Rabu, 08 Januari 2014

Kriteria Penilaian

KRITERIA PENILAIAN

Berbicara dalam konteks kelas, ada 2 macam kriteria penilaian, yaitu :
Penilaian Acuan Patokan
Penilaian Acuan Normal

PAP
Adalah penilaian berdasarkan tingkat pencapaian belajar atau tingkat penguasaan yang menjadi sejumlah kompetensi dalam tujuan pembelajaran.
Contoh :Si A dapat nilai 5 dari 10 soal, maka berarti ia menguasai ½ dari tujuan pembelajaran yang telah dicapai, atau 50 % materi yang dikuasai. 
Kalau si A dapat 10,  berarti 100 % atau sepenuhnya menguasai materi pembelajaran.

Implikasi dari PAP ini, alat evaluasi/test harus content validity, yaitu soal-soal test harus mencerminkan isi keseluruhan dari kompetensi yang akan diukur atau dievaluasi.  Sehingga jawaban yang betul itu benar-benar mencerminkan penguasaan materi.

PAN
Adalah penilaian berdasarkan kedudukan dalam  kelompok, tidak menunjukkan penguasaan materi.
Kriteria penilaian adalah nilai kelompok.  Dalam PAN itu yang dipersoalkan adalah distribusi (sebaran).  Kegunaan PAN biasanya untuk seleksi seperti : ujian SPMB, yang dasarnya daya tampung, jadi yang diterima harus sesuai dengan daya tampung yang ada.

Dalam PAN, harus ada daya pembeda.  Jika daya pembedanya bagus, maka akan ada nilai yang berbeda. Bila dilihat dari tingkat kesukarannya, PAN  ini medianya harus mendekati tingkat lulus atau batas lulus.

Dalam test, ada tingkat kesukaran, tingkat kesukaran itu ada yang bersifat teoritis dan empiris. Yang tahu tingkat kesukaran ini tentunya sipembuat test.
Secara teoritis, soal itu harus ada yang mudah, sedang dan sukar.  Sukar atau mudahnya  soal ditentukan oleh panjang pendek jawaban yang dibutuhkan. 
Suatu soal dikatakan sukar bila :
Membutuhkan jawaban yang panjang.
Membutuhkan pemikiran yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya soal-soal aplikasi/penerapan.
Permasalahan yang ditampilkan makin rumit dan kompleksitas

Sedangkan secara empiris, soal yang dikatakan sukar itu adalah soal yang paling banyak menjawab salah.  Mungkin secara teoritis soalnya mudah, tapi secara empiris bisa sukar karena tidak ada yang menjawab dengan benar.

Komposisi tingkat kesukaran dalam test harus berdistribusi normal (indeksnya harus normal).  Maka tingkat kesukaran yang paling tinggi itulah yang akan membedakan ranking siswa antara ranking 1 dan 2.

Pada PAN, mediannya mendekati garis distribusi normalnya atau berimpit, sedangkan pada PAP biasa saja. Pada PAN yang penting sekali adalah daya pembedanya, sedangkan pada PAP adalah content validitynya.

(Drs Nurul Huda MPdI)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...