Jumat, 28 September 2012

Pengertian Pendidikan


PENGERTIAN PENDIDIKAN

1.      Pengertian Pendidikan Menurut Ahli.
Pendidikan adalah humanisasi, yaitu upaya memanusiakan manusia, atau upaya membantu manusia agar mampu mewujudkan diri sesuai dengan martabat kemanusiaanya (Eko, 2010). Pada hakekatnya manusia terlahir tanpa memiliki Pengetahuan, sama seperti hewan yang tak mempunyai akal. Hanya saja manusia mempunyai akal yang bisa dikembangkan untuk menjadikan manusia yang berguna, danmempunyai  nilai guna. Usaha mengembangkan potensi itulah yang dinamakan dengan pendidikan.
Merurut Prof dr John dewey, pendidikan adalah suatu proses pengalaman, karena kehidupan adalah pertumbuhan. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada tiap-tiap frase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang (Rentcost, 2011). Pengalaman adalah guru yang terbaik, setiap manusia akan mendapatkan pengalaman selama masih merasakan hidup, baik dari melihat, membaca, mendengarkan cerita orang, atau merasakanya sendiri. Dari pengalaman itulah yang akan menjadikan manusia menuju kedewasaan.
Sedangkan menurut Prof H Mahmud Yunus dalam Tirtahardja mengemukakan bahwa Pendidikan adalah usaha-usaha yang dipilih  dengan tujuan meningkatkan keilmuan dalam jasmani dan menanamkan nilai akhlak terhadap anak, sehingga secara bertahab dapat membentuk pribadi anak yang berguna bagi diri dan lingkunganya (Tirtahardja, 2000). Pada dasarnya seorang anak terlahir mempunyai potensi yang masih belum terarah dan belum berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, pembimbingan dan pengajaran tentang keilmuan, dan penanaman nilai akhlak akan membentuk pribadi anak yang baik, dan berguna bagi lingkunganya.
Prof Herman  horn mengemukakan bahwa Pendidikan adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan termanifestasikan dalam alam sekitar intelektual emosional dan kemauan dari manusia (Rentcost, 2011). Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan nasional menjelaskan bahwa pendidikan umumya berdaya upaya untuk memajukan budipekerti , karakter, kekuatan batin, pikiran, dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Pendidikan adalah setiap pergaulan antara orang-orang dewasa dengan anak-anak dan merupakan suatu lapangan atau suatu keadaan pekerjaan mendidik berlangsung. Hal ini di utarakan oleh M. J langeveld (Wawan, 2010). Pendidikan merupakan hubungan timbal balik antara guru dengan muridnya, yaitu seorang guru mengajar dan murid diajar.
Sedangkan menurut Kamus besar bahasa Indonesia, Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pendidikan merupakan sebuah pembelajaran bagi individu yang mempunyai dua tujuan;
a.       Mencapai pegetahuan individu lebih tinggi, dan
b.      Mencapai pemahaman individu yang spesifik dan tertentu.
Richard (2001: 152) berpendapat bahwa learning is theaching achieves its goals will also dependent on how succesfully learners have been considered in the planning and delivery process, yang artinya pembelajaran adalah pengajaran yang pencapaian tujuanya tergantung bagaimana pelajar dapat menerima tujuan dan penyampaian dari proses pembelajaran. Karena pendidikan merupakan proses panjang dalam rangka mengantarkan manusia menjadi seorang yang memiliki kekuatan spiritual dan intelektual sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidupnya disegala aspek yang dijalaninya (Kurniawan, 2009).
Secara umum, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

2.    Pengertian pendidikan menurut Islam.
Pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju kedewasaan, baik secara akal, mental, maupun moral untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban seorang hamba di hadapan Kholiq-nya yaitu sebagai pemelihara atau kholifah para semesta (Tafsir, 1992).
Istilah pendidikan di dalam Al-Qur’an dengan istilah “At-Tarbiyah, At-Ta’lim, dan At-Tadhib”.
a.       At-Tarbiyah
 Kata tarbiyah adalah masdar dari fi’il madhi Rabba, yang artinya sama dengan kata Rabb yang berarti Allah. Dalam Al-Qur’an menggunakan kata ar-rabb, rabbayani, murabbi, robbiyun, rabbani (Al-Atlas, 1988). Dari kata-kata tersebut menyatakan bahwa pendidikan berasal dari kata “Tarbiyah”,  yang berarti;
1). Rabba-yarbu yang artinya bertambah/tumbuh,
2). Rabbiya-yarbaa yang artinya menjadi besar, dan
3)      Rabba-yarubbu yang artinya memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, menjaga, dan memelihara(Tafsir, 1992).
b.      At-Ta’lim
Pendidikan adalah sebuah proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, dan penanaman amanah sehingga penyucian manusia dari segala kotoran dan menjadikan kondisi manusia dalam keadaan yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah, sehingga bermanfaat bagi diri dan lingkunganya(Jalal, 1977).
Rasyid ridho mengemukakan bahwa Pendidikan adalah proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu( Kangmoes, 2010). Firman Allah;



Artinya; “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakanya kepada malaikat lalu berfirman; “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar-benar orang yang benar” (QS. Al Baqoroh: 31).
c.       At-Tahdib
At-Tahdib atau Addaba merupakan pendidikan (Rusd,1998). Hal ini diambil dari hadits Nabi, yang artinya: “Tuhanku telah mendidikku dan dengan demikian menjadikan pendidikanku yang terbaik”. Pendidikan adalah pengenalan, dan pengakuan tentang nilai-nilai akhlak yang ditanamkam kepada manusia secara berangsur-angsur agar tercipta budi pekerti yang baik.


3.      Pengertian Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS

UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS berbunyi; ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Berdasarkan definisi di atas menemukan 3, pokok pikiran  utama yang terkandung di dalamnya, yaitu:

a.    Usaha sadar dan terencana,
Pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana menunjukkan bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang disengaja dan dipikirkan secara matang. Kegiatan pendidikan harus  disadari dan direncanakan, baik dalam tataran  nasional regional/provinsi dan kabupaten kota, institusional/sekolah maupun  operasional/proses pembelajaran  oleh guru.
Menurut Permediknas RI No. 41 Tahun 2007, perencanaan proses pembelajaran meliputi penyusunan silabus dan “RPP” rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat identitas mata pelajaran, “SK” standar kompetensi, “KD” kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

b.    Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya,
Dalam pemikiran ini, istilah pendidikan bermakna khusus menjadi pembelajaran.  Jika dilihat secara sepintas mungkin seolah-olah pendidikan lebih dimaknai dalam setting pendidikan formal semata, yaitu persekolahan. Pendidikan yang dikehendaki adalah pendidikan yang bercorak pengembangan dan humanis, yaitu berusaha mengembangkan segenap potensi didik, bukan bercorak pembentukan yang bergaya behavioristik/tingkahlaku.
 Ada dua kegiatan/operasi utama dalam pendidikan:
(1) mewujudkan  suasana  belajar, dan
(2) mewujudkan  proses pembelajaran.
c.       Memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Tujuan Nasional itu adalah berdimensi ke-Tuhan-an, pribadi, dan sosial. Artinya, pendidikan yang dikehendaki bukanlah pendidikan sekuler, bukan pendidikan individualistik, dan bukan pula pendidikan sosialistik, tetapi pendidikan yang mencari keseimbangan  diantara ketiga dimensi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang hebatnya mengaji

Tentang hebatnya mengaji Ilmu Agama laksana air hujan menembus bumi, orang alim yang mengamalkan ilmunya laksana bumi yang subur. Orang yang...