Minggu, 22 Januari 2012

Nakiroh Makrifat


NAKIROH DAN MA’RIFAT
       I.            PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari manuasia tidak lepas dari yang namanya komunikasi. Dalam komunikasi tentu mengandung kalimat yang bermacam-macam. Dalam bahasa Indonesia kalimat dibagi menjadi bermacam-macam. Begitupula dalam bahasa arab, kalimat juga dibagi menjadi beberapa macam. Diantaranya ada yang menurut sifatnya, jumlahnya, bentuknya dll. Di sini kami akan membahas kalimat menurut sifatnya yaitu NAKIROH DAN MA’RIFAT.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, ada beberapa rumusan masalah yang akan dibahas antara lain:
1.    Apakah yang dimaksud dengan isim nakiroh?
2.    Bagaimana pengertian dari  isim makrifat?
               
    II.            PEMBAHASAN
a.    Pengertian Isim Nakiroh
Dalam kitab Al Ghuratus Saniah dijelaskan:
وان ترد تعريف الاسم النكرة     فهو الذى يقبل ال مؤثرة
Yang artinya :
“ISIM NAKIROH adalah isim yang tidak bersamaan Al dan patut apabila diberi Al”. contoh : رجل      الرجل
Sedangkan dalam kitab Ikhtishor isim nakiroh adalah isim yang menunjukkan arti umum.
Cirinya adalah bisa menerima tanwin, dan patut diberi Al.
Contoh : مسجد
Dasar Bait :   او واقع ما قد ذكر            نكرة قابل ال مؤثرة
b.    Pengertian Isim Ma’rifat
Dalam kitab Al Ghuratus Saniah dijelaskan bahwa isim ma’rifat adalah isim yang selain isim nakiroh yang jumlahnya ada 6 macam.
Dasar bait : وغيره معارف وتحصر     فى ستة فالاول اسم مضمر
Sedangkan dalam kitab Ikhtishor isim ma’rifat adalah isim yang menunjukkan makna khusus.
Dasar Bait :وغيره معرفة كهم وذى     وهند وابنى والغلام والذى
Macam-macam isim ma’rifat
1.    Isim Dlomir
Isim dlomir merupakan persamaan/kata ganti dari isim dlohir, yang jika dilihat dari dilalahnya dibagi menjadi tiga kelompok. Yaitu dlomir ghoib = orang ketiga (dia, mereka), dlomir mukhotob = orang kedua (kamu, kalian) dan dlomir mutakalim = orang pertama (saya, kami, kita).
Dlomir sendiri dibagi menjadi 2 yaitu dlomir muttasil dan dlomir munfasil. Dlomir muttasil dibagi 2 yaitu dlomir muttasil mustatir dan dlomir muttasil bariz. Kemudian dlomir mustatir dibagi lagi menjadi 2 yaitu: mustatir wujub dan mustatir jawaz. Contoh: زيد يضرب  
Adapun dlomir  munfasil pasti baris
2.    Isim Alam
Isim Alam baik alam شخص  ataupun Alam jinis sepert: اسامة ,ataupun alam asma’ seperti: مكة ,Alam kun Yah seperti: ابو سعيد , Atau Alam Lakob seperti: الرشيد
ALAM KUN YAH yaitu : Alam yang dimulai dengan lafadz: ام اب ابن بنت adapun lainnya ada kalanya Alam Asma’ atau Alam Lakob.
ALAM LAKOB yaitu: Alam yang mempunyai makna memuji atau memaki/memperolok. Sedangkan ALAM ASMA’ yaitu kebalikan dari Alam Lakob, cuma tidak dimulai dengan : ام  اب  ابن  بنت
3.    Isim Isyaroh
Isim Isyaroh termasuk juga isim ma’rifat, seperti:ذا ذى ذان  dan lain-lain sedangkan penjabarannya dari isim isyaroh sendiri  adalah kata tunjuk, sedang kata yang ditunjuk disebut musyar ilaih. Ada Isim Isyaroh harus ada musyar ilaih.
اسم اشارة

JAUH
DEKAT
هناك ثم
هاهنا
تلك
تانك
اولئك
ذلك
ذانك
اولئك
هذه
هاتان
هؤلاء
هذا
هذان
هؤلاء
DISANA
DISINI
PR
LK
PR
LK
ITU
INI

Semua isim isyaroh hukumnya: mabni/tetap.
Dasar baitnya : كااشبه الوضعى فىاسمى جئتنا     والم-عنوى فى متى وفى هنا
Isim isyaroh yang digandeng dangan musyar ilaih dengan penggandengan memakai AL, hukumnya sama dengan satu kata (tidak boleh diputus). Dan bila dimasuki huruf jer, maka tanda jernya berada di musyar ilaih nya.
Contoh:فى هذا الكفاب
فى هذا الكفاب :adalah isim isyaroh yang digandeng dengan musyar ilaih, dengan penggandengan memakai AL, bila dimasuki huruf jer, maka tanda jernya berada di musyar ilaihnya.
4.    Isim Mausul
  Isim Mausul juga termasuk ma’rifat, seperti: الذي التي الذي ,penjelasan dari Isim Mausul sendiri adalah kata penghubung untuk menghubungkan orang atau benda atau. Setelah isim mausul harus ada shillah, yang berupa jumlah atau syibeh jumlah. Yang mengandung dlomir yang sesuai dan kembali pada isim mausul, dan dlomir itu disebut:عائد
اسم الموصول

مؤنت
مذ كر
من
ما
التي
اللتان
اللائي
اللاتي
الذي
اللذان
الذين
Orang yang…../ Barang yang…….
Wong kang…../ Barang kang……..
Isim Mausul hukunnya mabni.
 Dasar baitnya :وكنيابة عن الفعل بلا     تاثر وكافتقار اصلا
Contoh : الذي جعل لكم
الذي جعل لكم : الذي Adalah isim mausul, setelah isim mausul harus ada shilah yang berupa jumlah yaitu :جعل (jumlah fi’liyah), dan mengandung dlomir yang sesuai dan kembali pada isim mausul yaitu : هو ,karena isim mausulnya mudlof mudzakar (الذي)
5.    Isim yang di ma’rifatkan dengan AL.
Dasar bait:  خامسها معرف بحرف ال     كما تقول في محل المحل
Seperti contoh:  رجل        الرجل
6.    Isim –isim yang di mudlofkan pada salah satu isim ma’rifat yang lima diatas.
Dasar baitnya: سدسها ما كان من مضاف     لواحد من خذخ الاصناف  
Seperti contoh: غلا مه      غلام هذا      غلام الذي     غلا زيد     غلام الر جل
Contoh mudlof kepada isim dlomir:ابني
Mudlof kepada isim Alam:ابن زيد
Mudlof kepada isim mausul: ابن الذي
Mudlof kepada isim isyaroh:ابن ذيد
Dan mudlof kepada isim yang ber-AL: ابن البذي

 III.            SIMPULAN
Kalimah isim menuruf sifatnya dibagi menjadi 2 yaitu: nakiroh dan ma’rifat.
Nakiroh yaitu isim yang menunjukan ma’na umum, sedangkan Ma’rifat yaitu menunjukan ma’na khusus.
Ciri dari isim nakiroh yaitu bisa menerima tanwin.
isim ma’rifat jumlahnya ada 6 diantaranya:
 Isim dlomir
 Isim alam
 Isim isyaroh
 Isim mausul
 Isim yang di ma’rifatkan dengan AL
 Isim-isim yang di mudlofkan pada salah satu isim ma’rifat


Kamis, 19 Januari 2012

Perubahan Sosial dan Penyebabnya

PERUBAHAN SOSIAL DAN PENYEBABNYA

I.                   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Penulisan
Manusia hidup di dunia tidak bisa terlepas dari manusia lainnya. Karena pada dasarnya, selain menjadi makhluk individu, manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya masyarakat tidak dapat terlepas dari adanya konflik yang akhirnya akan menyebabkan beberapa perubahan sosial di masyarakat. Hal ini lah yang menjadi bahasan dalam makalah kami kali ini. Makalah ini memberikan bahasan tentang perubahan sosial yang diharapkan akan memberi manfaat yang baik bagi para pembaca sekalian dalam kehidupan sosial masing-masing.

B.     Rumusan masalah
  1. Bagaimana perubahan sosial itu?
  2. Mengapa perubahan sosial bisa terjadi.
II.   PERUBAHAN SOSIAL
A.           Pengertian Perubahan Sosial
Ogbur dalam buku Zimbabwe (2009) berpendapat bahwa perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Dari pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat dan mempengaruhi sistem sosial.
Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat, misalnya seperti: perubahan dalam unsur geografis, biologis, ekonomi, dan kebudayaan (Syair, 2009). Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya dalam masyarakat.

B.            Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial
Secara umum, perubahan sosial dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:
1.      Faktor endogen (intern)
Faktor-faktor endogen merupakan faktor yang bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri. Menurut David Mc Clealled, adanya perubahan sosial karena adanya faktor need for achievement yang berarti motivasi untuk berprestasi (Syair, 2009). Dari pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa apabila suatu kelompok masyarakat memiliki keinginan untuk lebih berprestasi maka secara otomatis mereka akan mengalami perubahan sosial dengan sendirinya.
Menurut Everette Hagen (Sosio, 2011) mengatakan bahwa untuk memiliki konsep N-Ach (Need for Achivement), suatu masyarakat harus memiliki pribadi yang kreatif (creative personality). Hal ini sangat penting karena perubahan sosial tidak akan terjadi jika tidak ada masyarakat yang memililki pribadi yang kreatif dan inovatif.
Alfin (2010) menambahkan bahwa adanya perubahan komunikasi dalam masyarakat akan tercapai suatu pemahaman dalam anggota masyarakat yang mendorong munculnya perubahan sosial.
Dari pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor Endogen yang memicu munculnya perubahan sosial adalah motivasi untuk berprestasi yang didukung oleh kepribadian yang kreatif dalam masyarakat serta adanya perubahan komunikasi antar masyarakat.
Motivasi untuk berprestasi dapat memunculkan penemuan-penemuan baru. Di sisi lain, adanya perubahan komunikasi dalam masyarakat menyebabkan beberapa faktor yaitu: adanya perkembangan jumlah penduduk, terjadinya konflik di masyarakat, adanya revolusi.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa faktor endogen yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat yaitu:
a.         Jumlah penduduk
Besar kecilnya angka penduduk suatu masyarakat akan menentukan cepat lambatnya suatu perubahan sosial di dalam masyarakat.
Sebagai contoh adalah transmigrasi, dengan adanya orang yang bertransmigrasi yang memilki ketrampilan serta semangat kerja yang tinggi maka besar kemungkinan tidak hanya menguntungkan pihak imigran, tetapi juga dapat mempengaruhi penduduk asli, sehingga kehidupan masyarakat secara langsung akan berubah.
b.      Penemuan-penemuan baru
Penemuan-penemuan baru akan mendorong terjadinya perubahan sosial, seperti penemuan sepeda motor sebagai alat transportasi, telah mengubah gaya hidup manusia dalam melakukan perjalanan menuju ke tempat tujuan. Berbagai penemuan baru telah diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara garis besar penemuan baru dibagi menjadi tiga, yaitu:
Ø Discovery adalah suatu penemuan dalam unsur kebudayaan baru oleh individu atau kelompok dalam suatu masyarakat. Perwujudan discovery dapat berupa alat baru atau ide baru tetapi belum dipakai dan diterima oleh masyarakat luas.
Ø Invention adalah pengembangan dari discovery. Invention adalah penerapan discovery yang diterima, diakui dan dipakai oleh masyarakat.
Ø Inovasi adalah pembaharuan dan pengembangan alat atau ide. Sebagai contohnya bentuk dan tipe Hp yang dikeluarkan pada awalnya hanya sebagai alat komunikasi berupa sms dan telepon. Akan tetapi, sekarang telah ditemukan berbagai inovasi pada Hp, pada saat ini Hp tidak hanya menjadi alat komunikasi tetapi juga sebagai hiburan seperti mendengarkan radio, kamera, TV, penyimpan data, pemutar music, video bahkan browsing internet juga dapat dilakukan dengan Hp.
c.       Konflik
Konflik dalam masyarakat dapat mengubah karakteristik seorang individu atau kelompok terhadap lingkungannya. Seperti seseorang yang semula ceria, dan penuh semangat akan menjadi pendiam dan murung ketika mengalami suatu konflik atau masalah.
d.      Revolusi
Revolusi atau perubahan besar-besaran dapat menyebabkan perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Contohnya seperti Revolusi Perancis pada tahun 1789-1799 telah menyebabkan pengangguran besar-besaran karena tenaga manusia yang telah digantikan oleh mesin.
2.      Faktor Eksogen (Ekstern)
Banyak sekali faktor ekstern di luar masyarakat yang menyebabkan perubahan sosial di masyarakat, diantaranya adalah:
a.       Faktor alam
Alam mempunyai peranan yang penting bagi kehidupan bermasyarkat  karena alam mempunyai nilai estetika (keindahan) yang mendorong bermasyarakat untuk mencintai alam sebagai sumber dari kehidupan manusia. Apabila keseimbangan alam terganggu, seperti penebangan liar, kebakaran hutan maka secara tidak langsung hal in akan merubah kehidupan manusia sekitar atau terjadilah perubahan sosial seperti bencana alam dan kekeringan.
b.      Peperangan
Peperangan yang terjadi akan mengakibatkan perubahan yang mendasar bagi negara atau masyarakat pelaku perang. Hal ini meliputi semua aspek dari segi budaya, politik, ekonomi serta sosial dalam masyarakat. Contohnya dalam segi ekonomi, masyarakat akan sulit mendapatkan bahan kebutuhan sehari-hari. Mereka takut untuk berdagang dan pembeli takut untuk keluar rumah.
c.       Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Dalam kehidupan sosial adanya masyarakat baru yang masuk dan masyarakat yang keluar adalah bentuk adanya timbal balik dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini. Hal ini dapat menyebabkan akulturasi (perpaduan dua unsur kebudayaan yang berbeda). Contohnya seperti adanya rebana, sandal dan sepatu high heels, boy band, girl band, dll.

III.    KESIMPULAN
Perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan baik sosial, geografis, biologis, ekonomi, maupun budaya suatu masyarakat.
Perubahan sosial terjadi karena adanya faktor endogen (intern) dan faktor eksogen (ekstern). Faktor-faktor intern terbagi menjadi empat yaitu: jumlah penduduk, penemuan baru, konflik serta revolusi.
Sedangkan untuk faktor ekstern atau faktor dari luar masyarakat terbagi menjadi tiga yaitu: faktor alam, adanya peperangan dan yang terakhir adalah pengaruh kebudayaan dari luar.
Perubahan sosial sangat penting diketahui agar kita sebagai masyarakat dapat mengetahui perubahan sosial apa saja yang terjadi di dalam masyarakat kita.

Artikel Perkembangan Bahasa Indonesia


Perkembangan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di negara kita, berasal dari Bahasa Melayu. Pada zaman dahulu, Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai bahasa kesastraan, bahasa penghubung antar suku di Indonesia, bahasa perdagangan serta bahasa resmi kerajaan-kerajaan di nusantara. Prasasti-prasasti kuno yang menggunakan Bahasa Melayu juga telah banyak ditemukan di Indonesia, seperti Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang tahun 683, Prasasti Talang Tuo di Palembang tahun 684, Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat tahun 686, dan Prasasti Karang Brahi Bangko di Jambi tahun 688.
Usulan menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional berasal dari seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah di Indonesia bernama Muhammad Yamin. Dia berpendapat bahwa Bahasa Melayu adalah bahasa pergaulan dan persatuan di Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa nasional oleh Bangsa Indonesia, yaitu Bahasa Melayu merupakan bahasa penghubung antar suku bangsa di seluruh Indonesia dan telah diterima dengan baik oleh semua suku bangsa di nusantara, Bahasa Melayu sangat mudah dipelajari, serta Bahasa Melayu mempunyai tutur kata dan bahasa yang halus sesuai dengan ciri khas bangsa kita yang santun dan sopan.
Bangsa Indonesia resmi mengakui Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan nasional Indonesia yaitu pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, yaitu sesuai dengan bunyi ikrar sumpah pemuda ketiga yaitu “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa  persatuan, Bahasa Indonesia.”  Namun secara hukum Internasional, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Bangsa Indonesia baru diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Indonesia.
Perkembangan Bahasa Indonesia dimulai dengan lahirnya seorang pujangga di tahun 1933 bernama Sutan Takdir Alisyahbana. Beliau telah menyusun tata bahasa baru bahasa Indonesia pada tahun 1936. Pada tahun 1938, peristiwa penting mengenai bahasa Indonesia terjadi, tepatnya pada tanggal 25-28 Juni 1938 telah dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Kongres tersebut menghasilkan adanya usaha pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia pada saat itu.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, diadakanlah sidang PPKI pertama dan ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya yaitu Pasal 36 yang telah menetapkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara Indonesia.
Perkembangan baru tentang bahasa Indonesia terjadi lagi pada tanggal 19 Maret 1947 dengan dimunculkannya penggunaan Ejaan Republik Indonesia atau sering disebut dengan Ejaan Soewandi.
Setelah kongres Bahasa Indonesia I diadakan di Solo, pada tanggal 28 Oktober–2 November 1954 Kongres Bahasa Indonesia II diselenggarakan di Medan. Pengadaan kongres ini merupakan kesungguhan pada cendekiawan Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan Bahasa Indonesia yang telah diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai Bahasa Negara Indonesia.
Pada kepemimpinan Bapak Soeharto sebagai Presiden RI kedua, pada tanggal 16 Agustus 1972, beliau meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan Rapat Paripurna DPR RI. Hal ini dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
Menteri Pendidikan pada saat itu yaitu Bapak Mashuri Saleh, pada tanggal 31 Agustus 1972 beliau menetapkan pedoman EYD yang resmi dan diberlakuan di seluruh wilayah nusantara Indonesia.
Kongres-kongres Bahasa pun diadakan terus menerus oleh para pakar dan ahli bahasa. Dimulai  dari Kongres Bahasa Indonesia III diadakan pada tanggal 28 Oktober – 2 November 1978 di Jakarta. Kemudian pada tanggal 21-26 November 1983 yang diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta dan pada tanggal 28 Oktober – 3 November 1988, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Disusul kemudian Kongres Bahasa Indonesia VI pada tanggal 28 Oktober – 2 November 1993 yang diselenggarakan di Jakarta dan Kongres Bahasa Indonesia yang terakhir diadakan pada tanggal 26-30 Oktober 1998 di Hotel Indonesia, Jakarta.
Kongres-kongres tersebut menghasilkan banyak hal, diantaranya adalah semua warga negara Indonesia diwajibkan menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dicetaknya Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, serta didirikannya Lembaga Bahasa Indonesia dan Badan Pertimbangan Bahasa.
Bahasa Indonesia dalam perkembangan zaman saat ini sangat penting peranannya, yakni sebagai alat pemersatu bangsa, sarana bertukar pikiran dan pandangan, pemerkokoh kebudayaan nasional, serta yang terpenting adalah sebagai ciri identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan berkarakter kuat.

 
Sumber :
http://www.bukittingginews.com/makalah-perkembangan-bahasa-indonesia/
Collin, James T. 2001. Sejarah Bahasa Melayu Bahasa Dunia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...