Rabu, 05 September 2012

Perencanaan pembelajaran


PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A.PengertianPerencanaan Pembelajaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perencanaan berasal dari kata dasar rencana yang artinya konsep, rancangan, atau program, dan perencanaan berarti proses, perbuatan, cara merencanakan. Selain itu, rencana dapat diartikan sebagai pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, proses perencanaan harus dimulai dari penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analis kebutuhan serta dokumen yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Hamzah B. Uno (2008: 2) juga menyatakan perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan  definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan mengandung  paling sedikit 4 unsur yaitu:
a.    ada tujuan yang harus dicapai
b.    ada strategi untuk mencapai tujuan
c.    sumber daya yang mendukung
d.     implementasi setiap keputusan¹

P[1]erencanaan pendidikan didasari oleh beberapa konsep yaitu mengenai perubahan lingkungan pendidikan, kebutuhan organisasi pendidikan akan perencanaan akibat perubahan lingkungan, cirri-ciri system yang akan dipakai dalam perencanaan dan beberapa teori perencanaan.²

Perencanaan selalu mempunyai arah yang hendak dicapai yaitu tujuan yang harus dirumuskan dalam bentuk sasaran yang jelas dan terukur. Strategi untuk mencapai tujuan berkaitan dengan penetapan keputusan yang harus dilakukan oleh seorang perencana.Penetapan sumber daya yang dapat mendukung diperlukan untuk mencapai tujuan meliputi penetapan sarana dan prasarana yang diperlukan, anggaran biaya dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.Implementasi adalah pelaksanaan dari strategi dan penetapan sumber daya. 


Perencanaan adalah suatu cara untuk membuat suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif untuk memperkecil kesenjangan yang ada dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan merupakan hasil proses berpikir dan pengkajian dan penyeleksian dari berbagai alternatif yang dianggap lebih memiliki nilai efektivitas dan efisiensi, yang merupakan awal dari semua proses pelaksanaan kegiatan yang bersifat rasional. 

Sedangkan pembelajaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,  berasal dari kata belajar yang artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; atau berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan seseorang belajar.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 1 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Masnur Muslich (2007:71) juga berpendapat bahwa pembelajaran adalah proses aktif bagi siswa dan guru untuk mengembangkan potensi siswa sehinggga mereka akan “tahu” terhadap pengetahuan dan pada ahirnya “mampu” untuk melakukan sesuatu. Sedangkan Degeng dalam Hamzah B. Uno (2008:2) mendefenisikan dengan singkat bahwa pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa.

Richard L. Daft (2003:30) mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan prilaku atau suatu perubahan kinerja yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman.Hal ini juga dibenarkan oleh Slavin dalam H. Douglas Brown (2007:8) yang mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan dalam diri seorang yang disebabkan oleh pengalaman. Pernyataan ini juga didukung oleh Kunandar (2009:287) yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

Berdasarkan beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu proses belajar mengajar  yaitu dengan mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, cara penyampaian kegiatan (metode, model dan teknik), serta bagaimana mengukurnya menjadi jelas dan sistematis, sehingga nantinya proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien.


B.    Pengertian Silabus dan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1.      Pengertian Silabus
Istilah silabus dapat didevinisikan sebagai “garis besar, ringkasan, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran”.Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standart kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standart kompetensi dan kemampuan dasar.³ (Abdul,2008)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.(Mulyasa,2006)
Silabus merupakan renvcana yang mengatur kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar di kelas untuk mecapai suatu kompetensi. Silabus tersebut menggambarkan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai suatu kompetensi.
Silabus yang berkualitas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:bagaimana mewujudkan kompetensi yang dirumuskan dalam tujuan, bagaimana memiliki kompetensi yang dirumuskan dalam hasiil belajar atau indicator, bagaimana cara melatih kompetensi dengan menerapkan berbagai teori belajar, bagaimana memberikan pelayanan individual dengan memerhatikan pengelolaan peserta didik dan kegiatan yang sesuai, serta bagaimana mengetahui ketuntasan kompetensi dengan penilaian yang sesuai.
2.      Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajar
Rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk menecapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan di jabarkan dalam silabus. 


 

³ Majid,Abdul.2008. Perencanaan Pembelajaran.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mulyasa.2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya,hal.190
Yulaelawati,Ella .Kurikulum dan PembelajaranFilosofi Teori dan Aplikasi.Bandung:Pakar Raya




C.     Prinsip Pengembangan  Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1.      Prinsip Pengembangan Silabus
Pengembangan Silabus diserahkan sepenuhnya kepada setiap satuan pendidikan, khususnya bagi yang sudah mampu melakukannya.Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan di beri kebebasan dan keleluasaan dalam mengembangkan silabus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Agar pengembangan silabus yang dilakukan oleh setiap satuan pendidikan tetap berada dalam bingkai pengembangankurikulum nasional, maka perlu memerhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus, yang meliputi :
a.       Ilmiah
Pengembangan silabus berbasis KTSP harus dilakukan dengan prinsip ilmiah, yang mengandung arti bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar, logis dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
b.      Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian dalam silabus sesuai atau ada keterkaitan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.


c.       Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
d.      Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajarr, sumber belajar dan sistem penilaian.
e.       Memadai
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.


f.       Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman bekajar, sumber belajar dan sistem penilaian memerhatikkan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir daalm kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
g.      Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
h.      Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor). (Mansur,2007)

2.      Prinsip Pengembangan RPP
      Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran harus memperhatikan perhatian dan karakteristik peserta didik terhadap materi standart yang dijadikan bahan kajian.
      Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan RPP, yakni :
a.              kompetensi yang dirumuskan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harus jelas, makin

           
Muslih,Mansur.2007. KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan.Jakarta: Bumi Aksara


konkrit, kompetensi makin mudah di amati, dan makin cepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut .
b.      Rencana pelaksanaan pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi peserta didik.
c.       Kegiatan disusun dan di kembangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harus menunjang, dan sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diwujudkan.
d.      Rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.
e.       Harus ada koordinasi antar komponen pelaksana program disekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim atau dilaksanakan di luar kelas, agar tidak mengganggu jam-jam pelajaran pembelajaran.(Mulyasa,2007)

D.    Perbedaan Silabus dan RPP

a)      Dalam Silabus untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa  penjabaran lebih lanjut dari standart kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai dan pokok-pokok  serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
v  Dalam silabus tidak ada langkah-langkah pembelajaran
v  Silabus dibuat untuk satu semester.
b)      RPP yang menggambarkan prosedur dan managemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam isi silabus.
v  Dalam RPP terdapat langkah-lamgkah pembelajaran.
v  RPP dibuat dalam satu pertemuan / BAB
c)      Adapun tujuan dari silabus dan RPP, yakni :
v  Agar pembelajaran yang dilakukan lebih terstruktur.
v  Yang dijadikan patokan adalah  Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tersebut.
d)     Dan yang dijadikan patokannya adalah silabus karena silabus dibuat terlebih dahulu dari pada RPP.
e)      Adapun kelebihan dalam silabus dan RPP, seharusnya silabus dan RPP dibuat dengan baik dan terperinci. Sehingga tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai.


E.    Langkah-langkah Pengembangan Silabus dan RPP

1. Langkah-langkah Pengembangan Silabus

Langkah-langkah dalam penyusunan silabus meliputi tahap-tahap sebagai berikut:

a.    Identifikasi Mata Pelajaran. Pada setiap silabus perlu identifikasi yang meliputi identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/program dan semester.
b.    Perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di rumuskan berdasarkan struktur keilmuan dan tuntutan kompetensi lulusan.Selanjutnya standar kompetensi dan kompetensi dasar di urutkan dan di sebarkan secara sistematis.
c.    Penentuan materi pokok dan uraian materi pokok. Pengurutan materi pokok dan uraian materi pokok dapat menggunakan pendekatan prosedural, hirarkis, konkrit ke abstrak, dan pendekatan tematik.
 

Mulyasa.2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hal. 218-219.
 Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menentukan materi pokok dan uraian materi pokok adalah : prinsip relevansi, prinsip konsistensi, prinsip adekuasi.
d.   Pemilihan pengalaman belajar. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran, yang meliputi : pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar.
e.    Penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator. Indikator merupakan penjabaran kompetensi yang dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil pembelajaran.Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan di buat instrumen penilaian.
f.     Penjabaran indikator kedalam instrumen penilaian. Indikator dijabarkan lebih lanjut kedalam instrumen penilaian yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen.
g.    Menentukan alokasi waktu.
h.    Sumber/Bahan/Alat. Sumber yang digunakan disini berarti buku-buku rujukan, referensi. Sedangkan yang dimaksud bahan dan alat adalah bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan dalam praktikum atau dalam proses belajar mengajar.(Widodo,2003)
2.         Langkah-langkah pengembangan RPP
Cara pengembangan RPP dalam garis besarnya dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
a.    Mengisi kolom  identitas.
b.    Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang akan ditetapkan.
c.     Menentukan standar kompetensi dan kompeensi dasar, serta indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusun.
d.   Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indikator yang telah ditentukan.
e.    Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus.
f.     Menentukan metode pembelajaran yang akan di gunakan.
g.    Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.
h.    Menentukan sumber belajar yang digunakan.
i.      Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, dan teknik penskoran.

v  Komponen-komponen yang ada pada Silabus
a)      Tujuan
b)      Kompetensi Dasar
c)      Hasil belajar dan Indikator
d)     Kegiatan Pembelajaran
e)      Materi
f)       Alokasi Waktu
g)      Sarana dan Sumber Belajar
h)      Penilaian
v  Komponen-komponen yang ada pada RPP
a)      Standar Kompetensi
b)      Kompetensi Dasar
c)      Indikator Kompetensi
d)     Tujuan Pembelajaran
e)      Materi Ajar
f)       Metode Pembelajaran
g)      Langkah-langkah Pembelajaran
h)      Alokasi Waktu
i)        Sumber bahan
j)        Penilaian


 

Utomo,Widodo.2003. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian B.Indonesia.Jawa Timur : Dinas pendidikan dan kebudayaan

DAFTAR PUSTAKA




Majid,Abdul.2008. Perencanaan Pembelajaran.Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Mulyasa.2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya,hal.190

Mulyasa.2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hal. 218-219.

Muslih,Mansur.2007. KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan.Jakarta: Bumi Aksara

Pidarta,Made.1988.Perencanaan Pendidikan PartisipatoriDengan Pendekatan Sistem.Jakarta:Rineka Cipta

Rosyada,Dede.2007.Paradigma Pendidikan Demokratis.Jakarta:Kencana Prenada Media Group


Utomo,Widodo.2003. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian B.Indonesia.Jawa Timur : Dinas pendidikan dan kebudayaan

Yulaelawati,Ella.2004.Kurikulum dan P embelajaran Filosofi Teori dan Aplikasi.Bandung:Pakar Raya




²Pidarta,Made.Perencanaan Pendidikan Parsipatori Dengan Pendekatan Sistem.(Jakarta,1988)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...