Selasa, 20 September 2016

FILSAFAT DAN PENDIDIKAN


Filsafat Adalah Ilmu pengetahuan yang memikirkan segala sesuatu secara Radikal, Universal, Sistematis, Demi mencapai kebenaran yang hakiki, filsafat merupakan kegiatan berfikir dan produk berfikir.
Sedangkan pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi manusiawi peserta didik, baik potensi fisik, potensi cipta, rasa maupun karsa agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan kehidupan. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan secara menyeluruh. Pendidikan bertujuan mmenyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan organis, harmonis, dinamis guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. JadiFilsafat pendidikanAdalah ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam lapangan pendidikan. Oleh karena itu bersifat filosof terhadap lapangan pendidikan. Hubungan antara filsafat dan pendidikan tapaknya tidak dapat dipisahkan lagi, karena kajian filsafat dan pendidikan harus menoleh kembali pada hakekat manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan. Pertanyaan yang mengarah kepada pemikiran filsafat pendidikan yang menurut Jacques Maritain dikutip kembali oleh Jalaluddin (1996:16) berawal dari: siapa kita, di mana kita dan kemana kita akan pergi, dikaji dalam konteks tujuan penciptaannya. Ketiga pertanyaan yang sederhana itu dihubungkan dengan fungsi dan hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan. Dan kiranya arti inilah yang mendorong para filosof mengarahkan pandangan mereka pada konsep agama
Beberapa aliran filsafat pendidikan adalah:
Filsafat pendidikan Progresivisme, yang didukung oleh filsafat pragmatisme;
Filsafat pendidikan esensialisme, yang didukung oleh idealisme dan realisme;
Filsafat pendidikan perenialisme, yang didukung oeh idealisme.
Objek penyelidikan filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada, tidak terbatas. Inilah yang disebut dengan objek material filsafat. Dengan demikian yang membedakan antara objek filsafat dan ilmu pengetahuan lainnya adalah Filsafat bisa kita bedakan dengan ilmu pengetahuan lainnya dari segi sifat penyidikannya. Filsafat memiliki sifat mendalam dalam penyelidikan sesuatu. Di sinilah letak perbedaan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan lainnya. Filsafat berbeda dari ilmu pengetahuan karena beda objek formalnya.
Objek penyelidikan ilmu pengetahuan hanya terbatas pada sesuatu yang bisa diselidiki secara ilmiah saja, dan jika sudah tidak dapat diselidiki lagi maka ilmu pengetahuan akan terhenti sampai situ saja. Tetapi penyelidikan filsafat tidaklah demikian, filsafat akan terus bekerja hingga permasalahannya dapat ditemukan sampai ke akar-akarnya. Bahkan filsafat baru menampakkan hasil kerjanya manakala ilmu pengetahuan sudah terhenti penyelidikannya, yakni ketika ilmu tidak mampu memberi jawaban atas masalah. Inilah suatu ciri khas sifat penyelidikan fisafat, yang tidak dimiliki oleh ilmu pengetahuan. Sedangkan Kesamaan Antara filsafat dengan ilmu pengetahuan adalah objek filsafat yang dimaksud adalah objek materialnya, sebab ilmu pengetahuan pun mempunyai objek material yang sama dengan filsafat, yaitu segala yang ada dan yang mungkin ada.
Dapat disimpulkan Sifat – sifat penyelidikan dalam filsafat mempunyai tiga tahap :
Tahap Pertama, Menyeluruh, artinya melihat atau memandang objeknya secara menyeluruh (totalitas).
Tahap kedua, Mendasar, artinya filsafat menyelidiki objeknya sampai ke akar – akarnya, sampai ditemukannya hakikat sesuatu yang diselidiki.
Tahap Ketiga, Spekulatif, artinya hasil yang diperoleh dari penyelidikan filsafat baru berupa dugaan-dugaan belaka, dan bukan kepastian. Dugaan dugaan yang dimaksud disini, adalah dugaan-dugaan yang logis, masuk akal dan rasional, bukan dugaan yang hampa.
Menurut progresivisme, niai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan niai teah disimpan daam kebudayaan. Beajar berfungsi untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompeks. Kurikulum baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat di sesuaikan dengan kebutuhan.

Kebutuhan Filsafat dan Pendidikan
Cara kerja dan hasil filsafat dapat dipergunakan untuk memecahkan masaah hidup dan kehidupan manusia, sedangkan pendidikan merupakan salah satu dari aspek kehidupan tersebut karena hanya manusialah yang dapat melaksanakan dan menerima pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan memerlukan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan, yang hanya terbatas pada pengalaman. Dalam pendidikan akan muncul masalah - masalah yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih kompleks, yang tidak dibatasi oeh pengalaman ataupun fakta faktual, dan tidak memungkinkan untuk dijangkau oeh ilmu.
Seorang guru, baik sebagai pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan, harus mengetahui filsafat dan filsafat pendidikan.seorang guru harus memahami filsafat pendidikan karena tujuan pendidikan selalu berhubungan langsung dengan tujuan kehidupan individu dan masyarakat penyelenggara pendidikan. hubungan antara filsafat dan pendidikan adalah filsafat menelaah realitas dengan luas dan menyeluruh, sesuai dengan karakteristik filsafat yang radikal, sistematis, dan menyeluruh. Konsep tentang dunia dan tujuan hidup manusia yang merupakan hasil dari studi filsafat akan menjadi landasan dalam menyusun tujuan pendidikan. Dengan demikian, bangun sistem pendidikan dan praktik pendidikan akan dilaksanakan berorientasi pada tujuan pendidikan ini. Menurut Brubacher (1950) (Sadulloh, 2003) mengemukakan, hubungan antara filsafat dan filsafat pendidikan bahwa filsafat tidak hanya melahirkan ilmu atau pengetahuan baru, tetapi melahirkan pendidikan. Dengan demikian, filsafat pendidikan harus dapat menjawab pertanyaan pertanyaan mendasar daam pendidikan. Sadulloh merumuskan empat pertanyaan mendasar pendidikan sebagai berikut.
Apakah pendidikan itu
Mengapa manusia harus melaksanakan pendidikan
Apakah seharusnya dicapai dalam proses pendidikan
Dengan cara bagaimana cita – cita pendidikan, baik yang tersurat maupun yang tersirat dapat dicapa
Jawaban atas keempat pertanyaan tersebut sangat bergantung dan ditentukan oeh pandangan hidup dan tujuan hidup manusia, baik secara individu maupun secara bersama-sama (masyarakat atau bangsa). Filsafat pendidikan tidak hanya terbatas pada fakta faktual, tetapi harus sampai pada penyelesaian tuntas tentang baik dan buruk, tentang persyaratan hidup sempurna.  Ini berarti pendidikan adalah pelaksana dari ide-ide filsafat. Dengan kata lain, filsafat memberikan asas kepastian bagi nilai peranan pendidikan dan aktivitas penyelenggaraan pendidikan.
Jadi, peranan filsafat pendidikan merupakan sumber pendorong adanya pendidikan. Dalam bentuk yang lebih terperincian lagi. Filsafat pendidikan menjadi jiwa dan pedoman asasi pendidikan. Pendidikan merupakan usaha untuk  merealisasikan ide-ide  ideal dari filsafat menjadi kenyataan, tindakan, tingkah laku, dan pembentukan kepribadian.

Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat pendidikan islam memperbincangkan filsafat tentang pendidikan bercorak Islam yang berisi berbagai perenungan mengenai pendidikan Islam dan usaha usaha pendidikan yang dilaksanakan agar berhasil sesuai dengan hukum-hukum islam. Filsafat pendidikan yang berdasarkan islam adalah pandangan dasar tentang pendidikan yang bersumberkan ajaran islam dan yang orientasi pemikirannya berdasarkan ajaran tersebut. Dengan kata lain, filsafat pendidikan islam adalah suatu analisis atau suatu pemikiran rasional, kritis, sistematis, radikal dan universal untuk memperoleh pengetahuan mengenai hakikat pendidikan islam.
Asy-Syaibany menandaskan bahwa filsafat pendidikan islam harus mengandung unsur – unsur dan syarat – syarat sebagai berikut:
Dalam segara prinsip, kepercayaan, dan kandungannya sesuai dengan roh (spirit) islam.
Berkaitan dengan realitas masyarakat dan kebudayaan serta sistem sosia, ekonomi, dan politiknya.
Bersifat terbuka terhadap segala pengalaman baik (hikmah)
Pembinaanya berdasarkan pengkajian yang mendalam dengan memperhatikan aspek –aspek yang melingkungi.
Bersifat universal dengan standar keimuan.
Selektif, dipiih yang penting dan sesuai dengan roh agama islam.
Bebas dari pertentangan dan persanggahan antara prinsip – prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasarnya.
Proses percobaan yang sungguh – sungguh terhadap pemikiran pendidikan yang sehat, mendalam, dan jelas.
Objek kajian filsafat pendidikan islam, menurut Abdul Munir Mulkhan, dibedakan menjadi jenis, yaitu objek material dan objek formal. Obyek material filsafat pendidikan islam adalah bahan dasar yang dikaji dan di analisis, sementara obyek formalnya adalah cara pendekatan atau sudut pandang terhadap bahan dasar tersebut. Dengan demikian obyek material filsafat pendidikan islam adalah segala usaha manusia untuk menciptakan kondisi yang memberi peluang perkembangan kecerdasan, pengetahuan, dan kepribadian manusia melalui pendidikan. Adapun obyek formalnya adalah Aspek khusus usaha manusia secara sadar, yaitu menciptakan kondisi yang memberi peluang pengembangan kecerdasan, pengetahuan, dan kepribadian sehingga manusia memiliki kemampuan untuk menjalani dan menyelesaikan permasalahan hidupnya dengan menempatkan islam sebagai hudan dan furqon. Menurut Arifin filsafat pendidikan islam merupakan ilmu yang ekstensinya masih dalam kondisi permulaan perkembangan sebagai disipin keimuaan pendidikan. Demikian pua sistematikannya, filsafat pendidikan islam masih dalam proses penataan yang akan menjadi penunjuk arah bagi teorisasi pendidikan islam.

Daftar Pustaka
Hamdani, Filsafat Sains, Bandung, Pustaka Setia, 2011
Praja S. Juhaya, Aliran-Aliran Filsafat & Etika, Bandung, Prenada Media, 2003
Efferi Adri, Filsafat Pendidikan Islam, Kudus, Nora Media Enterprise, 2011

Sabtu, 17 September 2016

Analisis Isi (konten)

Pengertian Analisis Isi

Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.

Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi. Baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain. Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%).

Sejalan dengan kemajuan teknologi, selain secara manual kini telah tersedia komputer untuk mempermudah proses penelitian analisis isi, yang dapat terdiri atas 2 macam, yaitu perhitungan kata-kata, dan “kamus” yang dapat ditandai yang sering disebut General Inquirer Program.
Analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut:

1. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).
2. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.
3. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik.

Desain Analisis Isi

Setidaknya dapat diidentifikasi tiga jenis penelitian komunikasi yang menggunakan analisis isi. Ketiganya dapat dijelaskan dengan teori 5 unsur komunikasi yang dibuat oleh Harold D. Lasswell, yaitu who, says what, to whom, in what channel, with what effect. Ketiga jenis penelitian tersebut dapat memuat satu atau lebih unsur “pertanyaan teoretik” Lasswell tersebut.

Pertama, bersifat deskriptif, yaitu deskripsi isi-isi komunikasi. Dalam praktiknya, hal ini mudah dilakukan dengan cara melakukan perbandingan. Perbandingan tersebut dapat meliputi hal-hal berikut ini:

1. Perbandingan pesan (message) dokumen yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam hal ini analisis dapat membuat kesimpulan mengenai kecenderungan isi komunikasi.
2. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama/tunggal dalam situasi-situasi yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh situasi terhadap isi komunikasi.
3. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama terhadap penerima yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh ciri-ciri audience terhadap isi dan gaya komunikasi.
4. Analisis antar-message, yaitu perbandingan isi komunikasi pada waktu, situasi atau audience yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang hubungan dua variabel dalam satu atau sekumpulan dokumen (sering disebut kontingensi (contingency).
5. Pengujian hipotesis mengenai perbandingan message dari dua sumber yang berbeda, yaitu perbedaan antarkomunikator.

  Kedua, penelitian mengenai penyebab message yang berupa pengaruh dua message yang dihasilkan dua sumber (A dan B) terhadap variabel perilaku sehingga menimbulkan nilai, sikap, motif, dan masalah pada sumber B.
Ketiga, penelitian mengenai efek message A terhadap penerima B. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah efek atau akibat dari proses komunikasi yang telah berlangsung terhadap penerima (with what effect)?

Tahapan Proses Penelitian Analisis Isi

Terdapat tiga langkah strategis penelitian analisis isi.
Pertama, penetapan desain atau model penelitian. Di sini ditetapkan berapa media, analisis perbandingan atau korelasi, objeknya banyak atau sedikit dan sebagainya.
Kedua, pencarian data pokok atau data primer, yaitu teks itu sendiri. Sebagai analisis isi maka teks merupakan objek yang pokok bahkan terpokok. Pencarian dapat dilakukan dengan menggunakan lembar formulir pengamatan tertentu yang sengaja dibuat untuk keperluan pencarian data tersebut.
Ketiga, pencarian pengetahuan kontekstual agar penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang hampa, tetapi terlihat kait-mengait dengan faktor-faktor lain.

METODE ANALISIS ISI
Dasar-dasar Rancangan Penelitian Analisis Isi
Prosedur dasar pembuatan rancangan penelitian dan pelaksanaan studi analisis isi terdiri atas 6 tahapan langkah, yaitu:

(1) merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesisnya,
(2) melakukan sampling terhadap sumber-sumber data yang telah dipilih,
(3) pembuatan kategori yang dipergunakan dalam analisis,
(4) pendataan suatu sampel dokumen yang telah dipilih dan melakukan pengkodean,
(5) pembuatan skala dan item berdasarkan kriteria tertentu untuk pengumpulan data, dan (6) interpretasi/ penafsiran data yang diperoleh.

Urutan langkah tersebut harus tertib, tidak boleh dilompati atau dibalik. Langkah sebelumnya merupakan prasyarat untuk menentukan langkah berikutnya. Permulaan penelitian itu adalah adanya rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang dinyatakan secara jelas, eksplisit, dan mengarah, serta dapat diukur dan untuk dijawab dengan usaha penelitian.
Pada perumusan hipotesis, dugaan sementara yang akan dijawab melalui penelitian, peneliti dapat memilih hipotesis nol, hipotesis penelitian atau hipotesis statistik.

Penarikan sampel dilakukan melalui pertimbangan tertentu, disesuaikan dengan rumusan masalah dan kemampuan peneliti.
Pembuatan alat ukur atau kategori yang akan digunakan untuk analisis didasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, dan acuan tertentu. Misalnya, kategori tinggi-sedang-rendah, dengan indikator-indikator yang bersifat terukur.Kemudian, pengumpulan atau coding data, dilakukan dengan menggunakan lembar pengkodean (coding sheet) yang sudah dipersiapkan. Setelah semua data diproses, kemudian diinterpretasikan maknanya.

Teknik Pembuatan Skala pada Analisis Isi

Telah dijelaskan dua macam teknik penskalaan (scaling) yang bertujuan khusus untuk mengukur intensitas.
Pertama, metode Q-Sort, menyediakan suatu cara penskalaan universe pernyataan-pernyataan mengenai variabel tertentu. Skala Q-Sort mempergunakan distribusi skala 9 titik. Pada lajur pertama, (Y) berisi 9 point nilai, yang menunjukkan tingkat terendah (1) sampai tingkat tertinggi (9), dan lajur kedua (X) yang menunjukkan persentase pernyataan dalam tiap kategori. Untuk menentukan item-item masuk pada kategori tertentu pada skala yang telah tersedia, dipakai orang-orang yang dianggap sebagai juri penilai. Dalam hal ini perlu ditetapkan keterandalan (reliabilitas) alat ukur, dan kesahihan (validitas) pengukuran.

Kedua, metode skala perbandingan pasangan (pair comparison scaling), yaitu teknik menentukan skala relatif item-item yang tidak melibatkan distribusi nyata. Penggunaan metode ini adalah untuk mengetahui pernyataan-pernyataan yang paling intens di antara pasangan-pasangan yang mungkin. Keseluruhan metode ini akan menghasilkan suatu skala relatif antaritem.

Reliabilitas dan Validitas

Masalah reliabilitas (keterandalan) dan validitas pengukuran (kesahihan) merupakan 2 hal pokok dalam penelitian yang tidak boleh ditinggalkan. Reliabilitas didefinisikan sebagai keterandalan alat ukur yang dipakai dalam suatu penelitian. Apakah kita benar-benar dapat mengukur dengan tepat sesuai dengan alat atau instrumen yang dimiliki.
Dikenal beberapa jenis reliabilitas, yaitu berikut ini.

1. Intercoder dan intracoder, yaitu pemberian kode dari luar dan dari dalam.
2. Pretest, yaitu pengujian atau pengukuran perbedaan nilai antara juri-juri pemberi nilai.
3. Reliabilitas kategori, yaitu derajat kemampuan pengulangan penempatan data dalam berbagi kategori.

Validitas adalah kesahihan pengukuran atau penilaian dalam penelitian. Dalam analisis isi, validitas dilakukan dengan berbagai cara atau metode sebagai berikut.

1. Pengukuran produktivitas (productivity), yaitu derajat di mana suatu studi menunjukkan indikator yang tepat yang berhubungan dengan variabel.
2. Predictive validity, yaitu derajat kemampuan pengukuran dengan peristiwa yang akan datang.
3. Construct validity, yaitu derajat kesesuaian teori dan konsep yang dipakai dengan alat pengukuran yang dipakai dalam penelitian tersebut.

ANALISIS ISI KUALITATIF

Analisis Wacana
Analisis wacana adalah analisis isi yang lebih bersifat kualitatif dan dapat menjadi salah satu alternatif untuk melengkapi dan menutupi kelemahan dari analisis isi kuantitatif yang selama ini banyak digunakan oleh para peneliti. Jika pada analisis kuantitatif, pertanyaan lebih ditekankan untuk menjawab “apa” (what) dari pesan atau teks komunikasi, pada analisis wacana lebih difokuskan untuk melihat pada “bagaimana” (how), yaitu bagaimana isi teks berita dan juga bagaimana pesan itu disampaikan.
Beberapa perbedaan mendasar antara analisis wacana dengan analisis isi yang bersifat kuantitatif adalah sebagai berikut.
Analisis wacana lebih bersifat kualitatif daripada yang umum dilakukan dalam analisis isi kuantitatif karena analisis wacana lebih menekankan pada pemaknaan teks daripada penjumlahan unit kategori, seperti dalam analisis isi. Analisis isi kuantitatif digunakan untuk membedah muatan teks komunikasi yang bersifat manifest (nyata), sedangkan analisis wacana justru memfokuskan pada pesan yang bersifat latent (tersembunyi).Analisis isi kuantitatif hanya dapat mempertimbangkan “apa yang dikatakan” (what), tetapi tidak dapat menyelidiki bagaimana ia dikatakan (how).Analisis wacana tidak berpretensi melakukan generalisasi, sedangkan analisis isi kuantitatif memang diarahkan untuk membuat generalisasi.

Model analisis wacana yang diperkenalkan oleh van Dijk sering kali disebut sebagai “kognisi sosial”, yaitu suatu pendekatan yang diadopsi dari bidang psikologi sosial. Menurut van Dijk, ada 3 dimensi yang membentuk suatu wacana sehingga analisis yang dilakukan terhadap suatu wacana harus meliputi ketiga dimensi tersebut, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.

Analisis Semiotik (Semiotic Analysis)

Pengertian semiotika secara terminologis adalah ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Menurut Eco, semiotik sebagai “ilmu tanda” (sign) dan segala yang berhubungan dengannya cara berfungsinya, hubungannya dengan kata lain, pengirimannya, dan penerimaannya oleh mereka yang mempergunakannya.

Menurut Eco, ada sembilan belas bidang yang bisa dipertimbangkan sebagai bahan kajian untuk semiotik, yaitu semiotik binatang, semiotik tanda-tanda bauan, komunikasi rabaan, kode-kode cecapan, paralinguistik, semiotik medis, kinesik dan proksemik, kode-kode musik, bahasa yang diformalkan, bahasa tertulis, alfabet tak dikenal, kode rahasia, bahasa alam, komunikasi visual, sistem objek, dan sebagainya. Semiotika di bidang komunikasi pun juga tidak terbatas, misalnya saja bisa mengambil objek penelitian, seperti pemberitaan di media massa, komunikasi periklanan, tanda-tanda nonverbal, film, komik kartun, dan sastra sampai kepada musik.

Analisis Framing

Analisis Framing adalah bagian dari analisis isi yang melakukan penilaian tentang wacana persaingan antarkelompok yang muncul atau tampak di media. Dikenal konsep bingkai, yaitu gagasan sentral yang terorganisasi, dan dapat dianalisis melalui dua turunannya, yaitu simbol berupa framing device dan reasoning device. Framing device menunjuk pada penyebutan istilah tertentu yang menunjukkan “julukan” pada satu wacana, sedangkan reasoning device menunjuk pada analisis sebab-akibat. Di dalamnya terdapat beberapa ‘turunan’, yaitu metafora, perumpamaan atau pengandaian.

Sumber: https://andreyuris.wordpress.com

Sabtu, 27 Agustus 2016

Ini sejarah rokok

Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Rokok. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja bernama raja Ardath. Raja Ardath mempunyai seorang anak bernama Kansas yang pernah menjadi anak didik Adipati Minak Jinggo.

Suatu hari, ketika sang Surya tenggelam di ufuk barat dan Star Mild menyinari angkasa, Kansas diculik oleh tiga penjahat bernama Dji, Sam, Soe. Kansas disekap di Gudang Garam.

Raja Ardath mendapat informasi bahwa putranya disekap di Gudang Garam dan ia mengutus seorang ksatria yang bernama Marcopolo. Sesampainya di Gudang Garam, Marcopolo bertarung dengan Dji, Sam, Soe, dan ketiga-tiganya mendapat pukulan bertubi-tubi sehingga wajah mereka penuh dengan Bentoel Biru.

Akhirnya Marcopolo berhasil menyelamatkan Kansas tetapi kondisi tubuh Kansas lemah karena ia disiksa selama disekap.Marcopolo membawa Kansas kepada tabib Apache di jalan Marlboro.Tabib apache menyuntikkan obat ke dalam tubuh Kansas dengan menggunakan Djarum Super. Akhirnya Kansas sehat dan tumbuh dengan Sampoerna

Kamis, 18 Agustus 2016

NEKAT JADI IMAM


.
~ oleh karena imam masjid sakit, mang Darman di-dorongdorong untuk  ngimamin sholat subuh.
.
~ rakaat pertama mang Darman lumayan lancar baca Al Fathihah dan surat Al-Ikhlas.
.
~ dirakaat kadua, setelah baca Al-Fathihah, terus diaminkan oleh para ma’mum, mang Darman diam aja gak kedengaran lagi suaranya
.
~ semenit.., dua menit.., dst. Mang Darman belum juga meneruskan baca surat. Ma’mum dibelakangnya mulai ada yang dèhèmdehen...  " ekhem, ekhem...!!"
.
~ eeeeh..tibatiba mang darman nengok kebelakang sambil tanya, “ *_boleh gak baca Qulhu lagi..._* ?”
.
~ serentak ma’mum menjawab, “ boleeeeeeh...!!!”

������ *Batal semuaa* ������

Mengajak kepada Kebaikan

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Sebaik² umatku adalah yg mengajak ke jalan اَللّهُ dan membuat hamba²-Nya cinta kepada-Nya" (HR. Ibn An-Najjar)

Sabda beliau صلى الله عليه وآله وسلم lagi, "Orang yg menunjukkan kepada kebajikan (mendapat pahala) sama seperti orang yg melakukannya"

Tugas Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم di segala waktunya ialah, berdakwah kepada اَللّهُ dengan ucapan dan perbuatan, karena sesungguhnya beliau صلى الله عليه وآله وسلم telah diutus dan diperintahkan untuk melaksanakan tugas dakwah itu, sbagaimana firman-Nya berikut ini ;

"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah اَللّهُ dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan DIA. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali" (QS. Ar-Ra'd, 13;36)

Kini nyatalah, bahwa orang yg paling dekat dan utama kepada Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم di dunia dan akherat ialah, orang yg sangat memperhatikan tugas dakwah ini !

Demikian pula orang yg banyak bekerja karena dakwah kepada اَللّهُ dan mengelompokkan diri secara sungguh² ke dalam golongan orang² yg berdakwah.
Maksudnya, dakwah kepada kebajikan yg disertai dengan keimanan dan ketaatan kepada اَللّهُ, serta mencegah dua lawannya, yakni kufur dan maksiat.

Berdakwah Dengan Kelembutan


Berdakwahlah dengan hikmah dan nasihat yg baik. Zaman ini adalah zaman pemberian kabar gembira, bukan zaman untuk membuat orang lari.

Jika kita  memberi nasihat kepada seseorang, ucapkanlah kepadanya, "Jika kau menghadapkan diri kepada اَللّهُ, maka اَللّهُ akan memberimu ini dan kau akan memperoleh kebaikan itu".
Jangan kita takut² orang yg lalai (ghofil), tapi ajaklah ia dengan lemah lembut dan bangkitkan minatnya (targhib).

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Dan janganlah kalian duduk di tiap² jalan menakut²i dan menghalang²i orang yg beriman dari jalan اَللّهُ, dan menginginkan agar jalan اَللّهُ itu menjadi bengkok" (QS. Al-A'rof, 7;86)

Firman-Nya lagi, "Oleh sebab itu, berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat" (QS. Al-A'la, 87;9)
Yakni, berikanlah peringatan hanya di saat² mereka mau mendengarkannya.

Dahulu Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم memilih waktu untuk memberikan nasihat.
Jika kita liat mereka berpaling, atau sedang tidak berminat, maka diamlah.
Jangan sampai kita menjadi penyebab mereka berpaling atau mendustakan اَللّهُ dan Rasul-Nya.

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Dan janganlah kalian mencaci sesembahan² yg mereka sembah selain اَللّهُ, karena mereka nanti akan memaki اَللّهُ dengan melampaui batas tanpa pengetahuan" (QS. Al-An'am, 6;108)

Qona'ah

Kenikmatan yg dirasakan oleh orang yg berhati bersih tidak sama dengan kenikmatan orang yg terbelenggu oleh nafs.
Kenikmatan hati adalah kenikmatan yg sebenarnya.

juga Mensukuri dan menerima ni'mat اَللّهُ juga mensyukuri ni'mat اَللّهُ yang di berikan kepada orang lain dengan itu tidak ada dengki, iri hati kepada orang²lain dan slalu ni'mat berkah yang اَللّهُ beri. 

Orang² yg berhati bersih, menikmati berbagai kebajikan, merasakan kesenangan batin dan berkelana dengan pikiran² baiknya.
Kenikmatan ini telah disebutkan oleh اَللّهُ Ta'ala dalam wahyu-Nya,

"Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik pria maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya KEHIDUPAN YG BAIK" (QS. An-Nahl, 16;97)

Yaitu perasaan qona'ah dan bahagia walau tak memiliki harta. Perasaan ini merupakan buah hubungan yg baik.

Sebaliknya, engkau melihat seorang hamba memiliki kekayaan dan kehidupan yg baik, tetapi merasa tersiksa.
Dadanya terasa sempit, akhlaknya jelek dan kesedihan selalu menyertainya.

Sebab dia mengabaikan hak² اَللّهُ Ta'ala dan yg berada dalam tanggungan اَللّهُ سبحانه وتعالى. Seperti Bakhil/Pelit, tidak mau berderma, tidak perduli dengan perjuangan di jalan اَللّهُ, dan jauh dari para Ulama serta kaum miskin.

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى , "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya PENGHIDUPAN YG SEMPIT, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS. Thaha, 20;124)

Mencintai Fakir Miskin

Al-Imam Al-Harits Al-Muhasibi رضي الله عنـه berkata, "Perlu diketahui bahwa sebaik² teman adalah seorang yg mencintai orang² miskin dan siapapun yg tidak takut menjadi miskin, maka hatinya akan tenang, karena ia yakin bahwa اَللّهُ سبحانه وتعالى yg menjamin rezeqinya.

Ia akan slalu puas dengan apa yg dimilikinya, ia akan bersabar ketika menghadapi ujian, ia akan bersyukur ketika menghadapi kesenangan, ia akan slalu bersikap ramah-tamah kepada orang lain karena اَللّهُ سبحانه وتعالى, ia akan menjauhi sifat sombong dan menumpuk harta sebanyak²nya"

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Orang² lemah dari kaum Muhajirin akan dipersilahkan masuk surga 500 Tahun lebih dulu dari orang² yg kaya diantara mereka" (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم juga bersabda, "Orang² miskin akan dipersilahkan masuk ke dalam surga 500 Tahun lebih dulu dari orang² yg kaya" (HR. An-Nasa'i)

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم juga pernah berdo'a, "Yaa اَللّهُ, jadikanlah hidupku sebagai seorang yg miskin, matikan diriku sebagai seorang yg miskin dan kumpulkan di hari kiamat kelak diriku dalam kelompok orang² miskin" (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Sabda Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم, "Sungguh celaka seseorang yg menghambakan dirinya kepada hartanya, sungguh celaka dan amat merugi pula" (HR. Bukhari)

Esok lebih baik

Apa pun yang berlangsung dimasa lalu sudah membentuk dirimu hari ini,

Serta hari ini cuma anda yang dapat memastikan hari esokmu.

Berubahlah hari ini  dan kedepan  yg lebih baik dan اَللّهُ  akan membantumu utk merubahnya

Yakinlah

Jumat, 29 Juli 2016

Penampilan

Tak salah jika ingin selalu tampil baik nan rapi..
Penampilan memang bukan yg utama, tapi sering kali penampilan dijadikan bahan penilaian yg pertama..

Kamis, 28 Juli 2016

Kemuliaan Wanita Shalehah

Ketahuilah wahai kaum wanita... Sesungguhnya hak yg paling agung adalah hak suami atas istrinya, telah diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda,

"Andaikan aku menyuruh seseorang untuk bersujud kepada seseorang, pasti aku perintahkan seorang isteri sujud kepada suaminya" (HR. At-Tirmidzi)

Hal ini merupakan kiasan akan keagungan hak suami atas isteri, jadi kewajiban kalian adalah menunaikan hak² suami agar kalian mendapat pahala yg banyak.

Dari Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنـه, bahwa. Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Seorang wanita bila ia Shalat 5 waktu, berpuasa di bulannya (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu surga manapun yg ia suka" (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan At-Thabrani)

Sahabat Abdurrahman bin Auf رضي الله عنـه juga berkata, "Seorang wanita shalehah lebih baik daripada 1.000 lelaki tidak shaleh, wanita manapun yg melayani suaminya selama 7 hari, maka akan tertutup baginya 7 pintu neraka dan terbuka baginya 8 pintu surga, ia boleh masuk dari pintu manapun yg ia sukai tanpa ada perhitungan (hisab)"

Beliau رضي الله عنـه juga berkata, "Yg memintakan ampun bagi wanita yg mentaati suaminya adalah ; Burung yg ada di udara, ikan yg ada dalam air, para malaikat di langit, begitu juga matahari dan bulan selama ia berada dalam ridha suaminya !"

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...