Rabu, 09 Maret 2016
PUASA
METODE DAN ALAT PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Selasa, 08 Maret 2016
Jumat, 04 Maret 2016
Mewaspadai Bisikan Iblis
Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Dari kejahatan (bisikan) iblis yg biasa bersembunyi" (QS. An-Naas, 4)
Jika ada bisikan iblis, kemudian orang tersebut berdzikir kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى, maka bisikan itu akan lenyap.
Tetapi jika orang itu lalai dari dzikir, maka hatinya akan lalai....
Hal ini sbagaimana yg disebutkan dalam Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Iblis telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat اَللّهُ سبحانه وتعالى" (QS. Al-Mujaadalah, 19)
Maka, snantiasa kita wajib berhati² terhadap hembusan bisikan² Iblis.
Ibnu Waddah رضي الله عنـه menyebutkan, "Jika usia seseorang telah mencapai usia 40 Tahun dan ia belum bertaubat kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى, maka Iblis mengusap wajah orang itu dengan tangannya seraya berkata, 'Inilah orang yg tidak akan beruntung di Akhiratnya !"
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ
("Al-Qabas An-Nuur Al-Mubiin min Ihya' 'Ulumuddiin", Sayyidinal Imam Al-Mufassir wal Muhaddist Al-Musnid Al-'Allamah Sayyid Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA)
~~ Yaa اَللّهُ , Yaa Rabb.. Selamatkanlah saudara² kami yang snantiasa membantu dalam mensyi'arkan Agama-MU dan Risalah Nabi-MU, agar ENGKAU kokohkan hatinya dari bisikan² Iblis terlaknat ~~
Rabu, 02 Maret 2016
Muhasabah Diri
Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Hai orang² yg beriman, jawablah seruan اَللّهُ dan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yg memberi kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya اَللّهُ membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-NYA lah kamu akan dikumpulkan" (QS. Al-Anfal, 8;24)
Bila kita mengingat اَللّهُ, maka اَللّهُ akan mengingat kita, memberi hidayah, dan menunjukkan kepada kita jalan menuju kesuksesan dan keselamatan.
Tetapi, jika kita melupakan اَللّهُ, maka اَللّهُ akan membuat kita lupa dari segala sesuatu yg membuat kita memperoleh petunjuk, kehidupan yang baik di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat.
Jika kita lupa dan bermaksiat kepada-NYA, maka اَللّهُ meletakkan pembatas antara hati dan diri kita, sehingga kita tidak memperoleh manfaat dari nasihat, tidak dapat melihat (kebenaran), melupakan akibat perbuatan buruk kita, memasuki tempat² kehancuran, serta snantiasa bermaksiat dan lalai kepada اَللّهُ sampai akhirnya maut menjemput kita.
Maut adalah kiamat kecil yg akan dialami oleh setiap makhluk hidup.
Setelah itu, kebahagiaan atau kesengsaraan kita ditentukan selama²nya. Oleh karena itu, bersiap²lah untuk menghadapi hari yg panjang, hari ketika qta berdiri di hadapan Raja Yang Maha Agung, menghadapi hisab yg maha berat.
Disana kita akan mendapati hasil perbuatan kita di dunia, dan menyesali segala yg telah kita abaikan. Namun, saat itu penyesalan tidak akan berguna, dan alasan tidak akan di dengar..!!
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ
("Majmu' Washaya", Sayyidinal Imam, Al-'Allamah, Al- Quthb, Sayyid Hasan bin Shaleh Al-Bahr Al-Jufri رحمه الله تعالى )
Selasa, 01 Maret 2016
"Mereka" Melihat Apa Yg kita kerjakan...
Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Dan katakanlah, 'Berkaryalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang² mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (اَللّهُ) yg mengetahui akan yg ghaib dan yg nyata, lalu diberitahukannya kepadamu apa yg telah kamu kerjakan". (QS. At-Taubah, 9;105)
Ayat ini menyiratkan berita gembira bagi orang yg beramal shaleh, sekaligus ancaman bagi orang yg durhaka.
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Sesungguhnya semua amal kalian akan diperlihatkan kepada keluarga dan sanak saudara kalian yg telah meninggal.
Jika baik mereka akan bergembira dan jika buruk, mereka akan berdo'a,
'Yaa اَللّهُ.. Jangan wafatkan mereka sebelum Engkau beri petunjuk sebagaimana Engkau telah memberi kami petunjuk...!'!" (HR. Imam Ahmad dari Sahabat Anas رضي الله عنـه)
آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن
اللهم صل على سيدنا و حبيبنا و شفيعنا و قرة أعيننا و مولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
("Tuhfah Al-Asyraf", Sayyidinal Imam Al-'Allamah, Sayyid Muhammad bin Hadi As-Seggaf رحمه الله تعالى )
Mukmin Tetapi Munafiq
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Orang yg bermuka dua di dunia, akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan memiliki dua wajah dari Api Neraka" (HR. Ath-Thabrani)
Munafiq itu ada dua ;
Pertama, Munafiqnya orang² kafir, yaitu orang² yg menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufurannya.
Kedua, Munafiqnya orang² yg beriman, yaitu mereka beriman akan tetapi tidak mengamalkan tuntutan iman.
Ciri orang beriman yg memiliki sifat munafiq diantaranya adalah ia merasa berat dan bosan untuk membaca Al-Qur'an, duduk di Masjid dan sejenisnya, akan tetapi merasa nyaman untuk mengucapkan kalimat² yg tidak bermanfaat, duduk² di pasar (Mall) dan permisalannya.
Dan sifat ini hanya dapat diketahui dari dekat.
Suatu ketika seseorang berkata kepada Sayyidina Hasan Al-Bashri رضي الله عنـه (Seorang Ulama Tabi'in terkemuka), "Alhamdulillah, sifat munafiq tidak ada di zaman kita ini, ia hanya ada di zaman sahabat dan kini telah sirna"
Maka beliau رضي الله عنـه berkata, "Seandainya orang² munafiq itu punya ekor, maka kalian tidak akan dapat duduk di mana pun !". (Yakni, karena jumlah mereka terlampau banyak)
Salah satu tanda jika dirimu masih memiliki sifat munafiq adalah engkau marah jika disebut sbagai seorang munafiq, padahal manusia tidak terlepas dari sifat ini.
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ
("Tatsbitul Fuad", Sayyidinal Imam Al-'Allamah Sayyid Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi bin Muhammad bin Ahmad Al-Haddad رضي الله عنـه, Juz 2, hal 31)
Tentang hebatnya mengaji
Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...
-
Biografi Syeikh Mustafa Al-galayaini dan Sosio-Kulturnya Nama lengkap Syeikh Mustafa Al-galayaini adalah Mushthafa bin Muhammad Salim al-...
-
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ألحمد للّه ربّ العالمين والصلاة والسلام علىا شرف الانبياء والمرسلين سيدنا مح...