Rabu, 08 Januari 2014

Kriteria Penilaian

KRITERIA PENILAIAN

Berbicara dalam konteks kelas, ada 2 macam kriteria penilaian, yaitu :
Penilaian Acuan Patokan
Penilaian Acuan Normal

PAP
Adalah penilaian berdasarkan tingkat pencapaian belajar atau tingkat penguasaan yang menjadi sejumlah kompetensi dalam tujuan pembelajaran.
Contoh :Si A dapat nilai 5 dari 10 soal, maka berarti ia menguasai ½ dari tujuan pembelajaran yang telah dicapai, atau 50 % materi yang dikuasai. 
Kalau si A dapat 10,  berarti 100 % atau sepenuhnya menguasai materi pembelajaran.

Implikasi dari PAP ini, alat evaluasi/test harus content validity, yaitu soal-soal test harus mencerminkan isi keseluruhan dari kompetensi yang akan diukur atau dievaluasi.  Sehingga jawaban yang betul itu benar-benar mencerminkan penguasaan materi.

PAN
Adalah penilaian berdasarkan kedudukan dalam  kelompok, tidak menunjukkan penguasaan materi.
Kriteria penilaian adalah nilai kelompok.  Dalam PAN itu yang dipersoalkan adalah distribusi (sebaran).  Kegunaan PAN biasanya untuk seleksi seperti : ujian SPMB, yang dasarnya daya tampung, jadi yang diterima harus sesuai dengan daya tampung yang ada.

Dalam PAN, harus ada daya pembeda.  Jika daya pembedanya bagus, maka akan ada nilai yang berbeda. Bila dilihat dari tingkat kesukarannya, PAN  ini medianya harus mendekati tingkat lulus atau batas lulus.

Dalam test, ada tingkat kesukaran, tingkat kesukaran itu ada yang bersifat teoritis dan empiris. Yang tahu tingkat kesukaran ini tentunya sipembuat test.
Secara teoritis, soal itu harus ada yang mudah, sedang dan sukar.  Sukar atau mudahnya  soal ditentukan oleh panjang pendek jawaban yang dibutuhkan. 
Suatu soal dikatakan sukar bila :
Membutuhkan jawaban yang panjang.
Membutuhkan pemikiran yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya soal-soal aplikasi/penerapan.
Permasalahan yang ditampilkan makin rumit dan kompleksitas

Sedangkan secara empiris, soal yang dikatakan sukar itu adalah soal yang paling banyak menjawab salah.  Mungkin secara teoritis soalnya mudah, tapi secara empiris bisa sukar karena tidak ada yang menjawab dengan benar.

Komposisi tingkat kesukaran dalam test harus berdistribusi normal (indeksnya harus normal).  Maka tingkat kesukaran yang paling tinggi itulah yang akan membedakan ranking siswa antara ranking 1 dan 2.

Pada PAN, mediannya mendekati garis distribusi normalnya atau berimpit, sedangkan pada PAP biasa saja. Pada PAN yang penting sekali adalah daya pembedanya, sedangkan pada PAP adalah content validitynya.

(Drs Nurul Huda MPdI)

 

Konsep Validitas dan Reliabilitas

KONSEP VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Untuk mendapatkan data yang valid yaitu fakta yang diamati benar-benar tepat ukurannya, maka harus mengukur dengan benar.  Mengukur dengan benar berarti harus menggunakan alat ukur yang valid.

Validitas berasal dari kata validity, yang artinya sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.  Suatu alat ukur memiliki validitas yang tinggi bila alat tersebut menjalankan fungsi ukur secara tepat atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan tujuan dilakukannya pengukuran.

Validitas suatu test atau instrumen adalah seberapa jauh alat itu mampu mengungkapkan dengan tepat ciri atau keadaan yang sesungguhnya dari obyek ukur.
Jadi test yang  valid adalah test yang mampu mengukur apa yang hendak diukur.

Validitas suatu tes dibedakan atas :
Validitas konsep
Validitas empiris

Validitas konsep terdiri atas :
1. Validitas content atau isi
Yaitu sampai seberapa jauh suatu tes dapat mengukur tingkat penguasaan terhadap isi atau materi tertentu yang harus dikuasai, sesuai dengan materi  pengajaran yang tercantum dalam GBPP.

Test itu dikatakan valid bila soal-soal atau butir-butir test itu mencerminkan keseluruhan isi atau content yang diujikan atau yang harus dikuasai secara proposional.

Untuk mengetahui validitas isi suatu test adalah :
Dengan berdasarkan telaah kisi-kisi test. 
Kisi-kisi test dibuat berdasarkan analisis kurikulum dan analisis text book yang digunakan.
2.Dengan mendasarkan pada analisis logika, tidak merupakan suatu koefisien yang dihitung secara statistika.

Isi suatu test harus mencakup semua pokok bahasan atau sub pokok  bahasan.
Kriteria untuk menentukan proporsi masing-masing pokok/sub pokok bahasan adalah dengan melihat :
-  jumlah halaman atau jumlah pertemuan setiap pokok bahasan
-  berdasarkan pendapat para ahli dalam bidang yang bersangkutan

2.Validitas construct
  Yaitu yang mempermasalahkan sampai seberapa jauh item-item suatu tes dapat mengukur variabel-variabel konsep yang hendak diukur, sesuai dengan konsep khusus atau definisi konseptual yang telah ditetapkan.
Contoh : mengukur sikap, minat, konsep diri, locus control, motivasi berprestasi, kecerdasan emosi,  dll.

Untuk menentukan validitas construct suatu instrument :
dengan proses penelaahan teoritis dari suatu konsep dari variabel yang hendak diukur.
Dengan penelaahan oleh para pakar.

Indikator-indikator dari construct  harus homogen, konsisten, dan konvergen  untuk mengukur construct dari variabel yang hendak diukur, dan indikator-indikator itu harus lengkap untuk mengukur suatu construct secara utuh.

Validitas empiris (validitas kriteria)
Adalah validitas yang ditentukan berdasarkan kriteria, baik kriteria internal maupun kriteria eksternal.

Validitas empiris ada 2 macam :
Validitas internal
Adalah validitas yang ditentukan berdasarkan criteria internal (dari instrumen atau test itu sendiri).
Validitas internal mempermasalahkan validitas butir atau item suatu instrumen dengan menggunakan hasil ukur instrumen tersebut sebagai suatu kesatuan sebagai kriteria.
Validitas internal = validitas butir

Validitas butir diperlihatkan oleh seberapa jauh hasil ukur butir tersebut konsisten dengan hasil ukur instrumen secara keseluruhan.

Validitas eksternal adalah validitas yang ditentukan berdasarkan   kriteria eksternal (hasil ukur instrumen atau test lain di luar dari instrumen atau test itu sendiri).

Kriteria eksternal itu dapat berupa hasil ukur instrumen baku atau yang dianggap baku, dapat pula hasil ukur lain yang sudah tersedia dan dapat dipercaya sebagai ukuran dari suatu konsep atau variabel yang hendak diukur.

Validitas eksternal dapat dibedakan lagi atas :
Validitas konkruen
Apabila criteria eksternal yang digunakan adalah ukuran atau penampilan saat ini atau saat bersamaan dengan pelaksanaan pengukuran.
Contoh : Menguji validitas test sumatif untuk mengukur penguasaan materi selama 1 semester dengan menggunakan hasil ulangan-ulangan  harian semester yang bersamaan sebagai criteria eksternal.

Validitas predictive
Apabila kriteria eksternal yang digunakan adalah ukuran atau penampilan masa yang akan datang.
Contoh : Menguji validitas test UMPTN dengan menggunakan IP semester 1 sebagai kriteria eksternal.   IP semester 1 merupakan penampilan masa yang akan datang pada saat pelaksanaan test masuk .  

RELIABILITAS

Reliabilitas berasal dari kata reliability yang berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.

Suatu hasil pengukuran dikatakan reliable atau dapat dipercaya bila dalam beberapa kali pengukuran  terhadap kelompok subyek yang sama, diperoleh hasil pengukuran yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah.

Ada 3 konsep dalam reliabilitas :
1.  Konsistensi (tidak berubah-ubah),   nilai yang diberikan itu konstan.
    Ada 2 macam konsistensi, yaitu :

Konsistensi antar butir
- Makin tinggi konsistensi antar butir, maka reliabilitasnya makin tinggi.
- Makin tinggi nilai R, maka item-item nya makin konvergensi   dalam 
  mengukur hal-hal yang sama.
- Jadi test yang tidak bagus adalah jika item-itemnya terpencar.
- Hasil pengukuran data (skor tampak) -----> fakta
   mengukur yang sebenarnya ------> validitas
   tapi reliabilitas ----> konsistensi
Jika skor tampak dan skor murni makin dekat, berarti validitasnya makin tinggi

Konsistensi semua item (gabungan item)
Artinya hasil ukur item yang satu akan sama dengan hasil ukur item yang lain.

Skor butir dikotomi -----> KR-20

rii=k  1   ( Pi . qi
____     -_________
k – 1     St2

Skor butir kontinu

(=k -  1    .   1   -     ( Si 2
   k             St2

Keterangan :
K= banyaknya butir
Si2= varians skor butir I
Pi= proporsi jawaban benar butir I
qi= proporsi jawaban salah butir I
St2= varians skor total

2.Stability
Jika diukur hari ini, kemudian diukur lagi kepada sekelompok responden yang sama,  ternyata bedanya  kecil.  Atau jika dilakukan re-test (test ulang), bedanya kecil.
Jika kepada kelompok responden yang sama diberikan :
iPerangkat test yang sama dalam waktu yang berbeda, tapi kondisi waktunya sama, misal pagi hari ini dengan pagi esok
ii  Test ke dua kali, tapi tidak terjadi proses belajar, mksudnya setelah   test I tidak di treatment
iii Test ke 2 kalinya, dan tidak terjadi “ hallo efek”,  yaitu siswa tidak      diberitahu kalau akan ditest lagi

Maka test i dan test ii diukur korelasinya, jika korelasinya tinggi, berarti makin stabil.
Dalam stability ada konsistensi
Realibilitas, bisa ditunjukkan dengan equivalensi, misal :
Hasil ukur dengan no 1 –15 konsistensi dengan hasil ukur no 16 – 30
Korelasi paket A dan B mencirikan reliabilitas.
Reliabilitas konsistensi gabungan butir akan berhadapan dengan skor butir (mempersoalkan skor)

Misal dalam Test TPA, soalnya baru
Dikotomi----->  - tidak kontinu
- tidak ada skor ½ benar,  yang ada dikotomi 0    1

ALAT EVALUASI

Dalam pendidikan, alat evaluasi terdiri atas :
1. Tes
Tes adalah alat untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan obyek ukur terhadap seperangkat konten atau materi tertentu. Jadi tes itu adalah kalau kita beri soal, lalu mereka menjawab dengan pengetahuan dan kemampuannya.
Tes (Performansi maksimum) adalah sebagai alat yang dipergunakan untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan obyek ukur terhadap seperangkat konten atau materi tertentu. Tes merupakan sebagai alat ukur yang mempunyai standar obyektif sehingga dapat dipergunakan secara meluas, serta betul-betul dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Jadi tes merupakan salah satu prosedur evaluasi yang komprehensif, sistematik, dan obyektif yang hasilnya dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan atas proses pengajaran yang dilakukan.

Jenis-jenis tes
- Tes pengetahuan yaitu : test hasil belajar
- Tes kemampuan yaitu : test achievement
Tes kemampuan adalah test pengetahuan digabung dengan tes          keterampilan (tes perbuatan)   

Fungsi tes :
Sebagai alat untuk mengukur prestasi belajar siswa
Yaitu alat untuk mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai siswa setelah menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu dan juga sebagai alat untuk mengukur keberhasilan program pengajaran.

Sebagai motivator dlam pembelajaran
Sebagai upaya untuk perbaikan kualitas pembelajaran.
Untuk menentukan berhasil tidaknya siswa sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

2.Non - Tes
Merupakan alat evaluasi untuk mengukur variabel-variabel kuesioner, dan merupakan tes yang mudah.

ALAT EVALUASI NON TES

Sebenarnya ada 2 kelompok saja alat evaluasi non tes ini, yaitu :
1.Kuesioner
Dalam pengertian sempit, kuesioner merupakan daftar pertanyaan biasa.

2.Skala
Skala terbagi 2, yaitu :
Skala sikap, yaitu skala untuk mengukur variabel-variabel yang indikatornya tidak tampak, atau mengukur faktor internal individu (yang tidak tampak dari luar, yang tampak itu adalah akibatnya). Skala sikap mutlak diberikan langsung kepada responden yang bersangkutan.
Contoh skala sikap : lokus kontrol, konsep diri, kepuasan kerja.
Bagaimanan mengukur dengan skala ? Yang diskalakan itu adalah jawabannya.  Misal : skala sikap- sangat setuju, - setuju, - ragu-ragu, - tidak setuju, - sangat tidak setuju.
- ________________ +

Konsep pengukuran adalah memberikan kuantitas antara gejala yang diamati antara 2 kutub.
Pada masing-masing item (butir soal) harus bergradasi dari – ke +
Misal :
Masing-masing butir+-
SS51
S42
R33
TS24
STS15
Untuk skala sikap bisa juga menggunakan kategori  : - sangat baik, - baik , - …… dstnya. Atau juga dengan – sangat sering, - sering, - jarang, - kadang-kadang, - tak pernah.
Dalam  membuat skala sikap bisa dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan. Kalau dalam bentuk pernyataan, responden berkedudukan sebagai orang pertama, tiap awal kalimat menggunakan kata Saya.  Tapi kalau dalam bnetuk pertanyaan, responden berkedudukan sebagai orang kedua,  jadi untuk responden menggunakan kata Anda, dan di akhiri dengan tanda tanya.  Untuk mendeteksi apakah pertanyaan valid atau tidak, lihat dari jawaban.

Skala penilaian, yaitu skala untuk mengukur variabel-variabel yang indikatornya tampak oleh orang lain (indikatornya konkrit).
Misalnya : kinerja guru, dapat diukur oleh orang-orang yang paling banyak terkait dengan guru.
Penulisan item-item harus disesuaikan dengan siapa yang menjadi respondennya.

(Drs Nurul Huda MPdI)

Konsep Evaluasi, Pengukuran dan Assesstment

KONSEP EVALUASI, PENGUKURAN DAN ASSESSTMENT

Evaluasi (evaluation)
Pengertian evaluasi :
Suatu proses atau tindakan yang terencana, sistematis, untuk menentukan atau membuat keputusan, sampai sejauh mana tujuan atau program telah tercapai. (Gronlund, 1985).
Evaluasi adalah hasil dari kegiatan pengukuran dan penilaian.  Hasil dari kegiatan evaluasi bersifat kualitatif, sedangan hasil dari kegiatan pengukuran bersifat kuantitatif.
Proses menilai sesuatu berdasarkan criteria atau tujuan yang telah ditetapkan, yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan.
Evaluasi pada dasarnya merupakan penafsiran atau interpretasi yang bersumber pada data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan hasil dari pengukuran.

Pengukuran (measurement)
Pengertian pengukuran :
Suatu proses kuantitifikasi terhadap fakta, yaitu proses pemberian angka terhadap sesuatu yang disebut obyek ukur.
Mengukur pada hakekatnya adalah pemasangan atau korespondensi satu-satu antara angka yang diberikan dengan fakta atau obyek yang diukur.
Pengukuran menggunakan satuan-satuan tertentu, jadi pengukuran dapat dikatakan sebagai proses memasangkan fakta-fakta dengan satuan-satuan ukuran tertentu, sedangkan penailaian adalah proses membandingkan sesuatu obyek atau gejala yang diamati dengan mempergunakan patokan-patokan tertentu seperti : baik – tidak baik,  memenuhi syarat – tidak memenuhi syarat, dll.
Pengukuran menghasilkan angka, baik angka mentah maupun angka final.  Dari angka dilakukan penilaian.  Pada waktu penilaian dibutuhkan kriteria atau patokan tertentu.

Penilaian (Assesstment)
Pengertian penilaian :
1.Suatu proses atau tindakan menentukan nilai sesuatu obyek yang diamati.
2.Penilaian dapat dilakukan berdasarkan hasil pengukuran atau dipengaruhi oleh hasil pengukuran. Penilaian mempunyai criteria atau ukuran-ukuran tertentu dan obyektivitas.
3.Penilaian hanya sebatas memberikan nilai saja, sedangkan evaluasi berakhir dengan pengambilan keputusan.

Contoh :PesertaSkorNilaiKeputusan

Ali85B +lulus amat baik
pengukuranpenilaianevaluasi
Variabel adalah sesuatu yang mempunyai variansi nilai. Ada pun sesuatu yang dapat diukur dan nilainya bisa berubah-ubah.
Dalam pengukuran, ada 2 variabel yang dapat diukur, yaitu :
1.Variabel factual
Yaitu variabel yang indikatornya jelas, kongkrit dan tidak perlu dijelaskan.  Instrumennya tidak perlu diteliti atau divalidasi, alat ukurnya sudah baku.
Contohnya : agama, tinggi badan, jenis kelamin, umur

2.Variabel konsep
Adalah variabel yang indikatornya masih abstrak dan perlu dijelaskan dan instrumennya perlu divalidasi. Contohnya sikap, kecerdasan emosional, locus control, dll
Variabel konsep ini ada 2 macam :
variabel content,
Yaitu sesuatu yang akan kita ukur nilainya berdasarkan isi atau content atau materi tertentu yang sesuai dengan tujuan pengajaran, tidak boleh keluar dari materi atau silabus yang ada. Variabel yang diukur harus mencerminkan keseluruhan materi atau kontent yang seharusnya dikuasai secara proposional.
Contohnya : pengukuran terhadap hasil belajar, kisi-kisi test diambil dari materi pelajaran, sesuai dengan tujuan pengajaran dalam kurikulum yang sudah ada.

Variabel construct
Yaitu sesuatu yang akan diukur itu perlu dibuat penelaahan teorinya, dibuatkan dulu definisi konsepnya, apa indikator-indikatornya, .
Contohnya : mengukur sikap, minat, gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi, konsep diri, lokus kontrol, kecerdasan intelektual, kepribadian, dll.
IQ adalah ukuran baku kecerdasan intelektual, dan EQ adalah ukuran baku dari kecerdasan emosional. 

Variabel content diukur dengan test, sedangkan variabel construct diukur dengan non test.

Alat untuk mengukur suatu obyek atau alat untuk mengumpulkan data mengenai suatu variabel disebut : instrumen.

Instrumen
Ada 2 macam  :1. test
2. non test

Pengertian test :
1. Alat atau prosedur yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan penguasaan obyek ukur terhadap seperangkat materi tertentu.
2.Suatu prosedur atau alat yang digunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian.

Fungsi test

Sebagai alat untuk mengukur prestasi belajar siswa
Mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai siswa dalam waktu tertentu
Mengukur keberhasilan program pengajaran, yaitu seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan dicapai, seberapa yang belum dan apa yang perlu dilakukan untuk mencapainya.

2.Sebagai motivator
-Sebagai motivator ekstrinsik
-Penting dalam umpan balik berupa nilai untuk meningkatkan intensitas belajar.

3.Sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pembelajaran
Dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran, ada 3 jenis test :
Test Penempatan (placement test)
Bertujuan agar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara efektif, karena sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Dalam evaluasi penempatan digunakan alat evaluasi  berupa test bakat , test pengetahuan.
Test Diagnostik
Evaluasi diagnostik dilakukan untuk mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar yang dialami peserta didik, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dan cara mengatasi kesulitan.
Test Formatif
Dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah (baru) disampaikan.

Sebagai syarat untuk menentukan berhasil atau tidaknya seorang peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Untuk keperluan ini dilakukan test sumatif.
Fungsi test sumatif :
-untuk menentukan ranking siswa
untuk menentukan dapat atau tidaknya melanjutkan program pembelajaran berikutnya
untuk menginformasikan kemajuan siswa kepada pihak lain


Penggolongan test
1.Sebagai alat ukur terhadap pengaruh kegiatan pembelajaran, ada pre test dan post test.
2.Dari aspek psikis, ada test intelegensi, test kemampuan dasar, test sikap, test kepribadian, test kemajuan belajar (achievement test)
3.Dari jumlah peserta, ada test individual dan test kelompok
4.Dari waktu, ada power test (waktu tidak dibatasi) dan speed test (waktu dibatasi).
5.Dari bentuk respon, ada test verbal dan test non verbal.
Test verbal menghendaki jawaban yang tertuang dalam kata/kalimat, sedangkan test non verbal menghendaki jawaban dalam bentuk tingkah laku, bukan kata-kata.
6.Dari cara mengajukan petanyaan, ada test tertulis, test non tertulis, dan test perbuatan.

Non Test
1.Observasi
Cara mendapatkan data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang dijadikan obyek pengukuran.
Observasi banyak dilakukan untuk menilai tingkah laku individu.  Observasi partisipatif, si observer melibatkan diri ditengah-tengah kegiatan, sedangkan observasi non partisipatif observer berada di luar kegiatan.

2.Wawancara
Cara mengumpulkan data dengan melakukan tanya jawab langsung (berhadapan muka), sepihak, dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Ada 2 jenis wawancara, yaitu wawancara bebas dan wawancara terpimpin.

3.Angket
Cara mengumpulkan data dengan menggunakan kuisioner. Cara ini lebih praktis, hemat waktu, tapi kelemahannya ada kemungkinan jawaban yang diberikan dalam angket tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, bila pertanyaan dalam angket tidak jelas dapat membingungkan responden.
Angket digunakan untuk menilai ranah afektif. Bentuk angket ada berupa pilihan ganda, skala sikap.

Pengembangan test sebagai alat evaluasi

Menetapkan tujuan test -------- analisis kurikulum --------- analisis buku pelajaran -------  mmbuat kisi-kisi soal -------- penulisan TIK ------- penulisan soal --------- reproduksi test terbatas --------- uji coba test ------- analisis hasil uji coba ------- revisi soal ----------- merakit soal menjadi test.

(Drs Nurul Huda MPdI)

Minggu, 05 Januari 2014

Jadwal UAS smt 5

Jadwal UAS semester 5

Sabtu 11 januari
-usul fiqih
-PMMP

Ahad 12 januari
-psikologi agama
-pengembangan K PAI

Sabtu 18
-perencanaan sistem PAI
-pengembangan kurikulum

Ahad 19
-MPP
-Metodologi PAI

Sabtu 25
-managemen pendidikan

Kamis, 28 November 2013

Materi PMMP Lengkap

PENGEMBANGAN MATERI METODE PENILAIAN
(PMMP)

Konsep Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

Pengukuran adalah membandingkan obyek ukur dengan alat ukur. Dalam pengukuran menghasilkan angka/skor (kuantitas). Penilaian adalah pemaknaan dari hasil pengukuran (kualitas).

Evaluasi adalah keputusan yang diambil dari hasil pengukuran dan penilaian. Misalnya; Sahroni mendapatkan nilai ”75” (pengukuran), berarti ”B+/baik sekali” (penilaian) hasilnya ”Lulus” (evaluasi).

Dalam pembuatan soal harus dilihat dulu indikator pencapaian, misalnya;
“siswa mampu melafadzkan niat sholat fardhu dengan benar”,
“siswa mampu menyebutkan jumlah rakaat masing-masing sholat fardhu”.

Tujuan, Fungsi, dan prinsip Evaluasi

Secara umum tujuan Evaluasi adalah mendapatkan gambaran secara utuh pencapaian suatu progam. Fungsi evaluasi adalah memberikan pertimbangan dalam rangka membuat keputusan.

Prinsip evaluasi;
Obyektif, dan Adil.
Kontinuitas (berkesinambungan).
Komprehensif (luas/menyeluruh)
Context (need assessment), Input, Proses, Product, Out came (dampak yang ditimbulkan dari product).
Kooporatif, yaitu kerjasama antara evauan dengan evaluator.
Praktis,
Akuntable, yaitu dapat dipertanggungjawabkan.
Teknis Evaluasi
Teknis evaluasi Ada 2, yaitu;
Tes, misalnya 1+1 = 2. ciri-cirinya;
waktunya terbatas,
sifatnya mengikat, dan memaksa
Item jawabanya ada benar, dan salah karena ada jawaban
Non Tes, misalnya; bagaimana pendapat/sikap anda tentang ini. ciri-cirinya;
waktunya fleksibel/kondisional,
sifatnya mana suka.
Tidak ada benar salah, yaitu kecenderungan karena tidak ada kunci jawabanya.
Dalam sebuah penelitian bisa diukur dengan 2 teknis, misalnya pengaruh hasil belajar dengan minat siswa. Hasil belajardinilai dengan Tes, sedangkan minat siswa bisa diukur dengan Non Tes.

Prinsip Tes

Prinsip tes antara lain;
Valid; tes yang dengan tepat bisa mengukur apa yang diukur. Misalnya tentang indikator pencapaian;
Siswa dapat mengetahui pengertian sholat
Siswa dapat menyebutkan hal-hal yang membatalkan sholat
Siswa dapat melakukan gerakan dan bacaan sholat dengan baik dan benar.
Reliabel; tetep dan dapat dipercaya. Manakala sebuah tes itu menggunakan instrumen yang sama, responden sama, waktu yang berbeda, dan hasil yang relatif sama dengan catatan selama antara tes I dengan tes berikutnya tidak ada perlakuan atau responden tetap.
Fair; tidak merugian. Dalam hal ini ada nilai;
Honesty (kejujuran), sebuah tes harus ada beberapa kliteria;
Tingkat kesukaran soal harus sama dengan kemampuan siswa,
Soal tidak boleh menjebak (mempunyai makna ganda), misalnya; nabi Muhammad lahir pada tahun? (gajah/571M).
Materi yang diujikan sesuai dengan jenis tes dan bentuk soal yang digunakan. Misalnya siswa dapat mengetahui wudhu dengan baik, maka bisa dilakukan dengan praktek.
Menetapkan penskoran yang tepat. Misalnya jawaban benar, logis, ada contohnya, dan tulisan bagus (total skor 20).
Seimbang, mengandung beberapa kliteria, diantaranya;
Materi yang diujikan sama dengan materi yang diajarkan.
Semakin banyak materinya, semakin banyak soalnya.
Waktu untuk mengerjakan soal sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan
Mengurutkan dari soal yang mudah kepada soal yang sukar,
Mengurutkan level kognitif dari yan rendah ke yang tinggi, yaitu; pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Tidak mungkin ada pemahaman tanpa pengetahuan.
Mengurutkan/mengelompokkan jenis soal. Misalnya pilihan ganda dengan pilihan ganda, esai dengan esai.
Organisasi,
Jelas petunjuk dan perintahnya. Misalnya sebutkan, atau deskripsikan.
Urutan materi tes sesuai dengan urutan materi yang diajarkan. Misalnya dari wudhu, sholat wajib, sholat sunah, baru puasa. Dimaksut menjaga logika pemikiran anak
Layout harus jelas dan bisa dibaca. Misalnya untuk anak menggunakan font yang lebih besar, dimaksud agar anak mudah membacanya. Bahasa yang digunakan harus lugas, jelas, dan tidak terlalu terbelit-belit.
Transparan, apa yang diujikan, tugasnya dan jelas aturan pensekorannya.
Autentik, artinya murni atau asli hasil kerja siswa, hasil yang nyata atau real.

PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES

Langkah-langkahnya;
Menetapkan tujuan tes, untuk mengetahui pencapaian seberapa jauh penguasaan materi yang baru diajarkan.
Analisis kurikulum, untuk melakukan pembobotan pada jumlah jam pertemuannya.
Analisis bahan ajar, yaitu untuk melakukan pembobotan pada jumlah halaman, atau banyaknya materi.
Menyusun kisi-kisi, untuk menjamin butir-butir soal mencakup keseluruhan materi secara profesional.
Menulis TIK operasional. Misalnya;
siswa mengetahui niat wudhu. Soalnya berupa melengkapi lafadz niat wudhu.
Siswa dapat mengetahui syarat wudhu. Soalnya berupa siswa diminta memilih yang termasuk syarat wudhu dari soal yang diberikan
Menulis soal, ada beberapa hal;
Soal harus valid
Soal harus bisa dikerjaka satu kemampuan spesifik. Bukan soal yang borongan.
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Usahakan menghindari kesalahan tulisan atau pengetikan.
Harus jelas petunjuk pengerjaanya
Melakukan validasi konsep, atau telaah butir soal.
Validitas konten, yaitu lebih menekankan kesesuaian soal dengan isinya
Validitas konstruksi, yaitu seberapa jauh soal dapat mengukur indikator.
Validitas wajah, merupakan ketepatan kewajahan atau redaksional
noNo butirValiditas kontenValiditas konstruksiValiditas wajahSaran-saran11VVX-
Revisi soal berdasarkan saran-saran dari validasi konsep
Reproduksi soal, yaitu memproduksi ulang  soal-soal
Try out, digunakan untuk menilai instrumen bukan mengisi rapot
Analisis data hasil try out
Data diskrit

rit = Data kosterial antara skor butir nilai i dengan t
µi = rata-rata skor total responden yang menjawab benar butir nomor i
µt = rata-rata total semua responden
T = standar devisiasi semua responden
p = proporsi jawaban benar untuk butir i
q = proporti jawaban salah untuk butir i
Revisi soal berdasarkan validasi empirik
Merakit soal menjadi satu instrumen tes yang siap pakai.

Selasa, 26 November 2013

Pengaruh metode dalam pengajaran PAI

PENGARUH METODE DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pendahuluan
Metode mengajar memegang peranan penting dalam mencapai tujuan atau keberhasilan pengajaran. Seorang guru akan berhasil dalam tugas mengajar, bila dengan metode atau teknik yang digunakannya ia mampu memotivasi serta memancing daya dan gairah belajar murid-muridnya.
Dalam mengajar guru harus mengetahui tentang kriteria dalam menggunakan metode mengajar sehingga ia akan lebih mudah dalam memilih metode. Pemilihan metode mengajar ini disesuaikan dengan bahan pelajaran, situasi dan kondisi dan lainnya. Seorang guru yang menggunakan metode mengajar secara bervariasi hendaknya dapat mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam belajar, sehingga siswa tersebut lebih mudah memahami pelajaran tersebut
Menurut Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany dalam Falsafah Tarbiyah Al-Islamiyah mengungkapkan bahwa guru yang berjaya adalah yang menjadikan metode dan teknik pengajarannya sebagai pendorong bagi kegiatan murid-muridnya, dan menjadi penggerak bagi motivasi-motivasi dan kekuatan pengajaran yang terpendam pada diri murid-muridnya.
Dengan demikian metode pengajaran bersifat dinamis, agar dapat memilih dan memakai metode yang tepat, harus selalu di adakan penelitian dan evaluasi secara terus menerus. Melihat hal yang semacam ini, pemakalah mempunyai permasalahan mengenai metode pengajaran bila diterapkan dalam pengajaran pendidikan agama islam.

Pembahasan
Beberapa metode pengajaran yang dimungkinkan dapat dipergunakan dalam pengajaran agama Islam yaitu : Metode ceramah, metode diskusi, metode resitasi (pemberian tugas), metode demonstrasi, metode kerja kelompok, metode sosiodrama, metode tanya jawab dan metode proyek. Beberapa metode tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan.
Metode yang sering digunakan dalam penyampaian materi pendidikan agama Islam antara lain:

Metode Ceramah
Metode ceramah ialah cara mengajar dengan penuturan secara lisan tentang suatu bahan pelajaran yang telah ditetapkan dan dapat menggunakan alat-alat pembantu seperti gambar, potret, barang tiruan, film dan sebagainya. Guru dalam metode ceramah menjadi sentral pengajaran. Karena aktifitas ditekankan pada guru, maka guru harus mampu memilih kata-kata sedemikian rupa sehingga dengan suara yang cukup terang dapat dimengerti dan menarik perhatian siswa.
Metode ceramah ini banyak digunakan oleh para Rasul dalam menyampaikan dakwahnya. Hal ini dapat kita lihat misalnya sebelum Nabi Musa as. Menjalankan misi dakwahnya, beliau berdo’a sebagaimana dalam surat Thaha ayat 25-28.
Yang Artinya : “Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Supaya mereka mengerti perkataanku “ (Q.S.Thaha : 25-28)
Keunggulan metode ceramah dalam pengajaran pendidikan agama islam
Suasana kelas berjalan dengan tenang karena peserta didik melakukan aktifitas yang sama, sehingga pendidik dapat mengawasinya sekaligus. Misalnya mengkisahkan sejarah masuknya islam ke turki. Semua pesertadidik akan memperhatikan cerita tersebut, sehingga bagi pendidik akan mudah untuk mengawasinya.
Tidak membutuhkan tenaga banyak dan waktu yang lama, dengan waktu yang singkat peserta didik dapat menerima pelajaran sekaligus. Metode ceramah dalam pengajaran pendidikan agama islam, akan lebih menghemat tenaga dan waktu.
Pelajaran dapat dilaksanakan dengat cepat, karena dengan waktu yang singkat dapat diuraikan bahan yang banyak.
Organisasi kelas sangat sederhana karena tidak membutuhkan alat-alat yang begitu banyak. Hanya cukup dengan berceramah di depan kelas, atau menggunakan pengeras suara bila dibutuhkan.
Kelemahan metode ceramah dalam pengajaran pendidikan agama islam
Guru tidak dapat mendapatkan kepastian daya serap siswa terhadap materi pelajaran. Hal ini disebabkan tingkat kecerdasan peserta didik yang berbeda.
Dalam diri murid kemungkinan dapat berbentuk konsep-konsep lain dari kata-kata yang dimaksudkan, karena pemahaman yang berbeda akan menimbulkan arti yang berbeda pula. Misalnya dalam pelajaran fiqih, bahwa malu adalah sebagian dari pada iman. Bagi peserta didik terkadang memahami bahwa malu untuk keluar rumah, atau malu untuk bertanya ketika ada suatu materi yang kurang paham.
Murid cenderung pasif, sehingga sulit mengembangkan kecakapan guna mengeluarkan pendapatnya sendiri.
Murid sukar mengkonsentrasikan perhatian.

Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab ialah menyampaikan bahan pelajaran dengan jalan guru bertanya dan siswa menjawab pertanyaan guru. Pada umumnya metode ini sebagai selingan dalam proses belajar mengajar, dalam metode ini paling tidak ada dua hikmah, yaitu :
Memberikan kesempatan bertanya yang mengandung latihan keberanian bertanya.
Melalui ceramah biasanya siswa kurang mencurahkan perhatiannya, tetapi mereka akan berhati-hati terhadap pelajaran yang diajarkan melalui metode tanya jawab sebab sewaktu-waktu mereka akan mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru kepadanya.
Sebagai salah satu teknik untuk mengetahui keberhasilan proses belajar mengajar. Dengan demikian terbuka pintu jalur dua arah yaitu dari guru kepada siswa dan sebaliknya.
Metode tanya jawab adalah salah satu teknik untuk mengajar yang dapat membantu kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam metode ceramah. Guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana siswa dapat mengerti dan dapat mengemukakan apa yang telah diceramahkan.
Metode tanya jawab dapat dipakai oleh guru untuk menetapkan secara umum apakah siswa yang mendapatkan giliran untuk menjawab pertanyaan sudah dapat memahami materi pelajaran yang telah dipelajari. Metode tanya jawab mempunyai peranan sangat penting dalam proses belajar mengajar, pertanyaan yang tersusun teratur dan terarah dengan teknik pengajaran yang tepat akan dapat;
Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan belajar mengajar
Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu bagi murid terhadap masalah yang diberikan.
Mengembangkan pola berfikir dan belajar lebih aktif bagi murid.
Menentukan perhatian bagi murid terhadap masalah yang sudah dibahas.
Dengan melaksanakan metode tanya jawab, pertanyaan dapat diajukan oleh guru atau siswa, dengan kata lain guru bertanya siswa menjawab dan siswa bertanya guru menjawab. Metode tanya jawab mempunyai kelebihan dan kelemahan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Drs. Mansyur dalam buku Metodologi Pendidikan Agama, kelebihan metode tanya jawab yaitu:
Guru dengan segera dapat mengetahui materi pelajaran yang belum dikuasai oleh murid.
Baik sekali untuk melatih murid agar berani mengembangkan pendapatnya dengan lisan secara teratur.
Murid dapat menanyakan langsung kepada guru tentang bahan pelajaran yang sulit dikuasai
Suasana kelas akan hidup, karena aktif berpikir dan menyampaikan pikirannya dengan berbicara dan murid bertanya atau memberikan penjelasan.
Adapun kelemahan metode tanya jawab antara lain sebagai berikut :
Waktu yang dipergunakan kadang-kadang tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh, karena jika terjadi perbedaan pendapat akan lama menyelesaikannya.
Bisa menimbulkan penyimpangan pokok bahasan bila terjadi jawaban yang menarik perhatian tetapi bukan merupakan sasaran yang menjadi tujuan.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari beberapa aspek tidak menggambarkan keseluruhan.

Metode Diskusi
Diskusi yaitu metode pengajaran melalui kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. Dengan metode ini diharapkan keaktifan, kearifan serta kemampuan peserta didik dalam bertanya, komentar, saran serta jawaban yang dibawah koordinasi pengawasan pendidik melalui proses belajar mengajar guna mencapai tujuannya
Dalam ajaran Islam banyak menunjukkan pentingnya metode diskusi dipergunakan dalam pendidikan agama sebagaimana Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 159 yang Artinya : “ ... dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu ....“ (Q.S.Ali Imran: 159)
Keunggulan metode diskusi dalam pengajaran pendidikan agama islam
Suasana kelas akan hidup, sebab peserta didik mengarahkan pikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan
Dapat menaikkan prestasi kepribadian individu seperti toleransi, demokratis, kritis, berfikir sistematis, sabar dan sebagainya
Kesimpulan-kesimpulan diskusi mudah dipahami peserta didik, karena mereka mengikuti proses berfikir sebelum pada kesimpulan
Melatih peserta didik untuk berfikir matang sebelum mengemukakan pikiran atau pendapatnya kepada umum.
Kelemahan metode diskusi dalam pembelajaran pendidikan agama isla
Sering terdapat sebagian peserta didik tidak aktif
Sulit menduga hasil yang akan dicapai karena waktunya terlampau banyak
Sering sebagai adu kemampuan dan pelampiasan emosi personal atau kelompok, bila pendidik kurang menguasai masalahnya.

Metode Pemberian Tugas ( Resitasi )
Metode pemberian tugas yaitu cara mengajar yang dicirikan oleh adanya kegiatan perencanaan antara siswa dengan guru mengenai suatu persoalan atau problema yang harus diselesaikan dan dikuasai oleh peserta didik dengan jangka waktu tertentu yang disepakati bersama antara peserta didik dengan pendidik.
Keunggulan metode penugasan dalam pengajaran pendidikan agama islam
Metode penugasan dalam pengajaran pendidikan agama islam mempunyai kelebihan, yaitu :
Siswa berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri. Karena pada hakekatnya pemberian tugas merupakan sebuah tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh peserta didik.
Baik sekali untuk mengisi waktu yang luang dengan masalah yang konstruktif. Karena pemberian tugas tidak harus melibatkan secara aktif pengawasan seorang guru dalam pelaksanaanya.
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan bekerja dalam suasana yang merdeka dan demokratis.
Membiasakan siswa untuk belajar meskipun tanpa pengawasan.
Kelemahan metode penugasan, yaitu :
Sering tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa dikerjakan oleh orang lain sehingga siswa tidak tahu menahu tentang tugas tersebut.
Apabila tugas tugas terlalu sering diberikan, ketenangan mental mereka akan terganggu. Hal ini pemberian tugas yang sering, akan menjadi beban dan menjadi momok yang menakutkan bagi peserta didik.
Sukar memberikan tugas yang memenuhi dan sesuai dengan perbedaan masing-masing individu. Kerena pada dasarnya karakteristik peserta didik terhadap pelajaran itu berbeda.
Sering sekali siswa menyalin atau meniru pekerjaan teman-temannya tanpa belajar.

Metode Demontrasi
Metode demonstrasi yaitu suatu cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal digantikan dengan suatu kerja fisik atau pengoperasian peralatan barang atau benda. Metode ini digunakan bila ingin memperlihatkan bagaimana sesuatu harus terjadi dengan cara yang paling baik.
Kelebihan metode demontrasi dalam pembelajaran pendidikan agama islam
Membantu siswa untuk memahami dengan jelas suatu proses dengan penuh perhatian. Pada hakekatnya yang ditekankan dalam metode ini tidak hanya teori, tetapi juga praktek. Oleh karena itu tingkat pemahaman peserta didik tidak hanya terpusat pada teori saja, melainkan praktek.
Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
Menghindari verbalisme
Memberikan keterampilan tertentu.
Kelemahan metode demontrasi dalam pendidikan agama islam
Ada beberapa kelemahan metode demontrasi dalam pengajaran pendidikan agama islam, diantaranya;
Membutuhkan waktu yang cukup banyak, sehingga mata pelajaran yang lain kemungkinan bisa terganggu
Tidak efektif bila terbatasnya sarana
Terlalu sering mengadakan bisa menghalangi proses berfikir dengan gaya abstraksinya
Sukar dilaksanakan bila peserta didik tidak hadir sebagian.
Metode ini sering digunakan pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam menerangkan atau menjelaskan tentang cara mengerjakan suatu ibadah seperti shalat, berwudhu, haji dan sebagainya

Kesimpulan
Metode Ceramah
Keunggulan metode ceramah dalam pengajaran pendidikan agama islam
Pendidik dapat mengawasinya sekaligus.
Tidak membutuhkan tenaga banyak dan waktu yang lama
Pelajaran dapat dilaksanakan dengat cepat,
Organisasi kelas sangat sederhana
Kelemahan metode ceramah dalam pengajaran pendidikan agama islam
Guru tidak dapat mendapatkan kepastian daya serap siswa terhadap materi
Dalam diri murid kemungkinan dapat berbentuk konsep-konsep.
Murid cenderung pasif,
Murid sukar mengkonsentrasikan perhatian.
Metode Tanya Jawab
Kelebihan metode tanya jawab yaitu:
Guru dapat mengetahui materi pelajaran yang belum dikuasai oleh murid.
Baik sekali untuk melatih murid agar berani
Murid dapat menanyakan langsung kepada guru
Suasana kelas akan hidup,
Adapun kelemahan metode tanya jawab antara lain sebagai berikut :
Waktu yang dipergunakan tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh
Bisa menimbulkan penyimpangan pokok bahasan
Pertanyaan-pertanyaan tidak menggambarkan keseluruhan.
Metode Diskusi
Keunggulan metode diskusi dalam pengajaran pendidikan agama islam
Suasana kelas akan hidup,
Dapat menaikkan prestasi kepribadian individu
Kesimpulan-kesimpulan diskusi mudah dipahami peserta didik
Melatih peserta didik untuk berfikir matang
Kelemahan metode diskusi dalam pembelajaran pendidikan agama isla
Sering terdapat sebagian peserta didik tidak aktif
Sulit menduga hasil yang akan dicapai karena waktunya terlampau banyak
Sering sebagai adu kemampuan dan pelampiasan emosi personal atau kelompok, bila pendidik kurang menguasai masalahnya.
Metode Pemberian Tugas ( Resitasi )
Keunggulan metode penugasan dalam pengajaran pendidikan agama islam
Siswa berkesempatan bertanggung jawab dan berdiri sendiri
Baik sekali untuk mengisi waktu.
Belajar dan bekerja dalam suasana yang merdeka dan demokratis.
Membiasakan siswa untuk belajar meskipun tanpa pengawasan.
Kelemahan metode penugasan, yaitu :
Tugas dikerjakan oleh orang lain
Ketenangan mental mereka akan terganggu
Sukar memberikan tugas
Sering sekali siswa menyalin atau meniru pekerjaan teman-temannya
Metode Demontrasi
Kelebihan metode demontrasi dalam pembelajaran pendidikan agama islam
Membantu siswa untuk memahami dengan jelas
Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
Menghindari verbalisme
Memberikan keterampilan tertentu.
Kelemahan metode demontrasi dalam pendidikan agama islam
Membutuhkan waktu yang cukup banyak
Tidak efektif bila terbatasnya sarana
Menghalangi proses berfikir
Sukar dilaksanakan bila peserta didik tidak hadir sebagian.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Joko Tri Prasetya. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Alimpandie, Imansyah. 2004. Didaktik Metodik. Surabaya: Usaha Nasional, tt.
Gulo, W. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Grasindo
Nizar, Syamsul. 2002. Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis, Teoritis, Dan Praktis. Jakarta: Ciputat Press
Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan Islam II. Bandung: CV. Pustaka Setia, 1997.
Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001

Sabtu, 23 November 2013

Tugas MID bapak Fatah

Tugas MID semester V bp ahmad fatah

1. Wawancara, dengan ketentuan sebagai berikut;
- lakukan wawancara kepada salah satu pendidik pada salah satu mapel PAI bebas (semua jenjang)
- tema wawancara tentang problematika dalam perencanaan pengajaran
- format penulisan:

Hari:
Tanggal:
Narasumber:
Lokasi:
Jam:
Pertanyaan:
Jawaban:

Penulisan 4 halaman kertas A4, sepasi 1,5 times new roman 12.

2. Analisis hasil wawancara berisi pandangan penulis atau pakar tentang keseluruhan hasil wawancara. 2 halaman saja.

deat line 14 Desember 2013.

Selasa, 19 November 2013

kelompok ushul Fiqih

Kelompok Usul Fiqih

Ihtihsan

Uswatun Hasanah,
Siti Mar’atus sy,
M Sholikul Huda,
Habib umar,

Maslahat mursalah

Imam Sahroni,
Fika NN,
Muslihatin,
Sugiati,

Istishab

Dwi Nofika S,
Nur Sholihah,
Jasmiatun,
Suharno,
Istiqomi’atin

Syadadul dari’ah

Supriyadi,
Ana Lati J,
Nurhalimah,
Sulistiyani

Madhab sashohabi

Ah Sutiyanto,
Mas’amah,
Nursahid,
Umi Shodriyah

‘Urf

Ah Syaifudin,
M Faisol Sujadi,
Rofiatun,
Zaenul Wafa,

Syara’ min qoblina

Ah Yasin,
M Ridwan,
Siti Inaroh,
Zuliana NA

Pati, 5 Oktober 2013
Dosen pengampu; Yusuf Fatoni, Mag


Kamus Hidupku

Kelompok perencanaan

PERENCANAAN SISTEM PAI

“DAFTAR KELOMPOK”

Kelompok 1
M Sholikul Huda
Istiqomiatin
Ah Sutiyanto

Kelompok 2
Muslihati
Ah Syaifudin
Ana LJ

Kelompok 3
Ah yasin
Nur Sholihah
Uswatun HS

Kelompok 4
Dwi NS
Nur Halimah
Zaenul Wafa

Kelompok 5
Fika NN
Nur Sahid
Zuliana NA

Kelompok 6
Habib Umar
Rofiatun
Umi Sd

Kelompok 7
Imam S
Siti Inaroh
Sulistiyani

Kelompok 8
Jasmiatun
Siti Mar’atus Sy
Suharno

Kelompok 9
Khoirul A
Sugiati
M Ridwan

Kelompok 10
Masamah
Muh Faisol S
Supriyadi
Agus tiyono (113212)

Kelompok perencanaan sistem PAI

DAFTAR KELOMPOK PERENCANAAN SISTEM PAI

1, Konsep dasar perencanaan pengajaran I
M Sholikul Huda
Istiqomiatin
Ah Sutiyanto

6, Relevansi metode mengajar dalam perencanaan pembelajaran
Habib Umar
Rofiatun
Umi Sodriyah

2, Konsep dasar perencanaan pengajaran II
Muslihatin
Ah Syaifudin
Ana LJ

7, Progam mengajar guru
Imam Sahroni
Siti Inaroh
Sulistiyani

3, Pendekatan sistem dalam perencanaan pengajaran
Ah yasin
Nur Sholihah
Uswatun HS

8, Pengembangan silabus
Jasmiatun
Siti Mar’atus Sy
Suharno

4, Model-model perencanaan pengajaran
Dwi Nofika S
Nur Halimah
Zaenul Wafa

9, Penyusunan RPP
Khoirul Anwar
Sugiati
M Ridwan

5, Perencanaan tujuan, materi, sumber dan media pengajaran
Fika NN
Nur Sahid
Zuliana Nur A

10, Penilaian berbasis kelas
Mas’amah
Muh Faisol S
Supriyadi
Agus Tiyono

Pati, 21 September 2013
Dosen Pengampu: Ahmad Fatah, M. S. I




Kamus Hidupku

Kelompok Metodologi PAI

METODOLOGI PAI
Pengertian metode pembelajaran PAI (kedudukan dan urgensi metode)Muslihatin
Fika niken
Istiqomi’atin
Uswatun Hasanah (112264)Pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran (Persamaan, perbedaan, kelebihan dan kekurangan)Nursahid
A Yasin
Umi ShodriyahMenentukan metode pembelajaran PAI yang baik dan tepatSugiati
Supriyadi
NurhalimahAplikasi metode pembelajaran PAI secara umum di kelasM Sholikul huda
Rofiatun
Siti InarohMetode pembelajaran dan pengaruhnya dalam pembelajaran PAIAhmad sutiyanto
Suharno
Zuliana NAAplikasi metode mind mapping, problem solving, dan proyek dalam pembelajaran PAI (kelebihan dan kelemahan)Z Wafa
Dwi Nofika
Siti Maratus Sy
Nur Hayati (110126)Metode quantum teaching :Prinsip, teknik (Kelebihan dan kelemahan dalam pembelajaran PAI)Nur sholihah
Khoirul Anwar
Uswatun HasanahMetode karya wisata, discovery, dan team teaching (Kelebihan dan kelemahan dalam pembelajaran PAI)Ana LJ
I Sahroni
Jumiatun (112252)
M faisol SMetode demonstrasi, eksperimen, dan resitasi (Kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran PAI)M Ridwan
Ah Syaifuddin
Mas’amah
Futtu Harisa HW (113217)Aplikasi metode pembelajaran berbasis ICT/TIK dalam pembelajaran PAI (Kelebihan dan kekurangan)Habib Umar
Sulistiyani
Jasmiatun
KAMUS HIDUPKU (kamus 1001 cerita)

Pati, 29 September 2013
Dosen Pengampu; Solhan, MSI

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...