Rabu, 05 September 2012

Pendidikan sebagai sistem

PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

A.    Pengertian Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan, yaitu tujuan pendidikan[1]. Tujuan umum pendidikan adalah mendidik anak membawa kearah kedewasaan.
Didalam pendidikan terdapat tiga unsur pokok, pertama unsur masukan usaha pendidikan, yaitu peserta didik dengan berbagai ciri-ciri yang ada pada peserta didik itu sendiri, seperti faktor bakat, minat, dan kemampuan. Kedua unsur proses usaha itu sendiri, dalam hal ini terkait beberapa hal yang ada diluar dari diri peserta didik, yaitu lingkungan. Seperti gedung pendidikan, pendidik, kurikulum, dan sarana prasarana lainya. Ketiga unsur hasil usaha, yaitu hasil yang diperoleh selama proses belajar. Seperti pengetahuan yang didapat, dan sikap.
B.     Pengertian Sistem
System dapat diartikan sebagai metode; cara teratur (untuk melakukan sesuatu)[2]. Sistem adalah sekelompok bagian-bagian alat. System adalah sistem sekelompok bagian-bagian alat dan sebagainya[3]. System adalah metode; cara teratur (untuk melakukan sesuatu) susunan cara[4]. Secara istilah sistem adalah gabungan dan komponen-komponen yang terorganisasi sebagai satu kesatuan dengan maksud untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Mc. Ashan mendefinisikan sistem sebagai strategi yang menyeluruh atau rencana dikomposisi oleh satu set elemen, yang harmonis. Merepresentasikan kesatuan unit, masing-masing elemen mempunyai tujuan sendiri yang semuanya berkaitan terurut dalam bentuk yang logis.[5]
Sementara itu Immegart mengatakan esensi sistem adalah merupakan suatu keseluruhan yang memiliki bagian-bagian yang tersusun secara sistematis, bagian-bagian itu berelasi satu dengan yang lain, serta peduli terhadap konteks lingkungannya. Dari kedua pendapat di atas jelaslah sistem itu memiliki struktur yang teratur. Sistem terdiri dari beberapa subsistem, selanjutnya setiap sub-sub sistem mungkin terdiri dari beberapa sub-sub subsistem, begitu seterusnya sampai bagian itu tidak dapat dibagi lagi yang disebut komponen.
C.     Pendidikan Sebagai Sebuah Sistem.
Pendidikan sebagai sebuah sistem adalah keseluruhan karya insan yang terbentuk dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam mencapai tujuan pendidikan[6]. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Karena pada dasarnya, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadian sesuai dengan potensi yang dimiliki dan Sistem nilai yang berlaku dilingkungan sosial budaya dimana dia hidup[7].
Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban uman manusia. Tanpa pendidikn, manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau yang dibandingka, baik dari kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Hal ini yang menjadikan bahwa pendidikan adalah sebuah sistem yang tidak dapat dihilangkan dalam kehidupan.
Kehidupan tak akan teratur tanpa disertai adanya pendidikan, suatu hal yang beriringan dan tak dapat dipisahkan. Pendidikan merupakan sistem terbuka, sebab tidak mungkin pendidikan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik bila ia mengisolasi diri dengan lingkungannya. Pendidikan berada di masyarakat, ia adalah milik masyarakat. Itulah sebabnya pemerintah menegaskan bahwa pendidikan adalah menjadi tanggung jawab pemerintah/sekolah, orang tua, dan masyarakat[8]. Oleh karena keberadaan pendidikan seperti itu maka apa yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat akan berpengaruh pula terhadap pendidikan. Faktor-faktor itu aka memberikan umpan balik dan atau memberikan tekanan kepada pendidikan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan adalah sebagai berikut :
1.      Filsafat Negara
2.      Agama
3.      Sosial yang mencakup psikologi, peranan kelompok profesi dan keamanan.
4.      Kebudayaan, yang diartikan sebagai ilmu, teknologi, kesenian dan norma.
5.      Ekonomi, yang mencakup ketrampilan berpikir, ketrampilan tangan dan perkembangan ekonomi.
6.      Politik, yang mencakup ideology, cita-cita dan semangat kebangsaan.
7.      Demografi, terdiri dari perkembangan penduduk, penyebaran penduduk, dan kepadatan penduduk.
Ke tujuh faktor ini merupakan suprasistem dari sistem pendidikan. Pendidikan sebagai sistem berada bersama, terikat dan tertenun di dalam supra sistemnya yang terdiri dari tujuh sestem tersebut di atas.
Membangun suatu lembaga pendidikan baru atau memperbaiki lembaga pendidikan lama, tidak dapat memisahkan diri dari supra sitem tersebut.[9] Pendidikan sebagai sistem adalah sistem pengembangan input menjadi output atau pengembangan peserta didik baru masuk sampai lulus adalah sebagai berikut :
1.      Subsistem input ialah peserta didik yang baru masuk.
2.      Subsistem proses ialah proses belajar mengajar yang melibatkan pendidik, materi pelajaran, alat belajar, evaluasi, dan sebagainya.
3.      Subsistem output ialah lulusan lembaga pendidikan itu.[10]
Pada bagian-bagian pendidikan terkait satu dengan yang lain, memperbaiki satu atau beberapa bagiannya saja tidak menjamin pendidikan itu akan menjadi baik.
Sejalan dengan aturan pemerintah bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat, maka sudah selayaknya subsistem lingkungan ini perlu diperhatikan oleh manajer pendidikan.
Dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan sebagai sistem adalah dalam menangani pendidikan, baik mempertahankan yang sudah ada, memperbaiki, maupun mengadakan sesuatu yang baru hendaklah memperhatikan bagian-bagiannya atau semua subsistemnya secara berimbang atau professional. Hanya dengan cara ini perbaikan dan kemajuan pendidikan diharapkan paling mungkin tercapai.

DAFTAR PUSTAKA
N.K. Roestiyah. 1986. Masalah pengajaran sebagai suatu system.  Jakarta: Rineka Cipta.
Pidarta Made. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan bercorak Indonesia.
Ramadhan Syahrul. 2010. Kamus ilmiah popular. Surabaya: Khasanah Media Ilmu
Sudjan, Nana, dan Eddy Susanta. 1989. Pendekatan System Bagi Administrator Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Bandung.
Suharno dan Retnoningsih Ana. 2010. Kamus Besar Indonesia. Semarang: Widya Karya Semarang.


[1] Nana Sudjana, Eddy Susanta. Pendekatan system bagi Administrator pendidikan, Sinar Baru Bandung. 1989, hal 21
[2]  Syahrul ramadhan. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Khasanah Media Ilmu, 2010). 401
[3]  Indrawan WS, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Jombang : Lintas Media). 488
[4]  Nana Sudjana, Eddy Susanta. Pendekatan system bagi Administrator pendidikan, Sinar Baru Bandung. 1989, hal 23
[5]  Made Pidarta. Landasan kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan bercorak Indonesia. Hal 27
[6] Nana Sudjana, Eddy Susanta. Pendekatan system bagi Administrator pendidikan, Sinar Baru Bandung. 1989, hal 28
[7] Syahrul ramadhan. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Khasanah Media Ilmu, 2010) hlm 134.
[8] Syahrul ramadhan. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Khasanah Media Ilmu, 2010) hlm 134.
[9]  Loc. Ct. Made Pidarta. Hal 81
[10]  Loc. Cit. Made Pidarta. Hal 33

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar