Kamis, 04 April 2013

Materi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia


Tugas Kelompok SPII
Pembuatan makalah (Format ; Pendahuluan, rumusan masalah (topik), pembahasan masalah, kesimpulan, daftar pustaka/referensi/footnote)
Topik
Kelompok
1.     Pendidikan Islam pada awal (surau/Langgar, masjid dan pondok pesantren)
a.     Ahmad sutiyanto
b.     Ahmad syaifuddin
c.     Ahmad yasin
d.     Dwi nofika S
e.     Farida ulin N

2.     Pendidikan islam pada masa kerajaan islam di indonesia (bentuk, isi, dan sifatnya)
a.     Fika niken n
b.     Habib umar
c.     Imam sahroni
d.     Jasmiatun
e.     Khoirul anwar

3.     Organisasi keagamaan perannya dalam pengembangan pendidikan islam di indonesia (Muhmmadiyah, NU, Al-Irsyad, Jami’atul khoir, dan lain-lain)
a.     Mas’amah
b.     Muh faisol s
c.     Muh sholikul h
d.     Muslihatin

4.     Pengaruh penjajahan belanda dan jepang dalam perjalanan pendidikan islam di indonesia
a.     Nur sholikah
b.     Nurhalimah
c.     Nursahid
d.     Rofiatun

5.     Pengaruh kemerdekaan terhadap perjalanan pendidikan islam (bentuk isi dan sifatnya)
a.     Siti inaroh
b.     Siti mar’atus sy
c.     Suharno
d.     Sulistiyani

6.    Pendidikan islam pada masa orde baru (ciri bentuk dan peran pemerintah
a.     Supriyadi
b.     Umi sodriyah
c.     Zaenul wafa
d.     Zuliana nur a

7.    Perkembanganpendidikan islam pada masa modernitas (bentuk, isi materi, kelembagaan, dan lain-lain)
a.     Uswatun hasanah
b.     Ana latifatul j
c.     Muh ridwan
d.     Sugiati


Tugas individu SPII
Pembuatan makalah (format; pendahuluan, rumusan masalah (topik), pembahasan masalah, kesimpulan, referensi, lampiran referensi)
Tugas dikumpulkan s/d 19 mei 2013
No
Nama
Judul tugas
1
Ahmad Sutiyanto
Peran parpol islam dibidang pendidikan islam di indonesia pada masa orde lama
2
AhmadSyaifuddin
Peran parpol islam dibidang pendidikan islam di indonesia pada masa orde baru
3
Ahmad Yasin
Peran parpol islam dibidang pendidikan islam di indonesia pada masa orde revormasi
4
Dwi Nofika S
Peran wali songo dalam penyebaran agama islam di tanah jawa
5
Farida Ulin N
Profil guru agama islam modern (dalam pandangan Karel A Steenbrink)
6
Fika Niken N
Gerakan modernisasi pendidikan islam, asal usul dan perkembangannya di indonesia
7
Habib Umar
Pendidikan islam dan tantangan dunia modern

8
Imam Sahroni
Pendidian pesantren dalam era globlisasi

9
Jasmiatun
Modernisasi pendidikan islam di indonesia

10
Khoirul Anwar
Usaha-usaha pembaharuan pendidikan islam di indonesia antara harapan dan tantangan
11
Mas’amah
Sumbangsih madrasah dalam pendidikan nasional indonesia

12
Muh Faisol S
Modernisasi pendidikan islam di indonesia ala pesantren

13
Muh Sholikul H
Pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan islam (di indonesia)
14
Muslihatin
Prospek pendidikan islam dan tantangan masa kini

15
Nur Sholikah
Guru agama islam masa kini dan tantangannyapada masa depan
16
Nurhalimah
Peran pokok pesantren pada era reformasi di indonesia

17
Nursahid
Makna modernitas dan tantangan terhadap pendidikan islam

18
Rofi’atun
Kontribusi pendidikan islam di indonesia terhadap masa depan bangsa
19
Siti Inaroh
Peran umat islam di indonesia pada masa penjajahan

20
Siti Mar’atus Sy
Peran organisasi-organisasi islam pada masa perang kemerdekaan indonesia
21
Suharno
Pernan umat islam pada masa pembangunan indonesia dibidang pendidikan
22
Sulistiyani
Peranan lembaga-lembaga pendidikan islam pada masa pembangunan (di indonesia)
23
Supriyadi
Peranan masjid dan surau/langgar dalam pendidikan islam

24
Umi Sodriyah
Peranan pondok pesantren dalam pendidikan islam

25
Zaenul Wafa
Arah pengembangan pondok pesantren pada masa kini

26
Zuliana NA
Peranan madrasah dalam pendidikan islam

27
Uswatun H
Pelaksanaan pendidikan islam pada masa kerajaan islam di jawa
28
Ana LJ
Pelaksanaan pendidikan islam pada masa kerajaan islam di sumatra
29
Muh Ridwan
Pelaksanaan pendidikan islam pada masa kerajaan islam di kalimantan
30
Sugiati
Pelaksanaan pendidikan islam pada masa kerajaan islam di sulawesi

Sabtu, 30 Maret 2013

Banjir di Desa Bulungcangkring



Banjir di desa Bulungcangkring
A.   Latar Belakang
Ketika musim hujan datang, pada umumnya warga tidak akan memikirkan tentang banjir. Karena seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah kabupaten kudus sudah membuat waduk buatan untuk menampung debit air yang banyak ketika musim hujan. Adanya pengerukan di sungai silugonggo (sungai juana) juga membuat aliran air yang di sungai lancar. Akan tetapi pada kenyataannya banjir terjadi di mana-mana hingga meluap hingga kebeberapa pemukiman padat penduduk. Tidak hanya itu, area persawahan pun menjadi penampungan air bah tersebut.
B.    Identifikasi Masalah
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir meliputi;
-      Curah hujan yang tinggi,
-      Sungai sebagai tempat favorit warga untuk membuang sampah,
-      Sungai yang pengerukannya hanya tiap 10 tahun sekali,
-      Waduk yang dangkal dan sudah tidak mampu menampung debit air yang banyak,
C.    Pembatasan Masalah
Dalam hal ini peneliti hanya akan membahas sungai sebagai sarana tempat untuk membuang sampah warga.
D.   Rumusan Masalah
-      Apakah membuang sampah di sungai sumber penyebabkan banjir di desa bulungcangkring?
-      Bagaimana upaya perangkat desa bulungcangkring dalam mengatasi kebiasaan warga yang suka membuang sampah di sungai?
-      Bagaimana partisipasi masyarakat desa Bulungcangkring untuk menanggulangi masalah banjir dalam jangka pendek?

Masalah Menjadi Masalah



Masalah Membuat Masalah
A.   Latar Belakang
Tugas merupakan kebutuhan mahasiswa, sebab dengan adanya tugas yang diberikan dosen terhadap mahasiswa dapat menumbuh kembangkan pemikiran dan kekreatifan mahasiswa itu sendiri. Namun kenyataanya ada sebagian mahasiswa yang menjadikan tugas sebagai buah simalakama, bahkan beban yang selalu menghantui disetiap malam, salah satunya adalah tugas membuat masalah.
B.    Identifikasi Masalah
Faktor-faktor yang mempengaruhi;
-      Timbulnya kedewasaan yang berlebihan, sehingga berpendapat bahwa tugas itu hanya untuk anak kecil
-      Tidak adanya sumber yang bisa dijadikan referensi dalam pembuatan tugas
-      Tidak bisa menemukan titik temu yang ingin dijadikan permasalah karena mempunyai banyak masalah yang dihadapi
-      Kurangnya penjelasan dosen, dan enggan bertanya
-      Banyaknya tugas-tugas dari segala mata kuliah
-      Tuntutan ekonomi yang mengharuskan mahasiswa harus menghabiskan banyak waktu diluar daripada fokus pada perkuliahan
-      Kurangnya rasa tanggung jawab
-      Dosennya terlalu baik, menarik dan selalu bisa memakhlumi mahasiswa yang tidak mengaerjakan tugas
-      Tidak adanya sanksi yang harus ditakuti
-      Rasa malas yang menyelimuti setiap helai nafas
-      Lupa mengerjakan, bahkan tidak tahu karena tidak masuk kuliah
C.    Pembatasan masalah
Dalam hal ini peneliti hanya akan membahas tentang Tuntutan ekonomi yang mengharuskan mahasiswa harus menghabiskan banyak waktu diluar daripada fokus pada perkuliahan
D.   Rumusan Masalah
-      Apakah Tuntutan ekonomi yang mengharuskan mahasiswa harus menghabiskan banyak waktu diluar daripada fokus pada perkuliahan dapat mempengaruhi pemberian tugas dari dosen?
-      Bagaimana upaya Mahasiswa agar mampu membagi waktu antara tuntutan ekonomi dengan perkuliahan?
Bagaimana peran serta dosen dalam menangani keadaan mahasiswa yang seperti itu?

Jumat, 29 Maret 2013

Media Pembelajaran



Sejarah Media Pembelajaran
Generasi1 – cetak, seperti buku
Generasi 2 – radio/audio (1919)
Generasi 3 – televisi/vidio (1930)
Generasi 4 – komputer/jaringan (1960)
Celce-murcia (dalam van Els, 1984: 289) membagi media atas 2 kelompok;
1.     Perangkat pengajaran nonteknis (non-technical teaching aids), misalnya; papan tulis, papan magnetis,gambar, bagan (charts), guluran (scrolls), kartu pengingat (flashcards), foto, dan kartun
2.    Perangkat pengajaran teknis (technical teaching aids). Misalnya; slides, transparansi (ketik di compuer, kemudian difotocopy), film, bilah film (film strips), video tapes
Sadiman (1990) memilih media menjadi:
1.     Media grafis (grafis), misalnya; gambar (foto), sketsa, diagram, bagan arus (menggambarkan arus suatu progam), bagan garis (garis waktu yang digunakan untuk mengetahui kronologi), grafik, kartun, poster, peta, globe, papan fanel, papan buletin.
Kelebihannya;
-      Sifatnya kongkrit (media ini lebih realistis menunjukan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata)
-      Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
-      Media gambar dapat mengatasi keterbatasan
-      Dapat mengatasi eterbatasan pengamatan
-      Murah harganya
Kelemahanya;
-      Hanya menekankan persepsi indera mata
-      Terlalu kompleks
-      Kurang efektif
2.    Audio, mislnya tape, radio, lab bahasa
Kelebihan radio;
-      Harganya relatif lebih murah daripada televisi
-      Sifatnya mudah dipindahkan
-      Dapat diputar berulang-ulang jika direkam
-      Dapat mengambangkan imaginasi
-      Cocok mengajarkan musik dan bahasa
-      Dapat menampilkan guru-guru yang handal
Kelemahan radio;
-      Sifat komunikasi satu arah
-      Jadwal siaran yang tertentu
3.    Proyeksi diam, seperti media grafis tetapi menggunakan alat seperti film bingkai, OHP, LCD proyektor
4.    Audio visual gerak (VCD Player, film, TV)
Multimedia (Laptop dan LCD)

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...