidak asing pada tanaman satu ini;

KELOR

Kelor adalah pohon yang tingginya mencapai 7 -11 meter, batangnya berkayu, berbentuk bulat, bercabang, berbintik hitam berwarna putih kotor. Daunnya majemuk dengan panjang 20-60 cm, anak daun berbentuk bulat telur, tepi rata dengan ujung berlekuk, menyirip ganjil warna hijau.

Kelor berbunga majemuk dengan bentuk malai yang letak di ketiak daun,
panjangnya 10-30 cm. Bijinya bulat, bersayap tiga warnanya hitam. Akarnya tunggang warna putih kotor.

Sasaran OPT;
Antraknosa (patek), Early blight (bercak daun sejenis altenaria), Fruit rot (busuk buah seperti pada cabai, tapi bukan karena ulat), Leaf spot (bercak daun, biasanya pada padi,  warnanya coklat seperti terbakar) ket. Menyusul dibagian akhir setelah tanaman pengendali OPT selesai.

Bahan yang dibutuhkan;
- 5 kg daun kelor
- 15 liter air
- Pisau
- Alat Penumbuk/Blender
- Saringan

Cara pembuatan;
Daun kelor dicuci sampai bersih, setelah itu dicacah, tumbuk sampai halus, dan tambahkan air. Rendam selama 24 jam, dan saring.

Cara penggunaan;
Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...