Selasa, 06 November 2018

POC unsur N

Unsur hara Nitrogen (N) sangat diperlukan oleh tanaman terutama pada fase vegetatif atau masa pertumbuhan. Unsur Nitrogen digunakan oleh tanaman untuk pertumbuhan daun dan pembentukan batang.

Biasanya para petani menyediakan unsur Nitrogen ini dengan menggunakan pupuk kimia Urea. Namun akhir-akhir ini pupuk Urea mulai langka di pasaran seiring kebijakan pemerintah mengurangi subsidi pupuk.

Jadi alangkah lebih baiknya jika kita membuat sendiri pupuk organik yang kaya dengan unsur Nitrogen

Bahan dan peralatan ;
- Daun salam 1 kg,

- Daun wedusan/babadotan 1 kg

- Air kelapa 1 liter,

- Bintil akar kacang tanah 1 kg

- EM4 100 ml,

- Gula pasir 10 sendok makan

- Ember

Cara pembuatan ;
– Daun salam, daun wedusan/babandotan dan bintil kacang tanah ditumbuk hingga halus
– Masukkan air kelapa, EM4 dan gula pasir ke dalam ember sambil diaduk sampai rata
– Masukkan bahan kedalam ember, simpan selama 3 minggu
– Cairan disaring dan siap untuk digunakan

Dosis 50ml/lt

POC Air Cucian Beras dan Sampah Organik

Air cucian beras selain mengandung 90% karbohidrat yang berupa pati, juga mengandung vitamin, mineral dan protein, 80% protein beras di sebut protein glutein. Kualitas protein glutein cenderung berupa zat lisin, lisin sendiri merupakan asam amino essensial pembatas.

Adapun penjelasan air beras di beberapa literatur hanya mengandung karbohidrat dan pati, tapi kalau menjabarkan 100% karbohidrat dalam jumlah tinggi akan membentuk proses terbentuknya hormon tumbuh berupa auksin, gibbereline, dan alanin. Ketiga jenis hormon tersebut bertugas merangsang pertumbuhan pucuk daun, mengangkut makanan ke sel-sel terpenting daun dan batang.

Dari struktur mikrobiologi, air beras juga punya keanekaragaman bakteri antagonis, artinya bisa melawan bakteri jahat/patogen. Juga dapat menginvasi sel telur hama kutu-kutuan menjadi pecah sebelum waktunya. Tak ayal daun yang selalu diaplikasikan dengan poc air cucian beras sebagai pupuk cair hayati cenderung sehat dan subur.

Bahan-bahan dan perlengkapan :
- Sampah organik basah
- Molases (tetes tebu/larutan gula) 500 ml
- Air leri (air cucian beras pertama) 1 liter
- Air kelapa yang sudah tua 1 liter
- Air bersih 1 liter
- Ember bertutup ukuran 20 liter
- karung ukuran 25 kg

Cara membuat :
– Sampah organik yang telah dicacah dimasukkan ke dalam karung dan dipadatkan, kemudian diikat
– Siapkan ember dan masukkan bahan air, molase, air kelapa, dan air cucian beras sambil diaduk rata
– Masukkan karung berisi bahan organik kedalam larutan sampai terendam, usahakan karung tidak mengapung
– Tutup ember rapat-rapat, simpan di tempat teduh selama 7-10 hari
– Setelah fermentasi selesai, ambil airnya dan POC sudah jadi. Ampasnya bisa digunakan sebagai pupuk padat
– Fermentasi berhasil jika diatas permukaan air terdapat bercak-bercak putih

Cara Menanam Kecipir dalam Pot atau Polybag

Kecipir dapat ditanam baik di ladang maupun di pekarangan rumah seperti pada pot dan polybag.

Kecipir merupakan tumbuhan merambat seperti kacang panjang, dan gambas. Tanaman ini termasuk jenis polong-polongan yang memiliki empat siku seperti sayap yang menyerupai buah belimbing. Bijinya berbentuk bulat dengan diameter 5-10 mm, berwarna kuning, cokelat hingga hitam. Daun muda dan buahnya biasa dijadikan sebagai sayuran karena mengandung banyak vitamin dan serat, sedangkan kecipir yang sudah tua dapat diolah menjadi minyak.

Tumbuhan kecipir dapat tumbuh di daerah mana saja, baik di daerah dataran rendah maupun di daerah dataran tinggi. Budidaya kecipir dapat pula dilakukan di rumah terutama bagi Anda yang tidak memiliki lahan yang luas, dengan cara memanfaatkan pot atau polybag.

Alat dan bahan yang diperlukan:

Benih kecipir
Pot atau Polybag
Pupuk kompos
Sekop kecil

Langkah-langkah menanam kecipir;

Pilihlah buah kecipir yang sudah tua, petik, kupas dan jemur dibawah sinar matahari  hingga kering.

Seleksilah benih dengan cara merendamnya terlebih dahulu pada larutan bawang merah. Biarkan semalam. Benih yang baik adalah benih yang tidak mengambang dalam air.

Campurlah pupuk kompos dengan tanah, dan sekam bakar perbandingan 2:1:1, aduk sampai merata dan masukkan ke dalam pot atau polybag. Kemudian siramlah media tanam dengan baik sampai merata.
Tanamlah 2-3 benih pada media tanam dengan kedalaman sekitar 3 cm.
Tutupi kembali benih dengan tanah.

Kecipir yang ditanam dalam pot kini mulai tumbuh.

Perawatan:

Untuk tanaman yang masih kecil lakukan penyiraman setiap pagi dan sore, namun jangan terlalu berlebihan, perkirakan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Cabutlah rumput liar yang ada disekitarnya. Karena kecipir merupakan jenis tanaman yang merambat maka perlu dipasangi dengan ajir/tajuk ketika tanaman sudah berumur 2 minggu. Ajir dapat dibuat dari belahan bambu yang kuat dan kokoh. Hal ini diperlukan agar tanaman dapat merambat, tumbuh dengan baik dan tertata rapi.

Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat mencoba

Kamis, 20 September 2018

Bakteri Fotosintesis

Rhodobacter sphaeroides atau bakteri ungu adalah salah satu bakteri yang dapat berfotosintesis. Pigmen yang berperan menangkap cahaya untuk fotosintesis adalah bakterioklorofil yang berada pada membran fotosintesis.

Bakteri fotosintesis memiliki sistem membran yang terbentuk akibat invaginasi membran sitoplasma. Rhodobacter sphaeroides diisolasi pada danau dan perairan tenang. Bakteri ini dapat hidup pada kondisi aerob maupun anaerob, dapat melakukan fotosintesis maupun fermentasi. Bakteri ini juga dapat melakukan fiksasi nitrogen dan karbondioksida serta sintesis tetrapiroles, klorofil, heme, dan vitamin B12

Manfaat dari Photosynthetic Bacteria (PSB) ini antara lain :

- Membantu menstimulasi kekebalan tanaman dengan baik. Membuat kulit kayu atau batang yang kuat. Lebih tahan terhadap serangga.
- Membantu menstimulasi pertumbuhan akar tanaman untuk berkembang dan bercabang dengan baik, sehingga menghasilkan jumlah serat yang baik.
- Bila digunakan secara teratur dan terus menerus. Bisa mengurangi pemakaian suplemen. Pupuk bisa dikurangi hingga 50%, sehingga menurunkan biaya produksi.
- Jika PSB dikombinasikan dengan pupuk hasil fermentasi. Ini akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas pupuk.
- Untuk mempercepat tanaman berbunga seperti lemon, tomat, mangga, manggis, dll.

Bahan :
1 Buah Telur
1 sdm MSG (Vetsin, Penyedap Rasa)
Air bersih.
Botol bekas air minum 1500ml atau ukuran lainnya

Cara :
- Kocok telur dengan msg sampai tercampur rata.
- Isi botol air mineral dgn air bersih, tetapi jangan sampai penuh, sisakan ruang kosong utk mengocok isinya.
- Masukkan 1,5 sendok makan campuran  telur dan msg ke dalam botol berisi air tadi.
- Campuran Telur dan MSG tadi bisa utk beberapa botol.
- Tutup rapat, kocok botol sampai berwarna keruh.
- Jemur di tempat yg terkena sinar matahari langsung, selama 15 s.d 30 hari, sampai berwarna merah.
- Siap di gunakan.

Dosis
utk sayuran dan bunga 20ml per 20 L
utk tanaman buah 50ml per 20 L

Siramkan ke seluruh tanaman dan kocorkan ke media tanam dengan selang waktu 5 s.d 7 hari pada siang hari.

Jumat, 14 September 2018

Kultur perbanyakan bakteri pada EM4

Trik Kultur (Perbanyakan) Bakteri Pada EM4

Ketersediaan EM4 dibeberapa daerah tidak selalu ada. Bahkan di pelosok-pelosok desa sangatlah sulit mendapatkan EM4 ini. Karena fungsinya dalam dunia pertanian, perikanan maupun peternakan sangatlah penting, Maka tidak ada salahnya Saya akan coba berbagi soal metode sederhana dalam perbanyakan bakteri pada EM4, walau mungkin sudah ada yg mengetahui.

Bahannya:
1. 1 lt EM4 (perikanan, peternakan, pertanian).
2. 1 lt Molase (boleh menggunakan gula merah & gula pasir).
3. 2 buah kelapa tua (ambil airnya saja)
4. 18 lt Air bebas klorin (air tanah, air sumur, air sungai), air matang lbh bagus.

Karena dalam kandungan EM4 sudah ada jenis bakteri kapang (yest/Saccharomycess Cerevisiae) ataupun jamur, maka tidak diperlukan ragi, baik ragi tape ataupun ragi roti.

Caranya:
Semua bahan dijadikan satu, diaduk hingga rata (jangan menggunakan benda berbahan logam) masukkan ke dalam wadah tertutup rapat, lalu fermentasi secara anaerob (tanpa udara) selama 7 hari.
Selama proses fermentasi wadah harus dibuka setiap hari utk membuang gas atau akan meledak. Wadah yg digunakan harus lbh besar dari total bahan (sebaiknya menggunakan wadah yg bisa menampung min. 25 lt). Inilah yg disebut hasil turunan bakteri pertama.

Kultur (Perbanyakan) Bakteri

Dari hasil fermentasi di atas, kita bisa melakukan perbanyakan lagi

Bahannya:
Hasil fermentasi pertama (turunan ke-1) sebanyak 4 lt
Molase 1 lt
Air kelapa tua 2 bh
Air bersih (sama seperti yg di atas) 15 lt

Cara pembuatannya sama seperti yg pertama & inilah yg disebut hasil turunan bakteri ke-2.

Setiap pengadukan sebaiknya menggunakan alat berbahan plastik.
Pemberian Prebiotik (makanan bakteri) seharusnya dlm jumlah yg sama. Misal, kalau kita menggunakan produk bakteri pabrikan, seperti EM4, sebanyak 100 ml maka pemberian Prebiotik (dalam hal ini zat glukosa pada gula) minimal harus sama dg jumlah bakteri, yakni 100 ml molase/100 gr gula.

Semoga bermanfaat & salam organik...

Rabu, 12 September 2018

Renungan Awal Tahun (Bp Rinoto Jawa)

Assalamualaikum sahabat OG semua. Selamat tahun baru 1 Mukharam 1440 Hijriyah. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan selalu dimudahkan segala urusan. Aamiin.
Alam memiliki sistem sendiri dalam menyediakan apa yang dibutuhkan tanaman. Alam juga punya sistem keseimbangan antara hama, penyakit dan solusinya. Namun sayangnya sistem ini menjadi kacau karena ulah manusia itu sendiri.
1. Sampah/limbah tanaman/bahan organik yang seharusnya dikembalikan ke tanah agar terurai menjadi humus, malah ditumpuk begitu saja sehingga justru merugikan lingkungan atau paling dibakar sehingga hanya menjadi abu saja.
2. Aplikasi bahan kimia sintetis yang berlebihan juga turut andil dalam merusak sistem alam ini. Mikro organisme yang seharusnya bekerja mengurai bahan organik, memfiksasi nitrogen, melarutkan phospat, dan menghasilkan zat2 tertentu untuk mengatasi hama dan penyakit semakin terganggu dan mati.
3. Al hasil, tanah menjadi miskin bahan organik dan nihil mikro organisme.
4. Akhirnya tanaman merana karena tumbuh pada tanah yang sakit dan gersang.

Belajar dari tanaman; Saling Melengkapi

Memperhatikan alam sekitar dalam pertanian itu sangat penting, sebab tanpa kita sadari ternyata ada beberapa tanaman yang baik buat tanaman lain, artinya satu tanaman tersebut mampu memberikan kebutuhan nutrisi bagi tanaman jenis yang lainya. Misalnya strawberi dan kentang.

Hanya sekedar pengalaman bahwa beberapa tanaman yang hidup diantara tanaman strawberi dan kentang sangat subur seperti tanaman tomat pada pot di bawah ini. Tanpa ada rekayasa POC dan pupuk ABCD, hanya air mineral saja.

Lalu bagaimana kalau membuat POC dari kentang maupun strawberi buat tanaman?? Tentu saja hasilnya juga akan bagus. Ini cara saya merawat tanaman di sekitar rumah. Selamat mencoba

Jumat, 22 Juni 2018

Tanaman liar

Pernahkah kita berfikir jika tanaman itu unik?, salah satunya adalah tanaman yang setiap hari dirawat justru pertumbuhanya kalah dengan tanaman yang hidup di alam liar. Mengapa demikian??

Nah, sepertinya ini menarik sekali untuk dicari tahu penyebabnya.

Pertama, Tanamanya jarang.

Karena tanamannya jarang, akarnya akan bisa leluasa mengambil nutrisi tanpa perlu bersaing dg tanaman sejenis yang menyerap unsur hara dg jenis yang sama secara bebas. Jadi tanaman akan cepat besar dan menghasilkan dengan baik.

Jika akar dua atau lebih tanaman yg sama jenisnya sudah bertemu, masing-masing mengeluarkan zat yang meracuni akar lainnya, sehingga pertumbuhan tidak bisa maksimal. Ini adalah adaptasi tanaman untuk bertahan hidup, Karena itu, saat menanam tanaman produktif, dalam satu hamparan, jarak tanam haruslah cukup lebar agar akarnya tidak bertemu dengan akar tanaman sejenis di sekitarnya.

Kedua, banyaknya predator

Karena ada di alam, predator juga masih banyak, inilah yang mampu mengendalikan hama yang biasanya juga vektor/pembawa dari penyakit
Juga si predator ini aman dari pestisida, bisa hidup dan berkembang di sekitarnya. Predator ini miasalnya burung, laba-laba, dll

Ketiga, tidak adanya bahan kimia

Di alam yg tidak terkontaminasi bahan kimia, keberadaan mikro organisme lokal yang juga bisa berfungsi sebagai agensia Hayati masih ada dan bisa berkembang, sehingga mampu juga mencegah timbulnya penyakit.

Senin, 25 September 2017

Inkubasi sederhana

Cara membuat alat inkubasi sederhana.

Alat dan Bahan:
3 buah toples yang ada tutupnya
2 meter selang akuarium
Galon air mineral
Air bersih secukupnya
Ekstrak kentang/Air cucian beras yang dicampur air kelapa
Glasswoll sebagai filter
PK (obat kulit) sebagai Fermentor
Air pump (untuk akuarium)
Isolat bakteri

Coryne bacterium

Penyakit kresek/hawar daun pada tanaman padi sangat meresahkan para petani. Karena serangan ini 75% petani mengalami gagal panen. Serangan kresek ini pada dasarnya di sebabkan oleh bakteri Xanthomonas, sehingga penangananya juga harus ekstra.

BAKTERI CORYNEBACTERIUM SP

Bakteri Corynebacterium sp. merupakan salah satu agens hayati bersifat antagonis, yang dapat mengendalikan beberapa jenis OPT diantaranya penyakit kresek pada tanaman padi, plasmodiophora brassicae (akar gada) pada kubis, bercak daun pada tanaman jagung, layu bakteri pada tanaman pisang.

Coryne bisa dibuat sendiri dengan bahan sebagai berikut;
- 20 ekor ulat tanah/uret
- 10 genggam tanah dari ladang jagung, ambil bagian dalam sekitar 30cm dari beberapa tempat.

Cara pembuatan;
Masukan tanah kedalam toples/wadah, kemudian taruh uret kedalamnya dan tutup toples dengan plastik kedap udara. Biarkan 7hari sampai uret mati.

Ciri-cirinya berwarna abu-abu, kemudian berubah kecoklat-coklatan dan akhirnya menjadi kehitam-hitaman.
isolat bakteri Corynebacterium sp sudah didapatkan

Cara memproduksi/memperbanyak;
Masukan isolat bakteri coryne kedalam jerigen yang telah di isi EKG (ekstrak kentang gula)/air rebusan kentang yang diberi gula.
Inkubasi selama 2-3 minggu, beri airasi dengan aerator. Larutan siap digunakan. Dosis 100ml/5lt

Sabtu, 16 September 2017

Jambu monyet sebagai pengendali OPT

Mengapa pesnab tidak mempan terhadap hama?

Memang dari sekian banyak tanaman yang bisa dijadikan pesnab memiliki sifat yang berbeda, adakalanya mematikan, ada yang menurunkan selera makan, menurunkan reproduksi, dan ada pula yang sebagai pencegahan agar tidak di dekati hama.

Tanaman yang bisa dijadikan pesnab yang sifatnya tidak mematikan, sebaiknya dicampurkan dengan ekstrak tanaman lain agar mempunyai peran maksimal. Salah satu contoh tanaman yang sifatnya menurunkan reproduksi hama adalah sebagai berikut;

Jambu Monyet/Jambu Mete (Anacardium accidentale)

Kulit bijinya mengandung 30% minyak laka, yang didalamnya terdapat senyawa fenol: asam anakardat, cardol, dan cardanol.

Asam anakardat ini  tidak bersifat racun terhadap seranggga dan tidak membunuh serangga sasaran secara langsung, tetapi menurunkan potensi reproduksi.

Metode dan Aplikasi : Kulit biji mete dikeringkan kemudian digiling. Hasil gilingan tersebut direndam dengan pelarut dalam air ekstraksi, kemudian disaring dengan kain kasa

Larutan yang didapat nanti di campurkan dengan tanaman lain yang bisa digunakan sebagai pestisida nabati.

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...