Minggu, 31 Januari 2016

Bersungguh²lah Dalam Berkarya dan Beramal

Al-Imam Al-'Allamah Al-Quthb, Sayyid Ahmad bin Hasan Al-Atthos  رحمه الله تعالى  dalam Nasehatnya berkata,

"Barangsiapa mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna, maka اَللّهُ akan menyempurnakan urusannya.

Dan barangsiapa mengerjakan segala sesuatu sembarangan, maka اَللّهُ pun akan mengabaikan urusannya.

Dalam sbuah Hadist disebutkan, "Sesungguhnya jika ada seorang hamba mengerjakan sebuah amal, اَللّهُ senang jika ia mengerjakannya secara sempurna !" (HR. Abu Ya'la)

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Perbuatan اَللّهُ yg menyempurnakan segala sesuatu" (QS. An-Naml, 27;88)"

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلىَ ذَالكَ مِنَ الشّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ

('Uqudul Almas bi Manaqibil Sayyid Ahmad bin Hasan Al- Atthos", Al-'Allamah Sayyid Alwi bin Thohir Al-Haddad رضي الله عنـه

Rabu, 27 Januari 2016

Mulyakanlah Orang Tua dan Orang Alim

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Niscaya اَللّهُ akan meninggikan orang² yg beriman diantara kalian dan orang² yg diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Al-Mujadilah, 11)

Maka menjadi kewajiban kita, wahai saudaraku, untuk mengagungkan orang yg berilmu dan memberikan hak mereka bagaimanapun keadaan mereka.

Karena mereka merupakan pengemban syariah yg suci, para penyeru ke jalan اَللّهُ, orang² yg memerintahkan kebajikan, dan yg mencegah kemungkaran..

Maka merekalah yg diikuti dan cahaya mereka yg dijadikan petunjuk.

Al-Qur'an Al-Karim menunjukkan kemuliaan dan keutamaan mereka..
Dan Hadist Nabi صلى الله عليه وآله وسلم menyatakan ketinggian kedudukan mereka..

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Tidak termasuk umatku, orang yg tidak menghormati yg lebih tua diantara kita, tidak menyayangi orang yg lebih muda diantara kita, dan tidak mengetahui hak orang yg alim diantara kita..."
(HR. Ahmad dan Ath-Thabrani, dari Sahabat Ubadah bin Ash-Shamit رضي الله عنـه)

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم juga bersabda, "Jadilah engkau seorang alim, seorang yg mempelajari ilmu, seorang yg mendengarkan ilmu, atau orang yg mencintai ilmu. Dan jangan menjadi orang yg kelima niscaya engkau akan binasa....!"
(HR. Baihaqi, Bazzar dan Ath-Thabrani, dari Sahabat Abu Bakrah رضي الله عنـه)

مـاشــاءاللـــــه لاقـــــوةالابااللــــــــه

("Al-Manhaj As-Sawiy, Syarh Ushul Thariqah As-Sadah Al Ba 'Alawi", Sayyidinal Imam Al-'Allamah Sayyid Zain bin Ibrahim Bin Sumaith)

Minggu, 24 Januari 2016

Anjuran Banyak Mengingat Mati

Banyak Mengingat Kematian Itu Baik Dan Di Anjurkan,Karena Menghasilkan Manfaat Dan Faedah. Juga Juhud Mengenai Kenikmatan Dunia,Puas Dengan Pemberian Yang Cukup Menyukai Akhirat Dan bekal Dengan Amal² Baik

Ketika Nabi  صلى الله عليه وآله وسلم itanya Tentang Siapakah Orang² Yang Cerdas Itu.?
Beliau   صلى الله عليه وآله وسلم :Menjawab: "Yang Terbanyak Mengingat Kematian Di Antara Mereka Dan Yang Terbaik Persiapannya Di Antara Mereka Untuk Menghadapinya..Mereka Itulah Orang² Yang Cerdas,.Mereka Pergi Membawa Kemuliaan Dunia Dan Kenikmatan Akhirat" 

Sayyidah  Aisyah RHH Berkata Kepada Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم :"Yaa rasulullah. Kita Semua Tidak Suka Mati;Nabi  صلى الله عليه وآله وسلم .Menjawab: Sesungguhnya Orang Mu'min Itu Apabila. Datang Kepadaanya Kematian...Ia(Mu'min)Akan Dikabari(Mala'ikat)Akan Mendapat Rahmat اَللّهُ ,Maka Ia Suka Berjumpa Dengan اَللّهُ ,Dan اَللّهُ Suka Berjumpa Dengannya."
مـاشــاءاللـــــه
Al-imam  AL-Haddad رضي الله عنـه Menjelaskan:
Mengingat Kematian Bukan Hanya Mengucapkan Mati Mati Mati,Tapi Harus Direnungkan Dlm Hatinya Dan Menghadirkannya Ketika Kematian Penuh Kengerian Sakarat Yg Menyakitkan Dan Akan Di Adili Semua Amal². Kita Urusan² Kita Di Hadapan اَللّهُ سبحانه وتعالى . 

Berfirman اَللّهُ سبحانه وتعالى (Ingatlah) hari (yang di Waktu itu) اَللّهُ Mengumpulkan Kamu Dari Pengumpulan (untuk dihisab),Itulah Hari (Waktu Itu) Di Tampakkan Kesalahan Kesalahan" ( At-Tahaabun:9)

Ssungguhnya Modal Yg Bs Gunakan Tuk Membeli Kebahagiann Yang ABADI. Dari اَللّهُ adalah umur ini .jangan sampai kesedihan dan penyesalan menjadi lama dan besar kelak di akhirat.berbuat amal baik sepuasnya dng ikhlas sampai hayat dan iklas mengharapkan ridho dan rahmat اَللّهُ سبحانه وتعالى

رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ ... وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتهِم

(An-nasha- Ad-Diniyyah Wal Washaaya. Al -imaaniyyah. AL-Imamul quttub Sayyidinaal habib Abdullah bin Alwi Al-haddad رضي الله عنـه )

Sabtu, 23 Januari 2016

Berhati²lah Dengan Sifat Sombong

Dunia terlalu rendah untuk disombongkan. Apabila sesorang menyombongkan kekayaan, coba bandingkan dengan Fir'aun, Hamman, dan Qarun.
Mereka lebih banyak hartanya.
Apakah mereka panutan dan contoh ???

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

Atau, apakah kita senang andaikan nanti dibangkitkan bersama mereka ditempat yg hina di akhirat, seperti disebutkan oleh اَللّهُ سبحانه وتعالى ???

نَعُوْذُ بِاللّهِ مِن ذلك

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى , "Sesungguhnya اَللّهُ tidak menyukai orang² yg sombong" (QS. Al-Nahl, 16;23)

Kejayaan yg hakiki bukan kehidupan dunia. Kejayaan yg hakiki adalah sebagaimana yg disebutkan oleh Al-Qur'an, "Padahal kejayaan itu hanyalah bagi اَللّهُ, bagi Rasul-Nya dan bagi orang² mukmin" (QS. Al-Munafiqun, 63:8)

Dan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم pun bersabda, "Kehidupan dunia adalah bagaikan penjara bagi seorang mukmin dan sebagai surga bagi orang kafir" (HR. Muslim)

Terkadang kesombongan muncul dari ibadah, ilmu, atau urusan² agama lainnya.
Orang yg sombong dengan hal ini, hendaklah tau bahwa kesombongannya dapat menjadikan derajatnya terpuruk.

Selain itu agama, ketaatan, dan ibadahnya akan hancur.
Dirinya akan terjerumus pada kehinaan di dunia dan akhirat.

Kesombongan juga muncul dari dalam hati, yg muncul karena merasa lebih mulia dan lebih baik dari orang lain.
Terkadang pula gengsi, ego yg berlebihan dan keinginan untuk memperlihatkan kelebihan diri kepada orang lain pula, bagian dari kesombongan itu sendiri.

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

"Yaa اَللّهُ.. Kami tenggelam dalam kenikmatan dari-Mu, tapi kami juga tenggelam dalam dosa² kami.. Kami mengucap syukur atas segala nikmat dari-Mu dan memohon ampun atas dosa² kami"

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

(Nasehat dan Do'a Sayyidinal Imam Al-'Allamah Al-Quthb, Sayyid Ali bin Muhammad Al-Habsyi  رحمه الله تعالى  "Mu'allif Simtud Durrar")

Kamis, 21 Januari 2016

Jaminan Para Malaikat atas Shalawat

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم telah bersabda bahwa, "Malakiat Jibril AS, Mikail AS, Israfil AS dan Izrail AS telah berkata kepadaku ;

Jibril AS berkata, 'Wahai Rasulullah, barangsiapa yg membaca Shalawat kepadamu tiap² hari sebanyak 10 Kali, maka akan saya bimbing tanggannya dan akan saya bawa dia melintasi titian Shirotol Musthaqim (Lebarnya seperti rambut dibelah 7, tajamnya seperti 70 pedang, dalamnya perjalanan 500 Tahun) seperti kilat yg menyambar !"

Berkata pula Mikail AS, "Mereka yg bershalawat kepadamu, akan aku beri mereka minum dari telagamu (Telaga Haudh) !"

Berkata pula Israfil AS, "Mereka yg bersholawat kepadamu, aku akan sujud kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga اَللّهُ سبحانه وتعالى mengampuni orang itu !"

Dan Malaikat Izrail AS pula berkata, "Bagi mereka yg bersholawat kepadamu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut²nya, seperti aku mencabut ruh para Nabi² !"

اللهم صل على سيدنا و حبيبنا و شفيعنا و قرة أعيننا و مولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Lihatlah kemuliaan Shalawat, para Malaikat memberikan jaminan masing² untuk orang² yg bersholawat kepada Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم !

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku di hari Jum'at, maka shalawat tersebut akan menjadi syafaat baginya kelak di hari Kiamat"
(HR. Dailami dari Sayyidah 'Aisyah رضي الله عنـها)

Diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنـه, "Jika telah tiba hari kamis, maka اَللّهُ mengutus Malaikat yg bersamanya buku² yg terbuat dari perak dan pena² yg terbuat dari emas untuk mencatat manusia yg banyak bershalawat kepada Nabi صلى الله عليه وآله وسلم pada hari kamis dan malam Jum'at"

صــــــــلوا علــــــــى سيـــــدنا محمــــــد
يَانَبِيُ سَلَامُ عَلَيْكَ .... يَارَسُوْلُ سَلَامُ عَلَيْكَ .... يَاحَبِيْبُ سَلَامُ عَلَيْكَ ....صَلَوَاتُ اللّهُ عَلَيْكَ

Selasa, 19 Januari 2016

Dari yg Fana, Menuju yg Abadi

Sayyidinal Imam Al-'Allamah Al-Quthb Al-Arifbillah, Sayyid Ali bin Muhammad Al-Habsyi  رحمه الله تعالى  telah berkata :

"Janganlah kau putuskan kehadiranmu di tempat² yg baik karena alasan kesibukan dunia. Hati²lah, karena itu merupakan tipu daya iblis.

Hadirkanlah اَللّهُ سبحانه وتعالى ketika sendirian. Sembahlah DIA, seakan melihat-Nya dan jika tidak melihat-Nya, sesungguhnya DIA melihatmu !

Tutuplah mata dari perhiasan dunia dan segala kenikmatan fana yg dimiliki budak²nya serta kenikmatan yg akan terputus. Sesungguhnya semuanya seperti kau saksikan, bahwa dunia ini cepat berpindah dan dekat kefanaannya.

Orang yg lalai mengira bahwa dirinya mencapai kelezatan dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemanisan dunia bercampur dengan kepahitannya.

Sedangkan kehidupan indah yg sebenarnya adalah berpaling dari dunia, kemudian masuk ke hadirat Yang Maha Kaya dengan sifat faqir, miskin dan hina, lalu memetik sesuatu yg indah dari tempat itu.

Kerjakanlah segala Perintah-Nya dan tinggalkanlah Larangan-Nya.
Jangan sampai اَللّهُ سبحانه وتعالى melihatmu melakukan apa yg dilarang-Nya. Bangkitlah untuk memenuhi Hak²-Nya. Bersemangatlah melakukan sesuatu yg membuat para salaf menjadi mulia

Cabutlah ketajaman dari sarung pedang tabiatmu yg membelah akar cinta dari asalnya.

Taburilah tanah hati dengan benih pohon² kezuhudan, hingga menghasilkan Qurb (kedekatan) Kepada-Nya, air telaga dari celah wishal (persatuan dengan اَللّهُ ) dan pengetahuan pada puncak tujuan....!"

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Maka janganlah sekali² kehidupan dunia memperdayakan kamu" (QS. Luqman, 33)

Apabila di nasibkan utk lebih banyak hartanya bantulah dalam syiar agama dan yg membutuhkannya  Sesungguhnya kebahilanmu tipumu kesombonganmu akan membinasakan mu


ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .... فَرِّجْ عَلَىالْمُسْلِمِيْنَ

("Manaqib Mu'allif Simtud Durrar", Wasiat Sayyidinal Imam Al-'Allamah Al-Quthb, Sayyid Ali bin Muhammad Al-Habsyi  رحمه الله تعالى )

Sabtu, 16 Januari 2016

Kemuliaan Menuntut Ilmu Agama

Dari Sahabat Anas رضي الله عنـه mengatakan, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Barangsiapa keluar dalam menuntut ilmu, maka ia berada di jalan اَللّهُ sampai ia kembali" (HR. Tirmidzi)

Beliau صلى الله عليه وآله وسلم juga bersabda, "Barangsiapa yg pergi ke masjid dengan keinginan hanya untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yg menunaikan haji dengan sempurna" (HR. Ath-Thabrani dan Hakim, dari Sahabat Abu Umamah رضي الله عنـه)

Dari Sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنـه mengatakan bahwa Nabi صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Pergi untuk mempelajari agama adalah lebih baik disisi اَللّهُ daripada berjihad di jalan-Nya" (HR. Ad-Dailaim)

Nabi صلى الله عليه وآله وسلم juga bersabda, "Barangsiapa memperdalam agama اَللّهُ, maka اَللّهُ mencukupi segala yg menjadi kepentingannya dan memberinya rezeqi yg tak di duga²" (Diriwayatkan oleh Abu Hanifah, dari Sahabat Abdullah bin Harits bin Jaza')

Di dalam Atsar disebutkan, "Sesungguhnya اَللّهُ menanggung rezeqi penuntut ilmu".

Dan Sayyidinal Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad رضي الله عنـه mengatakan, "Ini merupakan tanggungan khusus setelah tanggungan umum yg diberikan اَللّهُ bagi setiap mahkluk yg melata di permukaan bumi. Maka maknanya adalah diberikan tambahan kemudahan, serta dihilangkan kesukaran dan bebannya dalam mencari dan mendapatkan rezeqi"

مـاشــاءاللـــــه لاقـــــوةالابااللــ ــــــه

("Al-Manhaj As-Sawiy, Syarh Ushul Thariqah As-Sadah Al Ba 'Alawi", Sayyidinal Imam Al-'Allamah Sayyid Zain bin Ibrahim Bin sumaith)

Senin, 11 Januari 2016

Hal yang aku tau tentang kamu

10 Hal yang AKU TAHU tentang KAMU
1. kamu lagi baca tulisan ini

2. Kamu manusia.

3. Kamu ga bisa nyebutin huruf 'P' kalo bibir atas dan bibir bawahmu tidak bersentuhan.

4. Kamu baru saja mencobanya.

6. Kamu tersenyum sendiri.

7. Sampai kamu ga sadar kalo sebenarnya no.5 itu ga ada.

8. Kamu cek no. 5. Ternyata emang ga ada.

9. Kamu ketawa sendiri sambil agak memaki- maki dalam hati.

Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan

1. Kamu memang malas untuk membaca semua kata 'Kawan' di atas.
2. Kamu ga sadar di antaranya ada kata 'Kawin'.

3. Kamu terus mencari perkataan 'Kawin' yang sebenarnya memang tidak ada.

4. Kamu sudah kena jebakan betmen!
Hu??=Dh??=))h??=))h??=Dh??

5. Kamu bagikan aja biar bukan kamu aja yang [d̲̅i̲̅] kerjain, hee ................ .
‪#sbc‬ =))  hhahahahahahhaha

Ada 3 (tiga) Hal yang Ԍªƙ bisa dilakukan oleh manusia..
1 : Menjilat Sikunya Sendiri..#:-S

2 : Melihat Kupingnya sendiri tanpa bantuan cermin..3-|

3. Gak bisa bernafas jika sedang mengeluarkan lidah.

Sudah,......... masukin lagi lidahnya....! !!!..cuma ngetest aja koq td

[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]˚˚°[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]˚˚°

carii Korban lg ahhh....

__/Γ\=D/Π\___'
-O---------O-' ngeng,, ngeng

=))=D=)) =))ha ННa..ː̗̀=Dː̖́нa..((((=D))))нa..ː̗̀=Dː̖́нaa..ː̗̀=Dː̖́нa..((((=D))))нa..ː̗̀=Dː̖́ =D=D=D
=D=D=D=D....pasti km keluarin khan lidahmu, makanya jgn putus di kamu cr korban lainnyan... ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム=D ,,,.
(^▽^)(^▽^)(^▽^)(o⌒∇⌒o)(o⌒∇⌒o)
lucu banget kan

Selasa, 05 Januari 2016

PERGAULAN KEPADA اَللّهُ

Berkata  AL -Imam  Attayyillah AL Asakandary  رحمه الله تعالى  " Apabila اَللّهُ سبحانه وتعالى Membunuh perasaan jemu pada jiwamu terhadap mahluk² Maka اَللّهُ menghendaki dan Membuka Pintu Kemesraan Untukmu Dengan-NYA "

Ketika Pergaulan Buruk Membawa Jemu Penuh Fitnah, Takabur, Hasud, Angkara Murka, Kembalilah kepada Pegaulan Dgn Solihin Karena Sungguh kita Sedikit Banyaknya Akan Di Hubungkan Dgn Hubungan Yg Paling Mesra ,Indah Dan Yg Paling Tidak Membosankan Dan Yg Paling Tdk Mejemukan Yaitu Duduk Di Majlis Talim Berzikir kpada اَللّهُ. Karena Itu Suatu Rahmat -NYA Agar Engkau  Bermesraan  Dengan اَللّهُ سبحانه وتعالى YG Maha Mengetahui Apa² yg Tersembunyi Di Balik Tabir Manusia.

Mintalah Apa²pun Kepada-NYa Sungguh اَللّهُ Sangat Dekat Dgn Kita Befirman اَللّهُ سبحانه وتعالى Karena اَللّهُ Tak Pernah Menyalahi Janjinya (Q.S Ali imron:9)

Diriwayatkan Pula Dari Sahabat Sayyidinaa Anas bin Malik رضي الله عنـه Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم : " apa bila اَللّهُ سبحانه وتعالى Telah Mengasihi Seorang Hamba, Akan Dihindarkan Dari bencana, Apabila ia Berdoa, Maka Para Malaikat Berkata, Itulah Suara Yg Menyenangkan, Apa Bila Sihamba Mengucap,YAA ROBBI, اَللّهُ Berfirman Menerima Ucapan Si hamba, "LaBBaik" Aku Mendatangimu Wahai Hamba-KU Dan Memberi Engkkau kebahagiyaan, Tiada Siapaun Berdoa Kepada-KU, Niscaya Aku Qobulkan, Dan Tidaklah Ia Meminta Suatu Dari-KU ,Tentu Aku Berikan..Adakalanya Aku ( اَللّهُ ) Akan Memberikan Yg Aku Minta, Kadang² Aku Tahan, Karena Akan Ku Berikan. Kepadamu Saat Yg Lebih Penting Untukmu, Atau Dengan Cara Akan Menghindarkan Engkau Dari Bencana Yg Lebih Besar Manfaatnya Bagimu. ( HR: Bukhori - Muslim)

آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين
واللّه أعلم بالصّواب

( AL- Hikam AL-Imam AL -Aarifu Billah Abi fadil Tajuddin  Ahmad  Bin Muhammad bin Abdulkarim Bin Attayillah AL Asakandary  رحمه الله تعالى  )

Minggu, 03 Januari 2016

BISNIS GELAP "LIKE" DI FACEBOOK

STOP JANGAN LIKE....!!!

saya yakin, kita semua pasti pernah melihat status isinya mengajak nge"like" atau menuliskan sebuah kata misalnya: "Aamiin" atau "Subhan Allah" atau juga angka. Tahukah anda bahwa itu adalah sebuah bisnis kotor?

CONTOH STATUSNYA SEPERTI INI:

"klik ini, jika anda adalah orang yg anti narkoba"
"bila anda ingin ibunya masuk sorga,klik like"
"bila anda setuju dengan status ini, kliklike"
"jika ingin do'a anda terkabul naik haji, klik like"
"coba ketik angka 8, klik like, lihat apa yg terjadi"
"do'akan Aamin dan klik"like" untuk palestina"
"mari do'akan dan klik like, untuk nenek ini"

MODUSNYA: Sipenipu selalu menggunakan status orang terkenal..misalnya nama Ustadz terkenal atau Artis yg ngetop agar segera dapat respon cepat dari fans artis tsb..
jangan kaget kalau akun tsb ternyata akun palsu.

STATUS DIATAS ADALAH PENIPUAN !!
komentar anda tidak penting, yg penting adalah likenya, nanti semua komentar anda akan dihapus kecuali"like"
karena 100.000 like bisa dijual USD.150. (Rp.2 juta) ada yg menghargai sampai USD.200 per 100 ribu like tergantung seberapa cepat like itu bisa diperoleh.

Nantinya setelah dibeli pihak tertentu, isi status diubah..yg sebelumnya adalah gambar/tulisan/­simbol keagamaan atau foto sedih, akan segera diganti dengan produk iklan..
maka seolah iklan itu sudah mendapat ratusan ribu like..
Sebuah status yg mendapat lebih dari 500.000 like..bisa dijual mahal untuk kepentingan yg lebih besar lagi..
misalnya kepentingan survey, dan politik (kampanye)dan segala macam manipulasi bukti seolah hasil polling

Sabtu, 02 Januari 2016

AL-QUR’AN SEBAGAI WAHYU SERTA PROSES KODIFIKASINYA

A.    Pengertian Al-Qur’anLafadzh Qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qira`ah berartimenghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yangtersusun rapih. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah , yaitu masdar (infinitif) dari kata qara`qira`atan, qur`anan. Sebagaimana dalam firmanAllah SWT surat al-qiyamah ayat : 17-18 ;Artinya :"Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya.Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu`. Al-Qur’an merupakan mu’jizat nabi Muhammad saw sebagai bukti bahwa nabi Muhammad adalah benar-benar utusan Allah.Hal ini sesuai dengan firman Allah surat yunus: 38;Artinya: "Atau (patutkah) mereka mengatakan"Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah:"(Kalau benar yang kamu katakan itu), Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanyadan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar."Al-Qur’an adalah risalah Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril untuk seluruh umat manusia. Firman Allah surah Al-Furqon ayat 1;Artinya:"Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-furqaan (al-qur'an) kepada hamba-hambaNya agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam" (QS. Al-furqon:1).Al-Qur'an merupakan pedoman hidup setiap muslim, hal ini sesuai dengan firman Allah surah An-Nisaa’:Selain itu pula, Al-qur'an sebagai korektor penyempurna kitab-kitab Allah sebelumnya, sebagaimana firman Allah surah Al-Maidah ayat 48;Artinya: “Dan kami Telah turunkan kepadamu AlQuran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu” (QS Al Maidah: 48)Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Al-Qur'an adalah risalah Allah swt. Yangditurunkan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril untuk seluruh alam yang berfungsi sebagai pedoman hidup setiap muslim, sebagai korektor penyempurna kitab-kitab Allah sebelumnya, dan sebagai mu'jizat bukti bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah. Berbagai pendapat pun bermunculan tentang kata Al-qur'an. Sebagian ulama' melafadzkan Al-qur'an dengan menggunakan hamzah. Dalam hal ini terbagi menjadi dua pendapat (Akbar,2011), yaitu;1. Al-qur'an merupakan kata jadian dari kata dasar"qaro'a"yang artinya "membaca", sebagaimana katanajhandanghufran, hal ini di sampaikan oleh Al-lihyani.2. Al-qur'an merupakan kata sifat yang berasal dari kata dasar"al-qar"yang berarti"menghimpun". Hal ini diutarakan oleh Al-zujaz.Sedangkan sebagian ulama melafadzkan Al-qur'an tidak menggunakan hamzah. Dalam hal ini, terbagi menjadi dua pendapat (Akbar,2011).1. Al-qur'an diambil dari kata kerja"qara'na"yang artinya "menyertakan". Karena Al-qur'an menyertakan surat, ayat, dan huruf. Ulama' yang berpendapat adalah Asy'ari.2. Al-qur'an diambil dari kata"qara'in"yang berarti "penguat". Karena Al-qur'an terdiri dari kata-kata yang saling menguatkan, dan kemiripan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Ulama' yang berpendapat demikian diantaranya adalah Al-farra'.B. Al-qur'an sebagai wahyu.Wahyu berasal dari kataal-wahyu, merupakan masdar yang menunjukan 2 dasar, yaitu"tersembunyi dan cepat" (Rahmat, 2005).Wahyu dapat pula di artikan pula "perintah dan isyarat”. Secara etimologi, wahyu berasal dari bahasa arab"waha"yang berarti memberi wangsit, mengungkap, atau memberi inspirasi.Dalam syari'at islam, wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung.Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan, Wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah yang berupa perintah, atau isyarat yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat, ataupun secara langsung, yang penyampaianya secara tersembunyi dan cepat.Firman Allah surat Asy Syuura ayat 7;Artinya: Demikianlah kami wahyukan kepadamuAl Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. segolongan masuk surga, dan segolongan masuk jahannam” (QSAsy Syuura: 7)Alqur'an merupakan Firman-firman Allah, tidak mungkin ciptaan manusia, apalagi ciptaan Nabi Muhammad yangumi.Firman Allah;Artinya:"Katakanlah; Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada semua. Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit, dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitabNya), dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk (QS. Al-A'raaf: 158).Berdasarkan historisnya, seperti runtuhya kekuasaan romawi, kekuasaan mesir, negeri saba', dan lain-lain, dapat memberi keyakinan bahwa Al-qur'an adalah wahyu, bukan ciptaan manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah;Artinya:"Telah dikatakan bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat dari mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi) Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang) dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman(QS. Ar-ruum: 2-4).Dari penjelasan ayat di atas, merupakan bukti bahwa Al-qur'an adalah wahyu. Bahasa Al-qur'an adalah mu'jizat terbesar sepanjang masa. Keindahan bahasanya yang luhur, dan mudah dimengerti tidak akan ditemukan pada buku bahasa arab lainya.Seseorang tidak menerima kebenaran wahyu Al-qur'an ada dua sebab(Bimcrot,2010), yaitu:a, tidak berfikir dengan jujur dan bersungguh-sungguh.b, tidak sempat mendengarkan dan mengetahui Al-qur'an secara baik.Hal ini sesuai dengan firman Allah surat Al-Mulk;Artinya:"Dan mereka berkata; Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (pengetahuan itu) niscahya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Al-Mulk:10).Dan firman Allah surat An-Nisaa;Artinya: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-qur'an? kalau kiranya Al-qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di jalan Allah (QS. An-nisaa’: 82.)C.     Sejarah kodifikasi Al-qur'an.Kodifikasi Al-qur'an dikenal juga dalam istilah"jam'ul Qur'an", yaitu proses penyampaian, pencatatan dan penulisan Al-qur'an sampai dihimpunya catatan-catatan serta tulisan tersebut dalam satu mushaf secara lengkap dan tersusun secara tertib (Sasak,2009).Dari penjelasan di atas, kodifikasi Al-qur'an adalah proses pengumpulan ayat-ayat Al-qur'an kedalam satu mushaf secara lengkap dan tersusun secara tertib, baik dengan cara dihafalkan maupun pembukuan dan penulisan.Berdasarkan pendekatan historis tradisional, yaitu pendekatan yang menggunakan sumber agama, jam'ul qur'an menjalani 3 frase (Hanafie,2010).1.      Pengumpulan Al-qur'an pada masa nabi Muhammad saw.Pada masa nabi Muhammad, Al-qur'an dikodifikasikan melalui 2 cara, yaitu;a.       Menyimpan kedalam dada manusia, atau menghafalkanya. Firman Allah surah Al-Qiyamah: 16-19;"Janganlah kamu gerakan lidahmu untuk membaca Al-qur'an karena hendak-hendak cepat menguasainya. Sesungguhnya atas tanggungjawab Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakanya maka ikutilah bacaan itu. Kemudian atas tanggapan Kamilah penjelasanya (QS. Al-Qiyamah; 16-19).b.      Merekam secara tertulis di atas berbagai jenis bahan untuk menulis. Baik dengan pelepahkurma, tulang-belulang, dan lainya.2. Pengumpulan Al-qur'an pada masa Abu bakar.Sepeninggal rasulullah, Aisyah istri rasulullah menyimpan beberapa catatan nash Al-qur'an. Dalam masa kekhalifahan Abu bakar ini, terjadi jam'ul qur'an, yaitu pengumpulan-pengumpulannaskah-naskah Al-qur'an yang susunan surahnya menurut riwayat masih berdasarkan padahasbi tartibin nuzul, yaitu menurut riwayatturunya wahyu (Lovers,2011).Abu bakar memerintahkan zaid bin tsabit untuk mengumpulkan Al-qur'an pada lembaran menjadi satu mushaf karena banyaknya korban para sahabat penghafal Al-qur'an pada perang yamamah. Kemudian mushaf itu disimpan olehya. Sepeninggal Abu bakar, mushaf tersebutdisimpan oleh Umar bin affan, dan kemudian disimpan oleh Hafsah bin Umar istri Rasul.3.Pengumpulan Al-qur’an pada masa Usman bin Affan.Pada masa kholifah Usman bin Affan ,timbul perbedaan pendapat dikalangan umat islam mengenai qira’ah, karena semakin luasnya kekuasaan islam yang tidak hanya mencakup wilayah arab saja (Mesra, 2010). Peristiwa itu bermula ketika Usman bin Affan mengerahkan bala tentaranya ke wilayah Syam dan Iraq untuk menghadapi penduduk Armenia dan Azerbeijan.Pada ekspedisi tersebut, Khuzaifah ibn al-Yaman, mendengar perselisihan mengenai bacaan Al-Qur’an.Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan perselisihan, hingga kholifah Ustman menetapkan aturan penyeragaman bacaan Al-Qur’an dengan membuat mushaf Al Qur’an standar yang kelak akan dijadakan pegangan bagi seluruh umat islam berdasarkan usulan dari Khudzaifah.Usaha kodifikasi Al Qur’an dimasa Utsman membawa beberapa keberuntungan (Hanafie,2009). Keberuntungan itu antara lain;a. Menyatukan umat islam yang berselisih dalam masalahQira’ahb. Menyeragamkan dialek bacaan AL Qur’an.c. Menyatukan tertib susunan surat – surat menurut tertib urut seperti dalam mushaf – mushaf yang di jumpai sekarang.4. Kodifikasi Al-Quran menurut sudut pandang sejarahPenulisan ayat-ayat al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah, bahkan sejak masa awal diturunkannya al-Qur'an yang diwahyukansecara berangsur-angsur. Setiap kali menerima wahyu, Rasul selalu membacakan dan mengajarkannya kepada para sahabat serta memerintahkan kepada mereka untuk menghafalkan dan menuliskannya di pelepah-pelepah kurma, lempengan-lempengan batu dankepingan­-kepingan tulang. Rasulullah memberi nama surat, juga urut-urutannya dan tertib ayatnya sesuai dengan petunjuk Allah. Tulisan ayat-ayat Qur'an itu disimpan di rumah Rasul saw. Masing-masing sahabat juga menulis untuk disimpan sendiri. Pada masa hayat Rasulullah, tulisan-tulisan itu belum dikumpulkan dalam satu mushaf, tetapi masih berserakan.Setelah Rasulullah wafat dan Abu Bakar menjadi khalifah, terjadi Perang Yamamah yangmerenggut korban kurang lebih 70 sahabat peng­hafal al-Qur'an.Umar menyarankan kepada Abu Bakar agar menghimpun surah-surah dan ayat-ayat yang masih berserakan ke dalam satu mushaf. Awalnya Abu Bakar keberatan , karena hal  itu tidak dilakukan oleh Rasul. Umar meyakinkan kepada Abu Bakar bahwa hal itu semata-mata untuk melestarikan al-Qur'an, akhirnya Abu Bakar menyetujuinya. Zaid ibn Tsabit menerima tugas untuk me­mimpin pengumpulan itu, dengan ketekunandan kesabaran, Zaid ber­hasil menuliskan satu naskah al-Qur'an lengkap di alas adim (kulit yang disamak). setelah selesai, mushaf tersebut diserahkan kepada Abu Bakar dan disimpannya sampai Ia wafat.Ketika Umar menjadi khalifah, mushaf itu beradadalam pengawasannya. Setelah Umar meninggal, mushaf tersebut disimpan di rumah Hafsah bind Umar, isteri Rasul saw.Di masa pemerintahan Usman ibn Affan, timbul perbedaan cara membaca al-Qur'an atauqira'ahdi kalangan umat Islam.Disebabkan Rasul yang memberi kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur'an menurutlahjahatau dialek masing-­masing. Seiring dengan adanya perluasan wilayah Islam dan bertambah banyaknya bangsa-bangsa yang memeluk Islam, cara membaca Al-Qur'an semakin bervariasi atau berbagai dialek. Sahabat Huzaifah ibn Yaman yang pernah mendengar sendiri perbedaan pendapat tentang gira'ah ini, mengusulkan kepada khalifah Usman agar menetapkan aturan penye­ragaman bacaan al-Qur'an dengan membuat mushaf standar, yang akan dijadikan pegangan bagi seluruh umat Islam di berbagai wilayah. Untuk itu Usman membentuk suatulajnahatau panitia yang diketuai oleh Zaid ibn Tsabit. Tugas utamalajnahini adalah menyalin mushaf yang disimpan oleh Hafsah dan menyeragamkan dialeknya, yaitu dialek Quraisy.Setelah selesai mushaf dikembalikan kepada Hafsah, Zaid membuat salinan sejumlah 6 buah (Hasyimi, 1979).  Khalifah  menyuruh agar salinan tersebut dikirim ke beberapa wilayah Islam. Naskah yang lain diperintahkan untuk dibakar sehingga keotentikan kitab suci al-Qur'an dapat terpelihara ( Hassan,1989). Mushaf yang sudah diseragamkan dialeknya itu disebut Mushaf Usmani. Salah satunya disimpan oleh Khalifah Usman, dinamakan Mushaf al-Imam, yang lain dikirimkan ke Mekah,Madinah, Basrah, Kufah dan Syam/Syria.KESIMPULAN.1. Al-qur'an adalah risalah Allah swt. yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril untuk seluruh alam yang berfungsi sebagai pedoman hidup setiap muslim, korektor penyempurna kitab-kitab Allah sebelumnya, dan sebagai mu'jizat bukti bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah.2. Bahasa Al-qur'an adalah mu'jizat terbesar sepanjang masa. Keindahan bahasanya yang luhur, dan mudah dimengerti tidak akan ditemukan pada buku bahasa arab lainya. Hal itu menunjukan bahwa Al-qur'an adalah wahyu.3. Kodifikasi Al-qur'an adalah proses pengumpulan ayat-ayat Al-qur'an kedalam satu mushaf secara lengkap dan tersusun secara tertib, baik dengan cara dihafalkan maupun pembukuan dan penulisan.

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...