Selasa, 09 April 2013

Kepemimpinan Pendidikan



KEPEMIMPINAN  PENDIDIKAN
( Konsep, Tipe dan Gaya Kepemimpinan di Sekolah )
Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan,dan atau menggerakkan orang-orang lain agar mereka mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan kepala sekolah adalah usaha kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengerahkan dan menggerakkan staf sekolah agar dapat bekerja secara efektif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Proses kepemimpinan dapat muncul kapan dan di mana pun apabila ada unsur-unsur :
1. Orang yang memimpin
2. Orang-orang yang dipimpin
3. Kegiatan atau tindakan penggerakan untuk    mencapai tujuan
4. Tujuan yang ingin dicapai bersama

Tujuan Kepemimpinan Kepala Sekolah :
Agar segenap kegiatan yang dilaksanakan di sekolah dapat mencapai tujuan pendidikan – pembelajaran secara efektif dan efisien.

Fungsi Kepemimpinan Kepala Sekolah :
1.      Membantu guru-guru memahami, memilih dan merumuskan tujuan
    pembelajaran yag akan dicapai.
2.      Menggerakkan guru-guru, karyawan, peserta didik dan anggota            masyarakat  untuk menyukseskan program-program pend di sekolah.
3.      Menciptakan sekolah, sebagai suatu lingkungan kerja yang harmonis,        dinamis, sehat dan nyaman, sehingga segenap anggota dapat bekerja dg penuh produktivitas dan memperoleh kepuasan kerja.

TIPE DASAR KEPEMIMPINANSecara teoritis tipe kepemimpinan terdiri :
1.        Kepemimpinan Otoriter ( semuanya serba bergantung kepada pemimpin )
2.        Kepemimpinan Laisezz-Faire (semuanya bergantung bawahan/masa bodoh)
3.        Kepemimpinan Demokratis ( kerjasama pemimpin dan bawahan )
4.      Kepemimpinan Pseudo-Demokratis ( tampaknya demokratis,tetapi otoriter )

PERANAN KEPALA SEKOLAHStatesperson ( ahli kenegaraan ); kepala sekolah merumuskan visi-misi dan tujuan pendidikan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan peraturan /perundangan yang berlaku :
1.      Educational Leader ( pemimpin pendidikan ); kepala sekolah mengarahkan warga sekolah terhadap tujuan pendidikan
2.      Supervisor Leader ( pembina staf ) ; kepala sekolah membantu guru-guru agar memahami tujuan pendidikan dan usaha-usaha pencapaiannya
3.      Organizatonal Leader ( pemimpin Organisasi ) ; kepala sekolah menciptakan iklim organisasi sekolah yang kondusif bagi sekolah
4.      Administrative Leader ( pemimpin administrasi ) ; kepala seklah membina administrasi sekolah guna mendukung kelancaran kerja.

Sabtu, 06 April 2013

Metode Penelitian 2



3. Metode penelitian
a.     Tempat dan waktu penelitian
Tempat fungsinya sebagai ferifikasi, khususnya untuk penelitian lapangan. Bila tidak kebutuhan akademik, tidak perlu tempat. Misalnya perpustakaan
b.     Variabel dan desain penelitian
Variabel adalah obyek (sesuatu)  yang memiliki variasi nilai.
-       Variabel independent (variabel bebas), yaitu variabel yang mempengaruhi, dalam kata lain, independent adalah kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel bebas. Karena fungsi ini sering disebut variabel pengaruh, sebab berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap variabel lain. Variabel ini juga sering disebut sebgai variabel  Stimulus, Prediktor, antecendent. Dalam SEM(Structural Equation Modeling) variabel independen disebut variabel eksogen
-       Variabel dependent (terikat) adalah variabel yang dipengaruhi. Dalam pengertian lain, Adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasi  dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Menurut fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain, karenanya juga sering disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel terpengaruhi. Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, Kriteria, Konsekuen. Atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Variabel terikat. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) variabel dependen disebut variabel Indogen.
-       Variabel moderator adalah variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta meperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung
-       Variabel interverning, yaitu variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan Variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. Variabel Intervening juga merupakan variabel yang berfungsi menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lain. Hubungan itu dapat menyangkut sebab akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh.
-       Variabel kontrol yaitu variabel yang digunakan untuk mengontrol Yaitu yang membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai variabel mederator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama berkaitan dengan variabel  moderator jadi juga  seperti variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel tergantung
-       Variabel antiveden (Rambang). Berlainan dengan variabel bebas, yaitu fungsinya sangat diperhatikan dalam penelitian. Variabel rambang yaitu variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya hampir tidak diperhatikan terhadap variabel bebas maupun tergantung
c.     Instrumen penelitian
Instrumen penelitian
1)     Angket
2)    Kuisioner (bedanya dengan angket, masalah ditunggui)
3)    Pedoman wawancara
4)    Pedoman observasi

Teknik pengumpulan data
1)     Survey
2)    Wawancara
3)    Observasi
4)    Wawancara mendalam
5)    Dokumentasi
d.     Sampling, yaitu bagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang sama dengan populasi. Misalnya satu tetes air laut bisa mewakili air laut.
e.     Teknik pengumpulan data
2.     Analisa data
a.     Penyajian data secara deskriptif
b.     Penyajian hipotesis
3.     Penarikan Kesimpulan

Jumat, 05 April 2013

Media Pembelajaran 2



Pengelompokan media dari segi kesiapan pengadaan
1.     Media jadi (media by utlization) yaitu media yang sudah tersedia dipasaran dan dijual secara bebas dan dalam keadaan yang siap pakai
a.    Kelebihannya; siap tersedia, hemat waktu, tenaga dan biaya
b.    Kekurangannya; belum tentu sesuai dengan kebutuhan siswa, dan tujuan pembelajaran
2.    Media rancangan (media by design)
Yaitu media yang perlu didesain dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud atau tujuan pembelajaran tertentu
a.    Kelebihannya; bisa disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dan tujuan pembelajaran
b.    Kekurangannya; menyita waktu, tenaga, pemikiran, dan biaya.
Prinsip-prinsip pemanfaatan media pembelajaran
1.     Setiap jenis media memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada satu jenis mediayang cocok untuk semua proses belajar, dan dapat mencapai semua tujuan belajar.
2.    Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang perlu, namun perlu diingat bahwa penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam satu kegiatan pembelajaran dapat membingungkan siswa
3.    Penggunaan media harus dapat memperlakukan media secara aktif.
4.    Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pembelajaran.
5.    Hindari penggunaan media yang hanya dimaksud sebagai selingan.
6.    Harus senantiasa dilakukan persiapkan yang cukup sebelum penggunaan media.
Syarat umum dalam pemanfaatan media pembelajaran dalam PBM
1.     Media pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
2.    Media pembelajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau didengar,
3.    Media pembelajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar
4.    Media pembelajaran harus sesuai dengan kondisi siswa,
5.    Media pembelajaran tersebut merupakan perantara dalam proses pembelajaran siswa.
Kliteria pemilihan media (Dick dan Carey)
1.     Ketersediaan sumber setempat (harus dibeli atau dibuat sendiri)
2.    Ketersediaan dana, tenaga, dan fasilitasnya untuk membeli atau memproduksi media
3.    Keluwesan, kepraktisan, dan ketahanan media yang digunakan dalam jangka waktu yang lama
4.    Efektifitas dan efisiensi biaya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...